Banyak orang menunda mengumpulkan dana pensiun karena merasa usia masih muda atau pendapatan belum besar. Padahal, dana pensiun bukan hanya soal usia tua, melainkan tentang kesiapan finansial jangka panjang dan kebebasan memilih gaya hidup di masa depan. Semakin dini persiapan dilakukan, semakin ringan beban yang harus ditanggung di kemudian hari.
Kesalahan umum adalah menunggu "waktu yang ideal" untuk mulai. Dalam perencanaan keuangan, waktu ideal sering kali tidak pernah datang. Yang lebih penting adalah memahami kapan sebaiknya mulai mengumpulkan dana pensiun dan bagaimana cara melakukannya secara realistis sesuai kondisi masing-masing.
Makanya, simak pemaparan lengkap Gotrade berikut ini!
Kapan Sebaiknya Mulai Mengumpulkan Dana Pensiun?
1. Sejak mulai memiliki penghasilan tetap
Waktu terbaik mengumpulkan dana pensiun adalah saat kamu mulai memiliki penghasilan, berapa pun jumlahnya. Pada fase ini, fokusnya bukan pada nominal besar, tetapi membangun kebiasaan.
Dengan memulai lebih awal, mengutip CNBC, efek compounding bekerja lebih lama. Kontribusi kecil yang konsisten sering kali lebih berdampak dibanding setoran besar yang baru dimulai di usia matang.
2. Saat kondisi keuangan mulai stabil
Bagi yang belum bisa memulai sejak awal karier, fase keuangan stabil adalah momen penting. Stabil di sini berarti kebutuhan pokok terpenuhi, utang terkendali, dan ada sisa dana setiap bulan.
Di tahap ini, mempersiapkan dana pensiun menjadi bagian dari strategi jangka panjang, bukan lagi sekadar wacana.
3. Ketika tanggung jawab hidup bertambah
Menikah, memiliki anak, atau menanggung orang tua sering menjadi alarm penting untuk mulai serius mempersiapkan dana pensiun.
Tanggung jawab yang meningkat berarti risiko finansial juga lebih besar jika tidak ada perencanaan jangka panjang.
Mengumpulkan dana pensiun sejak fase ini membantu mengurangi tekanan di masa depan.
Cara Mengumpulkan Dana Pensiun Secara Bertahap
1. Bedakan dana pensiun dan dana darurat
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur dana pensiun dengan dana darurat. Dana darurat berfungsi untuk kebutuhan mendesak jangka pendek, sementara dana pensiun ditujukan untuk tujuan jangka panjang.
Idealnya, dana darurat disiapkan terlebih dahulu agar dana pensiun tidak terganggu saat terjadi kejadian tak terduga.
2. Tentukan target pensiun yang realistis
Mengumpulkan dana pensiun perlu dimulai dari gambaran tujuan. Tidak harus detail, tetapi cukup menjawab:
- Kapan ingin pensiun
- Gaya hidup seperti apa yang diinginkan
- Apakah ingin tetap bekerja ringan atau sepenuhnya pensiun
Target ini membantu menentukan strategi dan tingkat kontribusi yang masuk akal.
3. Mulai dari persentase kecil dan konsisten
Alih-alih menunggu bisa menyisihkan jumlah besar, lebih baik mulai dari persentase kecil, misalnya 5-10 persen dari penghasilan. Konsistensi jauh lebih penting daripada nominal awal.
Seiring kenaikan pendapatan, kontribusi bisa ditingkatkan secara bertahap tanpa terasa membebani.
4. Pilih instrumen sesuai horizon waktu
Dana pensiun memiliki horizon waktu panjang, sehingga pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan usia dan toleransi risiko.
Umumnya:
- Usia lebih muda: bisa lebih agresif
- Mendekati pensiun: fokus pada stabilitas dan perlindungan modal
Penyesuaian bertahap membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko.
5. Otomatiskan proses menabung dan investasi
Mengandalkan niat sering tidak konsisten. Mengotomatiskan setoran dana pensiun setiap bulan membantu membangun disiplin tanpa harus berpikir ulang.
Pendekatan ini membuat persiapan pensiun berjalan di latar belakang kehidupan sehari-hari.
6. Review secara berkala, bukan terlalu sering
Dana pensiun tidak perlu dipantau setiap hari. Evaluasi berkala, misalnya setahun sekali, cukup untuk memastikan strategi masih relevan.
Review ini bisa mencakup:
- Kesesuaian target
- Perubahan kondisi keuangan
- Penyesuaian alokasi aset
Kesalahan saat Mengumpulkan Dana Pensiun
1. Menunda karena merasa masih muda
Waktu adalah aset terbesar dalam dana pensiun. Menunda berarti kehilangan waktu compounding yang tidak bisa diganti.
2. Mengandalkan satu sumber dana
Mengandalkan hanya satu instrumen atau satu sumber pendapatan meningkatkan risiko. Diversifikasi membantu menjaga keberlanjutan dana pensiun.
3. Terlalu konservatif sejak awal
Bersikap terlalu konservatif di usia muda bisa membuat target dana pensiun sulit tercapai. Risiko perlu disesuaikan dengan fase kehidupan.
Kesimpulan
Mengumpulkan dana pensiun sebaiknya dimulai sedini mungkin, idealnya sejak memiliki penghasilan dan semakin diprioritaskan saat kondisi keuangan stabil. Tidak perlu menunggu sempurna, karena konsistensi jauh lebih penting daripada timing ideal.
Dengan memisahkan dana darurat, menentukan target realistis, dan membangun kebiasaan kontribusi rutin, persiapan pensiun bisa dilakukan tanpa tekanan berlebihan.
Melalui aplikasi Gotrade Indonesia, kamu bisa akses beragam saham AS dan ETF yang populer sebagai langkah investasi atau trading guna mengumpulkan dana pensiun dari sekarnag.
Dana pensiun bukan tentang berhenti bekerja, tetapi tentang memiliki pilihan di masa depan. Makanya, yuk, kumpulkan sekarang dengan investasi/trading lewat Gotrade!
FAQ
1. Kapan waktu terbaik mulai mengumpulkan dana pensiun?
Sejak memiliki penghasilan, berapa pun nominalnya.
2. Apakah dana pensiun harus disiapkan setelah dana darurat?
Idealnya ya, agar dana pensiun tidak terganggu kebutuhan mendesak.
3. Berapa persen penghasilan untuk dana pensiun?
Umumnya 5–15 persen, disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











