Mark to market adalah metode penyesuaian nilai wajar suatu aset atau kewajiban berdasarkan harga pasar terkini. Dalam praktiknya, nilai instrumen keuangan tidak dicatat berdasarkan harga beli awal saja, tetapi diperbarui sesuai harga pasar yang berlaku saat itu.
Konsep ini sangat penting di pasar modern, terutama untuk instrumen derivatif seperti futures, options, dan kontrak margin. Mark to market membuat nilai portofolio bergerak mengikuti harga pasar secara real-time.
Jika kamu aktif trading saham atau derivatif, memahami mark to market membantu kamu membaca pergerakan nilai akun dengan lebih rasional, bukan hanya berdasarkan harga beli.
Konsep Mark to Market
Secara sederhana, mark to market berarti menilai aset berdasarkan harga pasar hari ini, bukan harga historis.
Misalnya, kamu membeli saham di harga Rp10.000 dan harga pasar naik menjadi Rp11.000. Secara mark to market, nilai posisi kamu kini dianggap Rp11.000 per saham, meskipun belum dijual.
Sebaliknya, jika harga turun menjadi Rp9.000, maka nilai akun kamu otomatis mencerminkan penurunan tersebut.
Konsep ini membuat laporan keuangan dan nilai portofolio lebih transparan karena mencerminkan kondisi pasar aktual.
Penyesuaian nilai wajar
Melansir halaman Investopedia, penyesuaian nilai wajar dilakukan secara berkala, bahkan harian, tergantung jenis instrumen. Pada kontrak derivatif seperti futures, penyesuaian bisa terjadi setiap hari melalui proses settlement.
Itulah sebabnya trader futures sering melihat perubahan saldo harian meskipun belum menutup posisi.
Berbeda dengan historical cost
Dalam metode historical cost, aset dicatat berdasarkan harga beli awal dan tidak diperbarui hingga dijual. Mark to market justru menyesuaikan nilai setiap hari mengikuti pasar.
Pendekatan ini lebih realistis, tetapi juga membuat laporan keuangan lebih fluktuatif.
Dampak Mark to Market pada Kontrak Derivatif
Mark to market sangat relevan dalam kontrak derivatif, terutama yang menggunakan margin. Dilansir dari Corporate Finance Institute, berikut adalah sejumlah dampaknya:
Futures dan margin account
Dalam kontrak futures, keuntungan atau kerugian dihitung dan disesuaikan setiap hari. Jika harga bergerak melawan posisi kamu, maka kerugian langsung dipotong dari margin.
Jika saldo margin turun di bawah batas minimum, broker dapat mengeluarkan margin call.
Artinya, kamu harus menambah dana agar posisi tetap terbuka.
Options trading
Pada options trading, nilai premium juga berubah setiap hari mengikuti harga underlying, volatilitas, dan waktu tersisa.
Walaupun kamu belum menjual kontrak options, nilai akun tetap mencerminkan harga pasar terkini.
Mark to market membuat profit atau loss terlihat sebelum posisi benar-benar ditutup.
Dampak pada leverage
Karena derivatif sering menggunakan leverage, fluktuasi kecil pada underlying bisa menghasilkan perubahan nilai yang besar pada akun.
Mark to market memastikan perubahan tersebut tercatat secara langsung.
Jika kamu tertarik memahami cara kerja options trading dengan risiko yang terukur, kamu bisa mulai belajar dan praktik melalui aplikasi Gotrade Indonesia.
Risiko Fluktuasi Harian
Mark to market membawa transparansi, tetapi juga meningkatkan volatilitas nilai akun.
Tekanan psikologis
Perubahan nilai harian bisa membuat trader panik, terutama saat pasar bergerak tajam. Padahal, posisi belum tentu perlu ditutup. Tanpa pemahaman konsep ini, investor bisa salah mengambil keputusan karena reaksi emosional.
Forced liquidation
Dalam akun margin, fluktuasi harian dapat memicu margin call atau likuidasi paksa jika dana tidak mencukupi. Ini sering terjadi pada trader yang menggunakan leverage tinggi tanpa manajemen risiko.
Distorsi nilai saat pasar tidak likuid
Dalam kondisi pasar tidak likuid, harga pasar bisa bergerak tajam dalam waktu singkat.
Mark to market tetap mencatat harga tersebut sebagai nilai wajar, meskipun mungkin hanya terjadi pada volume kecil.
Hal ini bisa membuat nilai portofolio tampak sangat fluktuatif.
Kapan Mark to Market Menguntungkan dan Berisiko
Mark to market menguntungkan karena:
Memberikan gambaran nilai portofolio secara real-time
Meningkatkan transparansi laporan keuangan
Membantu manajemen risiko harian
Namun, juga berisiko karena:
Menimbulkan tekanan psikologis akibat fluktuasi harian
Memicu margin call pada akun leverage
Membuat laporan keuangan lebih sensitif terhadap volatilitas pasar
Investor jangka panjang biasanya tidak terlalu fokus pada perubahan mark to market harian, sementara trader aktif perlu memantau perubahan ini secara ketat.
Kesimpulan
Mark to market adalah metode penyesuaian nilai wajar aset berdasarkan harga pasar terkini. Konsep ini sangat penting dalam kontrak derivatif karena menentukan nilai profit atau loss secara harian.
Walaupun meningkatkan transparansi, mark to market juga membawa risiko fluktuasi harian dan potensi margin call jika menggunakan leverage.
Memahami konsep ini membantu kamu lebih tenang dalam menghadapi volatilitas pasar dan mengelola risiko dengan lebih disiplin.
Jika kamu ingin mulai trading saham atau options dengan pemahaman risiko yang jelas, kamu bisa memanfaatkan fitur di aplikasi Gotrade Indonesia untuk belajar dan membangun strategi secara bertahap.
FAQ
Apa itu mark to market dalam investasi?
Mark to market adalah metode penilaian aset berdasarkan harga pasar terkini, bukan harga beli awal.
Apakah mark to market selalu merugikan?
Tidak. Metode ini hanya mencerminkan kondisi pasar saat ini, baik untung maupun rugi.
Kenapa mark to market penting dalam derivatif?
Karena kontrak derivatif menggunakan margin dan leverage, sehingga perubahan harga harus dicatat secara harian.












