HSBC menyediakan layanan administratif untuk sejumlah dana yang berinvestasi dengan Madoff Securities, seperti dilaporkan The Guardian.
Chief Financial Officer (CFO) HSBC, Pam Kaur, mengatakan kepada jurnalis bahwa kasus ini kompleks dan penyelesaiannya bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Faktor kedua adalah cadangan tambahan $1 miliar untuk mengatasi dampak perlambatan real estate di China dan Hong Kong, yang telah meningkatkan kredit macet di sektor perbankan.
Meskipun biaya operasional membengkak, The Guardian mencatat ada sisi positif di mana pendapatan bunga bersih naik 15% dan pendapatan biaya bersih naik 12%.
'Shadow Banking' Menjadi Kekhawatiran Baru
Selain isu laba, perhatian para eksekutif bank tertuju pada "shadow banking" atau perbankan bayangan.
Ini adalah istilah untuk pinjaman yang diberikan oleh lembaga non-bank, seperti perusahaan private equity.
Kekhawatiran ini memuncak setelah runtuhnya produsen suku cadang mobil AS First Brands dan pemberi pinjaman mobil subprime Tricolor, yang keduanya sangat bergantung pada kredit swasta, menurut The Telegraph.
Masalah utamanya adalah kurangnya transparansi di pasar senilai $3 triliun ini.
Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan bahwa banyak dari investasi ini "tidak jelas" dan menggunakan "peringkat pribadi" yang tidak dapat diperiksa regulator, seperti ditulis The Telegraph.
Pam Kaur dari HSBC menyatakan bahwa eksposur langsung banknya ke industri ini kecil.
Namun, dia khawatir tentang "risiko orde kedua dan ketiga", yaitu risiko tidak langsung dari rekanan (counterparties) yang mungkin terkena dampak jika terjadi krisis di industri ini.
Peringatan serupa datang dari Bank of England dan IMF, yang khawatir akan efek domino ke sistem keuangan jika terjadi penurunan, menurut The Guardian.
Para Bankir Terbelah Soal Risiko Sistemik
Meskokpun begitu, tidak semua bankir setuju bahwa krisis besar akan segera terjadi.
Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase & Co., memperingatkan, "Ketika kamu melihat satu kecoa, mungkin ada lebih banyak lagi," lapor The Telegraph.
JPMorgan Chase & Co. sendiri mencatat kerugian $170 juta dari eksposurnya ke Tricolor.
Barclays PLC juga mengungkapkan eksposurnya sebesar £20 miliar, meskipun mereka meremehkan risikonya, catat The Guardian.
Di sisi lain, David Solomon, CEO The Goldman Sachs Group, Inc., meredam kekhawatiran tersebut.
Dia mengatakan kepada Bloomberg TV bahwa kebangkrutan baru-baru ini adalah "peristiwa istimewa" dan bukan tanda-tanda krisis sistemik, lapor The Telegraph.
Terlepas dari perdebatan tersebut, CEO HSBC Georges Elhedery menyatakan banknya tetap fokus untuk menjadi "bank yang lebih sederhana, lebih gesit, dan fokus."
Referensi:
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.