Long Premium vs Short Premium: Kapan Harus Beli atau Jual Opsi

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Long premium (beli opsi) profit dari pergerakan harga besar dan kenaikan implied volatility, sementara short premium (jual opsi) profit dari time decay dan penurunan IV
  • Long premium cocok saat IV rendah dan ada katalis pergerakan besar, short premium cocok saat IV tinggi dan pasar cenderung sideways
  • Sebelum entry, trader perlu mengevaluasi level IV Rank, arah katalis, horizon waktu, dan risk-reward dari masing-masing pendekatan
Long Premium vs Short Premium: Kapan Harus Beli atau Jual Opsi

Share this article

Setiap kali membuka posisi options, trader pada dasarnya sedang memilih satu dari dua kubu: membeli premium (long) atau menjual premium (short). Keduanya bukan soal benar atau salah, melainkan soal konteks. Kondisi pasar, level volatilitas, dan horizon waktu menentukan pendekatan mana yang lebih masuk akal.

Memahami perbedaan ini adalah fondasi sebelum memilih strategi apapun.

Apa Itu Long Premium dan Short Premium?

Long premium berarti membeli opsi, baik call maupun put. Kamu membayar premi di awal sebagai biaya untuk mendapatkan hak membeli atau menjual underlying di harga tertentu. Profit datang ketika harga underlying bergerak signifikan sesuai arah posisi, atau ketika implied volatility (IV) naik setelah kamu masuk.

Contoh strategi long premium: membeli call saat ekspektasi breakout, membeli put saat ekspektasi breakdown, atau membeli straddle menjelang event besar.

Short premium berarti menjual opsi. Kamu menerima premi di awal sebagai kompensasi atas risiko yang ditanggung. Profit datang ketika harga underlying tidak bergerak melewati strike price, atau ketika IV turun sehingga premi opsi menyusut.

Contoh strategi short premium: menjual covered call pada saham yang dipegang, menjual cash-secured put, atau menjalankan wheel strategy.

Secara sederhana, long premium bertaruh bahwa pasar akan bergerak lebih besar dari yang diekspektasikan. Short premium bertaruh bahwa pasar akan bergerak lebih kecil dari yang diekspektasikan.

Ciri Market yang Cocok untuk Masing-Masing

Tidak semua kondisi pasar cocok untuk kedua pendekatan. Salah memilih konteks bisa membuat strategi yang bagus secara teori justru merugi.

Long premium paling efektif saat

a. IV relatif rendah. Saat IV Rank berada di bawah 30%, premi opsi cenderung murah. Jika volatilitas meningkat setelah entry, nilai opsi naik bahkan sebelum harga underlying bergerak banyak.

b. Ada katalis pergerakan besar. Earnings, rilis data ekonomi, keputusan FOMC, atau event geopolitik sering memicu pergerakan harga yang melebihi ekspektasi pasar. Long premium memanfaatkan momen ini.

c. Pasar menunjukkan potensi breakout atau breakdown. Konsolidasi yang panjang sering berakhir dengan pergerakan tajam. Long premium memberikan eksposur ke pergerakan tersebut dengan risiko terbatas pada premi yang dibayarkan.

Short premium paling efektif saat

a. IV relatif tinggi. Saat IV Rank di atas 50-70%, premi opsi cenderung mahal. Menjual opsi di kondisi ini memberikan premi besar, dan jika IV turun, nilai opsi menyusut lebih cepat.

b. Pasar cenderung sideways atau mean-reverting. Ketika harga bergerak dalam range tanpa tren jelas, opsi yang dijual sering berakhir tanpa nilai. Penjual premium diuntungkan oleh ketiadaan pergerakan besar.

c. Setelah event besar selesai. Pasca earnings atau pengumuman ekonomi, IV sering turun drastis (volatility crush). Short premium memanfaatkan penurunan IV ini untuk mengunci profit.

Risiko Time Decay vs Risiko Tail Move

Setiap pendekatan punya musuh utama yang berbeda.

Long premium vs time decay. Setiap hari, opsi kehilangan nilai karena theta. Semakin dekat ke expiry, semakin cepat penurunannya. Jika harga underlying tidak bergerak cukup besar atau cukup cepat, long premium merugi meskipun arah prediksi akhirnya benar.

Short premium vs tail move. Risiko terbesar penjual opsi adalah pergerakan harga ekstrem yang tidak terduga: gap down saat earnings, crash mendadak, atau lonjakan harga akibat berita tak terduga. Satu tail move bisa menghapus profit dari puluhan trade short premium yang sukses.

Perbedaan profil risiko ini fundamental:

  • Long premium: kerugian terbatas (hanya premi), tapi probabilitas profit lebih rendah. Mayoritas opsi yang dibeli berakhir merugi karena time decay.
  • Short premium: probabilitas profit lebih tinggi (sekitar 60-70% trade menguntungkan), tapi satu kerugian besar bisa sangat signifikan jika tidak dikelola.

Melansir Investopedia, memahami trade-off antara frekuensi profit dan magnitude kerugian adalah kunci memilih pendekatan yang sesuai dengan toleransi risiko.

Checklist Sebelum Entry

Sebelum memutuskan long atau short premium, evaluasi lima poin berikut:

  1. Berapa IV Rank saat ini?
    Di bawah 30% cenderung mendukung long premium. Di atas 50% cenderung mendukung short premium. Di antara keduanya, pertimbangkan faktor lain.
  2. Apakah ada katalis dalam waktu dekat?
    Jika ada event besar yang bisa menggerakkan harga signifikan, long premium lebih relevan. Jika tidak ada katalis, short premium sering lebih menguntungkan.
  3. Berapa lama horizon waktu trade?
    Long premium butuh pergerakan cepat sebelum theta menggerus nilai, pilih expiry minimal 2-3 minggu sebelum event. Short premium lebih fleksibel soal waktu, tapi tetap perlu memperhitungkan risiko holding period.
  4. Apakah risk-reward sudah jelas?
    Untuk long premium, pastikan potensi profit minimal 2x dari premi yang dibayarkan. Untuk short premium, pastikan premi yang diterima sepadan dengan risiko maksimum.
  5. Apakah position sizing sudah terukur?
    Jangan alokasikan lebih dari 2-5% modal per trade. Untuk short premium, pastikan margin tidak membuat portofolio terlalu terekspos pada satu posisi.

Kesimpulan

Long premium dan short premium bukan strategi yang saling bertentangan, melainkan dua alat untuk kondisi pasar yang berbeda.

Trader yang efektif tahu kapan harus membeli opsi dan kapan harus menjualnya, berdasarkan level IV, keberadaan katalis, dan profil risiko pribadi.

Kuncinya bukan memilih satu kubu selamanya, tapi membaca konteks dan menyesuaikan pendekatan. Mau coba terapkan strategi options? Yuk, download Gotrade dan coba options trading di aplikasinya.

FAQ

Apakah pemula sebaiknya mulai dari long atau short premium?

Long premium lebih aman untuk pemula karena kerugian terbatas pada premi yang dibayarkan. Short premium membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang manajemen risiko dan margin.

Bisakah long dan short premium digunakan bersamaan?

Bisa. Strategi seperti vertical spread menggabungkan keduanya: membeli satu opsi dan menjual opsi lain untuk mengurangi biaya premi sambil membatasi risiko.

Seberapa penting IV Rank dalam keputusan ini?

Sangat penting. IV Rank memberikan konteks apakah premi opsi saat ini tergolong mahal atau murah secara historis, yang langsung memengaruhi probabilitas keberhasilan masing-masing pendekatan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade