Liquidity Vacuum Adalah: Arti, Penyebab, dan Dampaknya

Liquidity Vacuum Adalah: Arti, Penyebab, dan Dampaknya

Share this article

Dalam kondisi pasar normal, transaksi jual dan beli berjalan relatif mulus karena ada cukup likuiditas di berbagai level harga. Namun, pada momen tertentu, likuiditas bisa menghilang secara tiba-tiba. Situasi inilah yang dikenal sebagai liquidity vacuum.

Memahami liquidity vacuum penting bagi trader dan investor aktif karena fenomena ini sering memicu pergerakan harga ekstrem dalam waktu singkat. Artikel ini membahas arti liquidity vacuum, contoh kejadiannya saat news atau earnings, serta cara mitigasi risiko agar tidak terjebak volatilitas yang merugikan.

Apa Itu Liquidity Vacuum?

Liquidity vacuum adalah kondisi ketika likuiditas di pasar menurun drastis atau hampir menghilang dalam waktu singkat, sehingga harga bergerak cepat tanpa banyak transaksi penyeimbang.

Dalam situasi ini, order beli atau jual di level harga tertentu sangat tipis atau bahkan tidak ada. Akibatnya, satu order besar dapat mendorong harga meloncat jauh dari level sebelumnya.

Liquidity vacuum bukan berarti tidak ada transaksi sama sekali, tetapi berarti kedalaman pasar sangat dangkal sehingga harga menjadi tidak stabil.

Mengapa Liquidity Vacuum Bisa Terjadi?

Vacuum likuiditas biasanya muncul akibat kombinasi perilaku pelaku pasar dan struktur order book.

Penarikan order oleh pelaku pasar

Saat ketidakpastian meningkat, banyak market maker dan trader profesional menarik order mereka dari order book. Tujuannya adalah menghindari risiko tereksekusi di harga yang tidak diinginkan.

Penarikan ini menciptakan celah besar antar level harga.

Ketidakseimbangan antara order beli dan jual

Liquidity vacuum sering muncul ketika order agresif datang dari satu sisi pasar, sementara sisi lain tidak siap menyerapnya. Ketidakseimbangan ini mempercepat pergerakan harga.

Kemudian, harga bergerak mencari likuiditas berikutnya.

Reaksi terhadap informasi baru

Informasi mendadak membuat pelaku pasar menunda keputusan atau bereaksi ekstrem. Akibatnya, likuiditas mengering sementara harga menyesuaikan secara cepat.

Menurut WRAL News, liquidity vacuum adalah salah satu penyebab utama lonjakan volatilitas jangka pendek di pasar keuangan.

Contoh Liquidity Vacuum saat News dan Earnings

Fenomena ini paling sering terlihat di sekitar rilis informasi penting.

Rilis data ekonomi atau berita besar

Saat data ekonomi penting diumumkan, banyak pelaku pasar menunggu konfirmasi arah. Selama jeda tersebut, order book menjadi tipis.

Begitu arah harga terbentuk, pergerakan bisa sangat tajam karena minimnya likuiditas.

Earnings saham individual

Liquidity vacuum sering terjadi tepat setelah laporan keuangan dirilis. Jika hasil earnings jauh dari ekspektasi, order agresif masuk sementara likuiditas belum kembali normal.

Harga saham bisa melonjak atau jatuh drastis dalam hitungan menit.

Pembukaan dan penutupan pasar

Di awal dan akhir sesi perdagangan, likuiditas sering lebih tipis. Jika dikombinasikan dengan news atau earnings, risiko liquidity vacuum meningkat.

Trader perlu ekstra waspada di jam-jam ini.

Mengutip Bloomberg, pergerakan ekstrem pasca-earnings sering kali lebih dipicu oleh vacuum likuiditas daripada perubahan fundamental instan.

Dampak Liquidity Vacuum terhadap Harga dan Risiko

Liquidity vacuum membawa konsekuensi langsung bagi pelaku pasar.

Lonjakan volatilitas ekstrem

Harga dapat bergerak sangat cepat dan melewati level teknikal penting tanpa banyak transaksi. Stop loss bisa tereksekusi jauh dari harga yang diharapkan.

Ingat, volatilitas ekstrem meningkatkan risiko slippage.

Distorsi harga sementara

Pergerakan akibat vacuum likuiditas sering bersifat sementara. Setelah likuiditas kembali, harga bisa berbalik atau menormalisasi.

Trader yang masuk di puncak pergerakan berisiko terjebak.

Peningkatan biaya implisit trading

Spread melebar dan eksekusi menjadi kurang efisien. Biaya trading meningkat meski tidak terlihat secara eksplisit.

Liquidity vacuum sering menjadi biaya tersembunyi.

Cara Mitigasi Risiko Liquidity Vacuum

Liquidity vacuum tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi risikonya bisa dikelola.

Menghindari trading saat event berisiko tinggi

Jika tidak memiliki strategi khusus, sebaiknya hindari entry tepat sebelum atau sesaat setelah news dan earnings. Menunggu likuiditas kembali sering lebih aman.

Menggunakan ukuran posisi yang lebih kecil

Mengurangi ukuran posisi membantu membatasi dampak slippage dan pergerakan ekstrem. Ini penting saat volatilitas diperkirakan meningkat.

Memilih jenis order dengan bijak

Market order saat liquidity vacuum berisiko tereksekusi di harga yang buruk. Limit order memberikan kontrol harga, meski ada risiko tidak tereksekusi.

Pemilihan order memengaruhi hasil akhir.

Memperhatikan spread dan depth pasar

Sebelum masuk posisi, periksa spread dan kedalaman order book. Spread yang melebar dan depth yang tipis adalah sinyal potensi vacuum likuiditas.

Observasi sederhana ini sering diabaikan.

Menyesuaikan stop loss dengan kondisi pasar

Stop loss yang terlalu ketat di kondisi likuiditas tipis mudah tersapu. Menyesuaikan jarak stop atau menunggu kondisi stabil dapat mengurangi risiko.

Kesalahan saat Menghadapi Liquidity Vacuum

Kesalahan umum adalah menganggap pergerakan cepat selalu mencerminkan informasi baru yang valid. Banyak trader juga memaksakan entry karena takut tertinggal.

Kesalahan lain adalah menggunakan market order besar di kondisi likuiditas rendah tanpa mempertimbangkan slippage.

Kesimpulan

Liquidity vacuum adalah kondisi ketika likuiditas pasar menghilang sementara, menyebabkan pergerakan harga yang cepat dan ekstrem. Fenomena ini sering terjadi saat news besar, earnings, atau periode likuiditas rendah.

Dengan memahami ciri dan risiko liquidity vacuum, serta menerapkan mitigasi seperti pengaturan ukuran posisi, pemilihan jenis order, dan timing yang tepat, trader dapat mengurangi dampak volatilitas ekstrem.

Gunakan pemahaman ini untuk mengeksekusi trade secara lebih hati-hati saat likuiditas menipis. Trading dengan pendekatan disiplin di Gotrade, mulai dengan modal Rp15.000 saja.

FAQ

Apa itu liquidity vacuum?
Liquidity vacuum adalah kondisi ketika likuiditas pasar menurun drastis sehingga harga bergerak sangat cepat.

Kapan liquidity vacuum sering terjadi?
Sering muncul saat rilis news besar, earnings, atau di jam perdagangan dengan likuiditas rendah.

Bagaimana cara mengurangi risikonya?
Dengan menghindari trading saat event besar, mengurangi ukuran posisi, dan memilih jenis order yang tepat.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade