Mengapa Investor Pemula Sering Terlalu Cepat Menjual Saham?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Banyak investor pemula menjual saham terlalu cepat karena ketakutan kehilangan profit dan tekanan psikologis dari volatilitas pasar.

  • Behavioral finance menjelaskan fenomena ini melalui bias seperti disposition effect.

  • Memiliki rencana investasi dan perspektif jangka panjang dapat membantu investor menahan posisi dengan lebih disiplin.

Mengapa Investor Pemula Sering Terlalu Cepat Menjual Saham?

Share this article

Banyak investor pemula mengalami pengalaman yang sama ketika pertama kali masuk ke pasar saham: mereka membeli saham, harga naik sedikit, lalu segera menjualnya. Keputusan jual saham terlalu cepat sering terjadi karena faktor psikologis yang kuat.

Fenomena ini sering dibahas dalam behavioral finance, yaitu cabang ilmu yang mempelajari bagaimana emosi dan bias psikologis memengaruhi keputusan investasi. Ketika investor belum terbiasa menghadapi volatilitas pasar, perubahan harga kecil saja bisa terasa sangat signifikan.

Akibatnya, banyak investor baru cenderung mengambil keuntungan terlalu cepat, tetapi justru menahan posisi yang merugi lebih lama. Pola ini dapat menghambat pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.

Artikel ini membahas mengapa investor pemula sering menjual saham terlalu cepat, bagaimana faktor psikologi investasi memengaruhi keputusan tersebut, serta strategi sederhana untuk membantu investor mempertahankan posisi dengan lebih disiplin.

Ketakutan Kehilangan Profit

Salah satu alasan utama investor menjual saham terlalu cepat adalah fear of losing gains atau ketakutan kehilangan keuntungan yang sudah didapat.

Profit kecil terasa sangat berharga

Ketika saham naik beberapa persen, banyak investor merasa harus segera mengamankan keuntungan tersebut.

Hal ini sering terjadi karena investor belum memiliki pengalaman melihat bagaimana saham dapat terus naik dalam jangka waktu lebih panjang.

Akibatnya, profit kecil terasa seperti kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Efek “profit taking” terlalu cepat

Mengambil keuntungan bukanlah hal yang salah. Namun ketika dilakukan terlalu cepat dan terlalu sering, strategi ini dapat membatasi potensi keuntungan jangka panjang.

Dalam banyak kasus, saham yang dijual terlalu cepat justru terus naik setelah posisi ditutup.

Bias psikologis dalam keputusan investasi

Dalam behavioral finance, fenomena ini sering disebut sebagai disposition effect. Investor cenderung:

  • menjual aset yang sedang untung terlalu cepat

  • menahan aset yang sedang rugi terlalu lama

Bias ini muncul karena investor ingin “mengunci kemenangan” dan menghindari rasa menyesal.

Menurut penelitian yang dikutip dari DecisionLab, disposition effect merupakan salah satu bias psikologis paling umum dalam perilaku investor ritel.

Efek Psikologis Volatilitas

Volatilitas pasar juga memainkan peran besar dalam keputusan investor pemula.

Pergerakan harga terasa dramatis

Ketika investor baru mulai berinvestasi, perubahan harga yang kecil bisa terasa sangat besar.

Misalnya, saham yang naik atau turun beberapa persen dalam sehari dapat memicu reaksi emosional. Padahal fluktuasi tersebut sering merupakan bagian normal dari pergerakan pasar.

Ketidakpastian memicu keputusan cepat

Ketika pasar bergerak cepat, investor sering merasa harus segera mengambil keputusan. Tekanan ini membuat banyak investor menjual saham hanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Kurangnya pengalaman menghadapi siklus pasar

Investor yang belum pernah melewati siklus pasar biasanya lebih sensitif terhadap volatilitas.

Sebaliknya, investor yang lebih berpengalaman biasanya sudah terbiasa melihat pergerakan naik dan turun pasar.

Pengalaman ini membantu mereka menjaga perspektif jangka panjang.

Perbedaan Mindset Trader dan Investor

Salah satu penyebab investor baru sering menjual saham terlalu cepat adalah karena mereka belum membedakan antara trading dan investing.

Mindset trader

Trader biasanya fokus pada pergerakan harga jangka pendek. Tujuan mereka adalah memanfaatkan fluktuasi harga dalam periode waktu yang relatif singkat.

Karena itu, trader sering mengambil profit lebih cepat.

Mindset investor

Investor biasanya memiliki horizon waktu yang lebih panjang. Mereka fokus pada pertumbuhan perusahaan, bukan hanya pergerakan harga harian.

Dalam banyak kasus, investor bersedia menahan saham selama bertahun-tahun jika fundamental perusahaan tetap kuat.

Pentingnya memahami tujuan investasi

Ketika tujuan investasi jelas, keputusan jual beli saham biasanya menjadi lebih terstruktur.

Tanpa tujuan yang jelas, investor sering bereaksi terhadap setiap perubahan harga.

Strategi Sederhana untuk Menahan Posisi Lebih Lama

Bagi investor pemula, melansir laman TradingView, ada beberapa strategi sederhana dapat membantu mengurangi kecenderungan menjual saham terlalu cepat.

Memiliki rencana investasi

Sebelum membeli saham, penting untuk menentukan alasan investasi. Pertanyaan yang dapat membantu antara lain:

  • Mengapa membeli saham ini?

  • Berapa lama rencana memegang saham tersebut?

  • Apa kondisi yang membuat posisi perlu dijual?

Rencana yang jelas membantu mengurangi keputusan impulsif.

Fokus pada fundamental

Alih-alih melihat harga setiap hari, investor dapat lebih fokus pada perkembangan bisnis perusahaan. Jika fundamental perusahaan tetap kuat, fluktuasi jangka pendek biasanya tidak terlalu signifikan.

Gunakan perspektif jangka panjang

Banyak saham besar global mengalami fluktuasi harga dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, perusahaan dengan bisnis yang kuat sering menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Memiliki perspektif jangka panjang membantu investor tidak terlalu terpengaruh oleh volatilitas harian.

Evaluasi portofolio secara berkala

Daripada memantau harga setiap saat, investor dapat meninjau portofolio secara berkala.

Pendekatan ini membantu menjaga fokus pada strategi investasi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Banyak investor pemula menjual saham terlalu cepat karena faktor psikologis seperti ketakutan kehilangan keuntungan dan ketidaknyamanan menghadapi volatilitas pasar.

Behavioral finance menunjukkan bahwa bias seperti disposition effect dapat memengaruhi keputusan investasi tanpa disadari.

Memahami perbedaan antara mindset trader dan investor juga penting untuk menentukan strategi yang tepat.

Dengan rencana investasi yang jelas, perspektif jangka panjang, dan disiplin dalam mengelola emosi, investor dapat menghindari keputusan impulsif yang sering membatasi potensi pertumbuhan portofolio.

Jika kamu ingin mulai membangun portofolio saham global secara bertahap, kamu bisa mengakses berbagai saham AS melalui aplikasi Gotrade Indonesia.

FAQ

Mengapa investor pemula sering menjual saham terlalu cepat?
Karena faktor psikologis seperti ketakutan kehilangan profit dan ketidaknyamanan menghadapi volatilitas pasar.

Apa itu disposition effect dalam investasi?
Disposition effect adalah bias psikologis di mana investor cenderung menjual saham yang untung terlalu cepat dan menahan saham yang rugi terlalu lama.

Bagaimana cara menghindari menjual saham terlalu cepat?
Dengan memiliki rencana investasi yang jelas, fokus pada fundamental perusahaan, dan menjaga perspektif jangka panjang.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade