Kapan Harus Lebih Defensif dalam Investasi?

Kapan Harus Lebih Defensif dalam Investasi?

Share this article

Dalam kondisi pasar yang terus berubah, investor sering dihadapkan pada dilema antara tetap agresif atau mulai menurunkan risiko. Tidak sedikit yang baru berpikir defensif setelah pasar turun cukup dalam. Padahal, memahami kapan harus lebih defensif dalam investasi merupakan bagian penting dari manajemen risiko yang sehat.

Strategi investasi defensif bukan berarti berhenti berinvestasi atau sepenuhnya keluar dari pasar. Pendekatan ini lebih menekankan pada perlindungan modal, stabilitas portofolio, dan kesiapan menghadapi fase ekonomi yang kurang bersahabat.

Gotrade akan bantu kamu memahami konteks siklus ekonomi dan rotasi aset, supaya kamu lebih antisipatif, bukan reaktif.

Apa Itu Strategi Investasi Defensif?

Strategi investasi defensif adalah pendekatan yang bertujuan menurunkan volatilitas portofolio dan menjaga nilai aset saat risiko pasar meningkat.

Fokus utamanya adalah capital preservation, bukan mengejar return tertinggi.

Melansir Investopedia, strategi defensif biasanya melibatkan penyesuaian alokasi aset, pemilihan saham defensif, dan pengurangan eksposur ke aset yang sangat sensitif terhadap siklus ekonomi.

Peran Siklus Ekonomi dalam Menentukan Sikap Investasi

Fase ekspansi ekonomi

Saat ekonomi berada di fase ekspansi, pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan cenderung kuat. Pada fase ini, investor biasanya lebih toleran terhadap risiko dan strategi agresif masih relevan.

Namun, seiring ekspansi berlangsung lama, risiko valuasi tinggi dan perlambatan mulai meningkat. Ini menjadi sinyal awal untuk mulai bersiap lebih defensif.

Fase perlambatan dan kontraksi

Ketika indikator ekonomi menunjukkan perlambatan, seperti penurunan konsumsi atau pengetatan kebijakan moneter, risiko pasar biasanya meningkat. Di fase ini, strategi defensif menjadi semakin relevan.

Dikutip dari Fidelity, perlambatan sering diikuti peningkatan volatilitas dan koreksi harga aset berisiko tinggi.

Tanda-Tanda Investor Perlu Lebih Defensif

Volatilitas pasar meningkat

Lonjakan volatilitas sering menjadi tanda awal perubahan siklus. Pergerakan harga yang ekstrem mencerminkan ketidakpastian pasar yang lebih tinggi.

Dalam kondisi ini, menjaga stabilitas portofolio sering lebih penting dibanding mengejar pertumbuhan agresif.

Valuasi pasar sudah terlalu tinggi

Ketika valuasi pasar berada jauh di atas rata-rata historis, margin of safety menjadi semakin tipis. Risiko koreksi meningkat meskipun tren masih terlihat positif.

Pendekatan defensif membantu mengurangi dampak jika koreksi benar-benar terjadi.

Tujuan keuangan semakin dekat

Selain faktor pasar, kondisi pribadi juga memengaruhi kebutuhan defensif. Saat tujuan keuangan jangka panjang semakin dekat, toleransi risiko biasanya menurun.

Menyesuaikan strategi dengan fase hidup membantu menjaga hasil investasi yang sudah dicapai.

Strategi Rotasi Aset dalam Pendekatan Defensif

1. Mengurangi eksposur ke aset berisiko tinggi

Salah satu langkah defensif adalah mengurangi porsi aset yang sangat sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti saham siklikal.

Pengurangan ini tidak harus drastis, tetapi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pasar.

2. Meningkatkan porsi saham defensif

Saham defensif biasanya berasal dari sektor yang permintaannya relatif stabil, seperti kebutuhan pokok atau layanan dasar. Saham jenis ini cenderung lebih tahan saat ekonomi melemah.

Tidak heran, saham defensif sering menjadi penyangga portofolio di fase pasar tidak menentu.

3. Menyeimbangkan dengan aset berisiko lebih rendah

Selain saham defensif, investor dapat mempertimbangkan instrumen dengan volatilitas lebih rendah untuk menyeimbangkan portofolio.

Pendekatan ini membantu menurunkan drawdown saat pasar bergejolak. Rotasi aset yang disiplin membantu menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi hasil.

Kesalahan Umum saat Menerapkan Strategi Defensif

Strategi terlalu ekstrem

Artinya kamu bersikap defensif terlalu ekstrem. Misalnya keluar sepenuhnya dari pasar. Pendekatan ini berisiko membuat investor kehilangan peluang pemulihan.

Terlalu fokus pada pasar turun

Kesalahan lain adalah menunggu terlalu lama hingga pasar sudah turun tajam. Strategi defensif idealnya diterapkan secara bertahap dan antisipatif.

Cara Menentukan Tingkat Defensif yang Tepat

Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua investor. Tingkat defensif perlu disesuaikan dengan toleransi risiko, tujuan keuangan, dan horizon investasi.

Evaluasi berkala membantu investor menyesuaikan strategi tanpa harus bereaksi berlebihan terhadap berita atau sentimen jangka pendek.

Kesimpulan

Strategi investasi defensif menjadi relevan ketika risiko pasar meningkat, siklus ekonomi memasuki fase perlambatan, atau tujuan keuangan semakin dekat. Pendekatan ini bukan tentang menghindari pasar, melainkan mengelola risiko secara lebih bijak melalui rotasi aset dan penyesuaian alokasi.

Dengan memahami kapan perlu lebih defensif, investor dapat menjaga stabilitas portofolio tanpa mengorbankan peluang jangka panjang.

Jika kamu ingin mengelola portofolio global dengan fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar, yuk, download Gotrade Indonesia!

Dengan akses saham dan ETF pasar AS, Gotrade membantu investor menerapkan strategi defensif maupun agresif secara lebih terstruktur.

FAQ

1. Apakah strategi defensif berarti harus menjual semua saham?
Tidak, strategi defensif fokus pada penyesuaian risiko, bukan keluar sepenuhnya dari pasar.

2. Kapan waktu terbaik mulai bersikap defensif?
Saat risiko meningkat, valuasi tinggi, atau tujuan keuangan semakin dekat.

3. Apakah saham defensif bebas risiko?
Tidak, tetapi volatilitasnya cenderung lebih rendah dibanding saham siklikal.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade