LEAPS options adalah singkatan dari Long-term Equity Anticipation Securities, yaitu kontrak opsi dengan waktu jatuh tempo yang panjang, biasanya lebih dari satu tahun.
Berbeda dari opsi biasa yang umumnya berdurasi mingguan atau bulanan, LEAPS dirancang untuk investor yang ingin mengambil posisi jangka panjang dengan modal lebih kecil dibanding membeli saham langsung.
Dengan LEAPS, investor bisa mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham dalam jangka waktu panjang tanpa harus mengalokasikan dana sebesar pembelian saham penuh. Inilah yang membuat LEAPS sering disebut sebagai leverage play jangka panjang.
Apa Itu LEAPS (Long-term Equity Anticipation Securities)
LEAPS adalah opsi call atau put dengan masa berlaku yang lebih panjang, biasanya satu hingga tiga tahun.
Secara struktur, LEAPS tetap merupakan kontrak opsi standar yang memiliki:
-
Tanggal jatuh tempo
-
Premi yang dibayar pembeli
-
Hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual saham
Perbedaannya hanya pada durasi waktu yang lebih panjang dibanding opsi reguler.
Investor yang membeli LEAPS call, misalnya, mendapatkan hak untuk membeli saham pada harga tertentu hingga beberapa tahun ke depan. Jika harga saham naik signifikan dalam periode tersebut, nilai opsi bisa meningkat secara proporsional.
Perbedaan LEAPS dan Options Biasa
Meskipun mekanismenya sama, ada beberapa perbedaan penting antara LEAPS dan opsi jangka pendek.
1. Durasi waktu
Options biasa sering kali memiliki tenor mingguan atau bulanan. LEAPS memiliki tenor lebih dari 12 bulan. Durasi panjang memberi waktu lebih luas bagi tesis investasi untuk berkembang.
2. Sensitivitas terhadap waktu
Time decay atau peluruhan nilai waktu pada LEAPS lebih lambat dibanding opsi jangka pendek.
Namun peluruhan tetap ada, terutama ketika mendekati jatuh tempo.
3. Biaya premi
Premi LEAPS biasanya lebih mahal secara nominal karena durasi panjang, tetapi tetap lebih kecil dibanding membeli saham penuh dalam jumlah yang sama.
Mengapa LEAPS Efektif sebagai Leverage Play Jangka Panjang?
Melansir Investopedia, banyak investor menggunakan LEAPS untuk mendapatkan leverage tanpa menggunakan utang.
Beberapa alasan utamanya:
-
Modal lebih kecil dibanding membeli saham langsung
-
Potensi imbal hasil persentase lebih tinggi jika saham naik
-
Risiko terbatas pada premi yang dibayarkan
Sebagai contoh sederhana:
-
Harga saham: 100
-
LEAPS call strike 100 dengan premi 15
Dengan 15, investor mendapatkan eksposur setara saham 100. Jika saham naik ke 140 dalam dua tahun, kenaikan nilai opsi bisa jauh lebih besar secara persentase dibanding membeli saham langsung.
Strategi ini sering digunakan untuk saham dengan prospek pertumbuhan jangka panjang, di mana investor yakin pada tren fundamental tetapi ingin mengoptimalkan penggunaan modal.
Jika kamu ingin memahami lebih dalam cara kerja opsi saham sebelum menggunakan strategi seperti LEAPS, kamu bisa mempelajari fitur options di Gotrade Indonesia untuk membangun pemahaman dasar mengenai struktur dan risikonya.
Risiko LEAPS: Time Decay Tetap Ada
Meskipun LEAPS memiliki time decay yang lebih lambat, peluruhan nilai tetap menjadi faktor risiko.
Beberapa risiko utama:
-
Saham tidak bergerak sesuai ekspektasi
-
Volatilitas menurun sehingga nilai opsi tertekan
-
Time decay meningkat saat mendekati jatuh tempo
Jika saham bergerak sideways dalam waktu lama, nilai LEAPS bisa menurun meskipun harga tidak turun signifikan.
Berbeda dengan saham biasa yang bisa disimpan tanpa batas waktu, LEAPS memiliki batas umur yang pasti.
Cara Pilih LEAPS yang Tepat
Memilih LEAPS tidak bisa sembarangan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
1. Pilih saham dengan fundamental kuat
Karena durasinya panjang, LEAPS lebih cocok untuk saham dengan prospek pertumbuhan jelas dan model bisnis solid.
2. Perhatikan strike price
Strike yang terlalu jauh dari harga saat ini membuat opsi lebih murah, tetapi probabilitas untung juga lebih rendah.
Strike at-the-money atau sedikit in-the-money sering dianggap lebih seimbang untuk strategi jangka panjang.
3. Cek implied volatility
Implied volatility yang terlalu tinggi dapat membuat premi mahal. Membeli LEAPS saat volatilitas relatif rendah bisa lebih efisien.
4. Sesuaikan dengan horizon investasi
Jika target pertumbuhan diperkirakan terjadi dalam dua hingga tiga tahun, pilih LEAPS dengan tenor yang cukup panjang agar tidak tertekan oleh waktu terlalu cepat.
Kesimpulan
LEAPS options adalah instrumen opsi jangka panjang yang memungkinkan investor mendapatkan leverage dengan modal lebih kecil dibanding membeli saham langsung. Berbeda dari opsi biasa, LEAPS memiliki tenor lebih panjang dan time decay yang lebih lambat.
Strategi ini efektif untuk investor yang memiliki keyakinan jangka panjang terhadap suatu saham, tetapi tetap ingin membatasi risiko pada premi yang dibayarkan. Namun time decay dan volatilitas tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Jika kamu ingin mengeksplorasi strategi opsi jangka panjang dan memahami cara mengelola risikonya, kamu bisa memanfaatkan fitur options di Gotrade Indonesia untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko dan tujuan investasi kamu.
Mulai eksplorasi dan coba trading options di Gotrade sekarang!
FAQ
LEAPS options adalah apa?
LEAPS adalah opsi jangka panjang dengan tenor lebih dari satu tahun yang memberikan hak beli atau jual saham di masa depan.
Apakah LEAPS lebih aman dari opsi biasa?
LEAPS memiliki time decay lebih lambat, tetapi tetap memiliki risiko jika harga saham tidak bergerak sesuai ekspektasi.
Mengapa LEAPS disebut leverage jangka panjang?
Karena investor bisa mendapatkan eksposur saham dengan modal lebih kecil dibanding membeli saham langsung.











