Lifestyle Inflation Saat Hari Raya: Kenali dan Hindari Dampaknya

Lifestyle Inflation Saat Hari Raya: Kenali dan Hindari Dampaknya

Share this article

Hari raya sering dipandang sebagai momen bahagia. Ada bonus, THR, kumpul keluarga, dan suasana perayaan yang mendorong orang untuk “sedikit lebih royal”. Masalahnya, di sinilah lifestyle inflation sering terjadi tanpa disadari. Pengeluaran meningkat bukan karena kebutuhan, tetapi karena standar gaya hidup ikut naik.

Jika tidak dikelola dengan sadar, lifestyle inflation saat hari raya bisa berdampak panjang ke kondisi keuangan pribadi, bahkan setelah momen perayaan selesai.

Mengenal Lifestyle Inflation

Lifestyle inflation adalah kondisi ketika pengeluaran meningkat seiring meningkatnya pemasukan atau momen tertentu, tanpa perencanaan yang jelas. Akibatnya, meskipun pendapatan bertambah, kondisi keuangan tidak terasa lebih longgar.

Lifestyle inflation sering terjadi secara halus. Tidak terasa seperti boros, karena setiap pengeluaran terasa “masuk akal” di saat itu.

Hari raya menjadi salah satu pemicu paling umum, karena ada kombinasi antara tambahan pemasukan dan tekanan sosial.

Mengapa Lifestyle Inflation Mudah Terjadi Saat Hari Raya?

Ada beberapa faktor yang membuat hari raya menjadi momen rawan lifestyle inflation, mengutip Investopedia, seperti:

  1. Adanya tambahan pemasukan seperti THR atau bonus. Uang yang datang sekaligus sering dianggap sebagai “uang ekstra”, sehingga lebih mudah dibelanjakan tanpa perhitungan matang.
  2. Dapat tekanan sosial, budaya, dan orang sekitar. Tradisi memberi, menjamu, dan tampil pantas di hadapan keluarga besar sering mendorong pengeluaran lebih besar dari biasanya.
  3. Emosi dan suasana perayaan. Hari raya identik dengan kebahagiaan dan rasa pantas untuk memanjakan diri setelah bekerja keras sepanjang tahun.

Semua faktor ini membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur.

Contoh Lifestyle Inflation Saat Hari Raya

Lifestyle inflation saat hari raya tidak selalu ekstrem. Justru sering muncul dalam bentuk yang tampak wajar. Contohnya:

  • Meningkatkan anggaran konsumsi jauh di atas kebiasaan

  • Membeli pakaian atau gadget baru karena “setahun sekali”

  • Memberi hadiah di luar kemampuan agar terlihat pantas

  • Liburan lebih mahal dari rencana awal karena FOMO

Masalah muncul ketika pola ini berulang setiap tahun dan menjadi standar baru.

Kalau kamu mulai merasa pengeluaran hari raya selalu naik tiap tahun tanpa sadar, ini bisa jadi sinyal awal lifestyle inflation.

Dampak Lifestyle Inflation ke Keuangan Pribadi

Dampak lifestyle inflation sering tidak langsung terasa, tetapi akumulasinya signifikan.

Tabungan sulit bertambah

Kenaikan pemasukan habis untuk kenaikan gaya hidup, bukan memperkuat fondasi keuangan.

Pemulihan keuangan setelah hari raya jadi lebih berat

Banyak orang merasa “kosong” setelah perayaan karena pengeluaran sudah terlalu maju.

Tujuan jangka panjang tertunda

Dana yang seharusnya bisa dialokasikan ke dana darurat, tabungan, atau investasi justru habis untuk konsumsi sesaat.

Dalam jangka panjang, lifestyle inflation membuat keuangan terasa stagnan meski penghasilan meningkat.

Cara Menghindari Lifestyle Inflation Saat Hari Raya

Menghindari lifestyle inflation bukan berarti menghilangkan makna hari raya. Kuncinya adalah kesadaran dan batas yang jelas.

Pisahkan momen dan standar hidup

Hari raya adalah momen, bukan standar hidup baru. Penting untuk menyadari bahwa pengeluaran di periode ini tidak harus menjadi patokan ke depan.

Dengan cara ini, kenaikan pengeluaran tidak otomatis “terbawa” ke bulan berikutnya.

Tentukan batas sejak awal

Sebelum hari raya, tentukan batas pengeluaran yang realistis. Batas ini membantu keputusan tetap rasional meski suasana emosional.

Batas bukan larangan, tetapi pagar agar pengeluaran tetap terkendali.

Sadari pemicu emosional

Banyak pengeluaran terjadi karena emosi, bukan kebutuhan. Menyadari kapan belanja dilakukan untuk validasi sosial atau pelarian stres membantu mengurangi keputusan impulsif.

Alokasikan dana ke tujuan jangka panjang lebih dulu

Salah satu cara efektif adalah menyisihkan sebagian pemasukan tambahan ke tabungan atau investasi sebelum belanja hari raya dimulai.

Pendekatan ini membuat sisa dana lebih mudah dikelola tanpa rasa bersalah.

Kalau kamu ingin menjaga keseimbangan antara menikmati hari raya dan keuangan jangka panjang, mulai dari menetapkan batas dan alokasi sejak awal.

Pentingnya Mengenali Lifestyle Inflation

Penting untuk diingat bahwa lifestyle inflation tidak selalu salah. Menikmati hasil kerja keras adalah hal yang wajar.

Masalah muncul ketika kenaikan gaya hidup terjadi otomatis, tanpa kesadaran, dan mengorbankan stabilitas keuangan.

Dengan kesadaran, kamu bisa memilih kapan ingin meningkatkan gaya hidup, dan kapan perlu menahan diri.

Kesimpulan

Lifestyle inflation saat hari raya sering terjadi karena kombinasi tambahan pemasukan, tekanan sosial, dan emosi perayaan. Contohnya bisa terlihat kecil, tetapi dampaknya besar jika berulang setiap tahun.

Dengan memahami arti lifestyle inflation, mengenali contohnya, dan menerapkan batas yang sadar, kamu bisa tetap menikmati hari raya tanpa mengorbankan keuangan pribadi.

Jika kamu ingin mulai menyeimbangkan gaya hidup dan tujuan keuangan jangka panjang, kamu bisa mengombinasikan pengelolaan anggaran hari raya dengan tabungan dan investasi terukur melalui aplikasi Gotrade sesuai kebutuhanmu.

FAQ

Apa itu lifestyle inflation?
Lifestyle inflation adalah kenaikan pengeluaran seiring momen tertentu atau peningkatan pemasukan tanpa perencanaan.

Kenapa lifestyle inflation sering terjadi saat hari raya?
Karena ada tambahan pemasukan, tekanan sosial, dan dorongan emosional.

Bagaimana cara mencegah lifestyle inflation?
Dengan menetapkan batas pengeluaran, menyadari pemicu emosional, dan memprioritaskan tujuan keuangan jangka panjang.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade