Banyak investor memilih ETF karena kemudahan diversifikasi dan biaya yang efisien. Namun, tidak semua ETF memiliki kualitas perdagangan yang sama. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah likuiditas ETF.
Memahami likuiditas ETF membantu investor menilai seberapa mudah sebuah ETF diperdagangkan tanpa memengaruhi harga secara signifikan. Artikel ini membahas definisi likuiditas ETF, peran volume dan spread, dampaknya pada eksekusi order, serta risiko ETF yang kurang likuid.
Apa Itu ETF Liquidity?
Likuiditas ETF adalah kemampuan ETF untuk dibeli atau dijual dengan cepat di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar.
Likuiditas tidak hanya soal seberapa sering ETF diperdagangkan, tetapi juga seberapa efisien transaksi dapat dieksekusi pada harga yang mendekati nilai wajarnya.
ETF yang likuid memungkinkan investor masuk dan keluar posisi dengan biaya implisit yang lebih rendah.
Faktor Utama yang Menentukan Likuiditas ETF
Likuiditas ETF dibentuk oleh beberapa komponen yang saling terkait.
Volume perdagangan ETF
Volume menunjukkan seberapa banyak unit ETF diperdagangkan dalam periode tertentu. Volume tinggi biasanya menandakan minat pasar yang besar.
Namun, volume bukan satu-satunya penentu likuiditas ETF.
Spread bid-ask
Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Spread yang sempit menunjukkan likuiditas yang baik karena biaya transaksi implisit lebih rendah.
ETF dengan spread lebar cenderung lebih mahal untuk diperdagangkan.
Likuiditas aset dasar
Likuiditas ETF sangat dipengaruhi oleh likuiditas aset di dalamnya. ETF yang berisi saham-saham besar dan aktif diperdagangkan biasanya lebih likuid.
Sebaliknya, ETF dengan aset dasar niche atau kurang likuid bisa memiliki likuiditas terbatas meski volumenya terlihat cukup.
Peran market maker dan authorized participants
Market maker dan authorized participants membantu menjaga kelancaran perdagangan ETF. Mereka menyediakan kuotasi harga dan memfasilitasi proses creation dan redemption.
Peran ini membantu menstabilkan harga dan likuiditas ETF.
Berdasarkan situs justETF, likuiditas ETF lebih bergantung pada likuiditas aset dasarnya daripada volume perdagangan ETF semata.
Perbedaan Volume ETF dan Likuiditas ETF
Banyak investor menyamakan volume dengan likuiditas, padahal keduanya tidak selalu sejalan.
ETF dengan volume rendah masih bisa likuid jika aset dasarnya sangat likuid dan market maker aktif. Sebaliknya, ETF dengan volume tinggi bisa mengalami masalah likuiditas jika aset dasarnya sulit diperdagangkan.
Karena itu, menilai likuiditas ETF perlu melihat lebih dari satu indikator.
Dampak Likuiditas ETF terhadap Eksekusi Order
Likuiditas ETF berpengaruh langsung pada hasil transaksi investor.
Kualitas harga eksekusi
ETF yang likuid cenderung memberikan harga eksekusi yang dekat dengan nilai aset bersihnya. Selisih harga akibat slippage relatif kecil.
ETF kurang likuid meningkatkan risiko tereksekusi di harga yang kurang optimal.
Kecepatan transaksi
Likuiditas yang baik memungkinkan order dieksekusi lebih cepat tanpa harus menunggu lawan transaksi.
Dalam kondisi pasar aktif, kecepatan ini sangat penting.
Biaya transaksi implisit
Spread yang lebar meningkatkan biaya implisit, meski tidak terlihat sebagai komisi. Biaya ini menggerus hasil investasi secara bertahap.
Likuiditas yang baik membantu menekan biaya ini.
Dampak pada ukuran posisi
ETF yang kurang likuid membatasi ukuran posisi yang bisa dieksekusi secara efisien. Order besar berpotensi menggerakkan harga.
Investor perlu menyesuaikan ukuran transaksi dengan kondisi likuiditas.
Dilansir dari Investopedia, biaya implisit akibat likuiditas rendah sering menjadi penyebab utama underperformance ETF tertentu.
Risiko ETF yang Kurang Likuid
ETF dengan likuiditas rendah membawa risiko tambahan.
Spread melebar saat pasar bergejolak
Di kondisi volatil, spread ETF yang kurang likuid dapat melebar drastis. Hal ini membuat keluar masuk posisi menjadi mahal.
Risiko ini sering muncul di saat yang tidak diinginkan.
Tracking error yang lebih besar
Likuiditas rendah dapat memperbesar tracking error karena harga ETF menyimpang dari nilai aset bersihnya.
Investor mungkin tidak mendapatkan eksposur yang diharapkan.
Slippage saat menggunakan market order
Market order pada ETF kurang likuid berisiko tereksekusi jauh dari harga terakhir. Slippage menjadi lebih signifikan.
Pemilihan jenis order menjadi krusial.
Kesulitan keluar posisi
Dalam kondisi ekstrem, likuiditas rendah bisa membuat exit posisi menjadi sulit tanpa mengorbankan harga.
Risiko ini perlu dipertimbangkan sejak awal.
Cara Menilai Likuiditas ETF secara Praktis
Investor dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
- Periksa spread bid-ask sebagai indikator utama
Spread sempit biasanya lebih penting daripada volume harian semata.
- Lihat likuiditas aset dasar ETF, bukan hanya statistik ETF itu sendiri
ETF berbasis saham besar umumnya lebih stabil.
- Perhatikan jam perdagangan aktif
Likuiditas cenderung lebih baik saat pasar utama aset dasar sedang buka.
Gunakan limit order untuk mengontrol harga, terutama pada ETF dengan likuiditas menengah hingga rendah.
Kesalahan dalam Menilai Likuiditas ETF
Kesalahan umum adalah hanya melihat volume harian tanpa memperhatikan spread. Kesalahan lain adalah menganggap semua ETF sama likuidnya karena diperdagangkan di bursa besar.
Banyak investor juga mengabaikan dampak likuiditas saat ukuran transaksi meningkat.
Kesimpulan
Likuiditas ETF adalah faktor penting yang memengaruhi kualitas eksekusi, biaya implisit, dan risiko transaksi. Likuiditas ditentukan oleh kombinasi volume, spread, peran market maker, dan likuiditas aset dasar.
Dengan memahami ETF liquidity secara menyeluruh, investor dapat memilih ETF yang lebih efisien dan menghindari risiko tersembunyi akibat likuiditas rendah. Pendekatan ini membantu hasil investasi lebih konsisten dalam jangka panjang.
Mulai investasi ETF di aplikasi Gotrade Indonesia, modal mulai Rp15.000 dan akses beragam ETF global populer.
FAQ
Apa itu likuiditas ETF?
Likuiditas ETF adalah kemampuan ETF diperdagangkan dengan cepat tanpa memengaruhi harga secara signifikan.
Apakah volume tinggi selalu berarti ETF likuid?
Tidak. Likuiditas juga bergantung pada spread dan aset dasar ETF.
Bagaimana cara mengurangi risiko ETF kurang likuid?
Dengan memperhatikan spread, menggunakan limit order, dan menyesuaikan ukuran transaksi.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











