Dalam trading saham dan ETF, memilih jenis order tidak hanya soal harga, tetapi juga soal durasi. Salah satu istilah yang sering muncul adalah Day orders adalah order yang hanya berlaku dalam satu sesi perdagangan.
Banyak pemula belum benar-benar memahami bagaimana day orders bekerja dan apa bedanya dengan GTC. Padahal, perbedaan ini bisa memengaruhi apakah order kamu tetap aktif atau otomatis batal di akhir hari.
Artikel ini membahas pengertian, durasi, tipe, contoh praktis, dan perbedaan day order vs GTC secara jelas dan aplikatif.
Pengertian Day Orders
Day orders adalah jenis order yang hanya aktif selama satu hari perdagangan. Jika sampai market tutup order belum tereksekusi, sistem akan otomatis membatalkannya.
Artinya, order tersebut tidak akan “dibawa” ke hari berikutnya.
Contoh sederhana:
- Harga saham saat ini: $100
- Kamu pasang buy limit di $95 dengan durasi Day
Jika sampai penutupan market harga tidak menyentuh $95, order otomatis batal. Besok, jika kamu masih ingin entry di harga tersebut, kamu harus memasang ulang order.
Menurut Investopedia, day order umum digunakan oleh trader intraday atau mereka yang hanya ingin order aktif pada hari tertentu saja.
Durasi Day Order
Durasi day order sangat sederhana: berlaku dari saat order dimasukkan hingga akhir sesi perdagangan hari itu. Beberapa hal penting terkait durasi:
Tidak aktif lintas hari
Tidak perlu dibatalkan manual jika tidak terisi
Reset otomatis setiap hari
Jika kamu memasang order pada pukul 10 pagi dan harga tidak menyentuh level hingga market close, order akan hilang otomatis.
Ini berbeda dengan GTC yang tetap aktif hingga dibatalkan atau terisi.
Tipe Order yang Bisa Menggunakan Day
Day bukan jenis order harga, melainkan pengaturan durasi. Kamu bisa menggabungkan day dengan berbagai tipe order. Beberapa tipe yang umum:
1. Day + Market Order
Market order biasanya langsung tereksekusi, sehingga durasi day jarang menjadi faktor. Namun tetap bisa dipilih sebagai default durasi.
2. Day + Limit Order
Ini yang paling sering digunakan.
Contoh:
Harga saham $100
Kamu pasang buy limit $98 dengan durasi Day
Jika harga turun ke $98 hari itu, order terisi. Jika tidak, order otomatis batal di akhir hari.
3. Day + Stop Order
Digunakan untuk entry breakout atau stop loss.
Contoh:
Pasang stop buy di $105 dengan durasi Day.
Jika hari itu harga tidak menembus $105, order akan hilang saat market tutup.
Fleksibilitas ini membuat day order cocok untuk strategi jangka sangat pendek.
Contoh Praktis Day Order
Misalnya kamu trader intraday dan melihat resistance di $50.
Harga saat ini: $48
Kamu ingin entry breakout di $50, tapi hanya jika terjadi hari ini.
Kamu pasang:
Buy stop $50
Durasi: Day
Jika harga tidak menembus $50 hari itu, order batal otomatis. Besok kamu bisa evaluasi ulang apakah setup masih valid.
Ini membantu kamu:
Menghindari entry di hari yang tidak lagi relevan
Mengurangi risiko order terlupakan
Menjaga disiplin terhadap rencana harian
Jika kamu melakukan strategi intraday atau hanya ingin entry di hari tertentu, gunakan day order agar rencana kamu tetap terkontrol dan tidak terbawa ke sesi berikutnya tanpa evaluasi ulang.
Praktikkan dengan trading lewat Gotrade, sekarang!
Day Order vs GTC
Perbedaan utama day order vs GTC terletak pada durasi aktifnya order.
Day Order
Aktif hanya satu sesi perdagangan
Otomatis batal saat market tutup
Cocok untuk intraday atau setup harian
GTC (Good 'Til Canceled)
Tetap aktif lintas hari
Harus dibatalkan manual atau hingga tereksekusi
Cocok untuk swing trader dan investor
Contoh perbandingan:
Kamu pasang buy limit di $90.
Jika menggunakan Day:
Order hanya aktif hari ini. Jika tidak tersentuh, batal otomatis.
Jika menggunakan GTC:
Order tetap aktif sampai harga menyentuh $90, meski itu minggu depan.
Pilihan antara day order vs GTC tergantung gaya trading kamu.
Jika strategi berbasis harian dan kondisi cepat berubah, day lebih aman. Jika kamu menunggu level teknikal jangka menengah, GTC lebih efisien.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Day Order?
Gunakan day order jika:
Kamu trader intraday
Setup hanya valid untuk hari itu
Tidak ingin order tertinggal tanpa pengawasan
Day order membantu kamu lebih disiplin dalam mengevaluasi ulang rencana setiap hari.
Sebaliknya, jika kamu ingin entry di level tertentu tanpa harus login setiap hari, GTC bisa lebih praktis.
Kesimpulan
Day orders adalah order yang hanya berlaku dalam satu sesi perdagangan dan otomatis batal jika tidak terisi hingga market tutup. Ini sangat cocok untuk strategi intraday dan setup harian yang sensitif terhadap waktu.
Perbedaan day order vs GTC terletak pada durasi aktifnya order. Day order fokus pada kontrol jangka pendek, sementara GTC memberi fleksibilitas lintas hari.
Memilih durasi order yang tepat membantu kamu menjaga disiplin, menghindari entry tidak disengaja, dan menyelaraskan eksekusi dengan strategi trading kamu. Yuk, trading lewat aplikasi Gotrade, sekarang!
FAQ
Day orders adalah apa?
Day orders adalah order yang hanya aktif selama satu sesi perdagangan dan otomatis batal di akhir hari jika belum terisi.
Apa perbedaan day order vs GTC?
Day order hanya berlaku satu hari, sedangkan GTC tetap aktif lintas hari sampai dibatalkan atau terisi.
Apakah day order lebih aman untuk pemula?
Untuk strategi intraday, day order bisa lebih aman karena mengurangi risiko order terlupakan.












