Lululemon (LULU) Lapor Earnings Q1 FY27 4 Juni: Apakah Defensive Consumer Trade Sudah Rusak?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • LULU lapor Q1 FY27 Kamis 4 Juni, konsensus $2.39B dan EPS $2.58.
  • US comp sales lemah dan China melambat tekan defensive consumer thesis.
  • Opsi reposisi ke ANF atau ONON menarik kalau guidance LULU mengecewakan.
Lululemon (LULU) Lapor Earnings Q1 FY27 4 Juni: Apakah Defensive Consumer Trade Sudah Rusak?

Share this article

Lululemon (LULU) akan melaporkan earnings Q1 FY27 setelah penutupan pasar Kamis, 4 Juni 2026. Periode pelaporan berakhir 4 Mei 2026.

Stock LULU sudah turun sekitar 20% sejak awal tahun. Tesis defensive consumer yang dulu jadi alasan beli premium athleisure sedang diuji habis-habisan.

Pertanyaannya simpel buat kamu: pre-earnings position, hold, atau reposisi ke nama lain di kategori ini?

Konsensus: Pendapatan $2.39B, EPS $2.58, Comp Sales Watch

Wall Street memasang konsensus pendapatan sekitar $2.39 miliar untuk Q1 FY27. Angka ini setara pertumbuhan 8% year-over-year. EPS konsensus berada di $2.58.

Pertumbuhan top-line 8% terdengar sehat. Tapi yang lebih kritis buat kamu adalah komposisi pertumbuhannya. Berapa banyak yang berasal dari ekspansi toko baru, dan berapa yang berasal dari same-store sales.

US same-store yang jadi fokus utama

Same-store sales di pasar Amerika Serikat hampir nol atau bahkan negatif dalam tiga kuartal terakhir. Ini sinyal yang membuat investor gelisah. Kategori premium athleisure di pasar inti LULU sudah terlihat jenuh.

Menurut Reuters, manajemen LULU sebelumnya sudah memangkas guidance karena tekanan tarif dan permintaan US yang lembek. Kalau US comp sales kuartal ini kembali negatif, defensive thesis akan susah dipertahankan.

Yang perlu kamu pantau adalah komentar manajemen soal traffic toko, average ticket size, dan promosi. Tiga indikator ini lebih bercerita daripada headline EPS.

Reset Pasar China dan Trajectory US Same-Store

China adalah bull thesis utama LULU sepanjang 2024 dan 2025. Pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik, terutama daratan China, sempat tembus dua digit tinggi. Tapi laju ini terlihat melambat sejak akhir 2025.

Baca juga: Anthropic Resmi Daftar IPO ke SEC: Cara Memposisikan Saham untuk Listing AI $1 Triliun Berikutnya

Konsumen China memangkas pengeluaran diskresioner. Brand premium import seperti LULU jadi salah satu kategori yang terkena dampak. Ekspansi toko di China bisa membantu top-line, tapi profitabilitas per toko jadi pertanyaan.

Dua skenario yang harus kamu pertimbangkan

Skenario pertama: China comp tetap di atas 15% YoY. Ini akan jadi sinyal bahwa ekspansi internasional masih layak dipercaya, dan stock bisa rebound dari level oversold.

Skenario kedua: China comp turun ke level satu digit. Ini akan menghapus satu pillar bull thesis terakhir. Stock berisiko membentuk leg down baru menuju support psikologis berikutnya.

Brand Heat Index: Ancaman Kompetitor Vuori dan Alo Yoga

Lima tahun lalu, LULU hampir tidak punya pesaing serius di kategori premium athleisure. Sekarang lanskapnya berbeda. Brand swasta seperti Vuori dan Alo Yoga merebut share di segmen aspirational consumer.

Vuori berhasil naik dari niche California ke jaringan toko nasional. Alo Yoga jadi favorit di kalangan Gen Z dan kolaborasi selebritas. Keduanya bukan listed company, tapi performa retail mereka terlihat di data lalu lintas toko dan engagement media sosial.

Listed comps yang bisa kamu pantau

Di sisi publik, ONON (On Holding) dan ANF (Abercrombie & Fitch) sedang outperforming. ANF berhasil reposisi brand dan membukukan growth dua digit. ONON membangun momentum di kategori performance running dan lifestyle hybrid.

Dilansir CNBC, eksekutif Lululemon mengakui adanya tekanan kompetitif dari brand-brand baru di kategori women premium. Pernyataan ini jarang muncul di earnings call, jadi kamu perlu serius menanggapinya.

Indikator yang bagus untuk kamu pantau adalah komentar soal women bottoms, kategori paling profitable LULU. Kalau growth di sini melambat, brand heat sudah benar-benar berpindah.

Baca juga: Top 7 Saham yang Sedang Di-Upgrade Wall Street di Juni 2026

Strategi Trade: Pre-Earnings, Hold, atau Reposisi ke ANF / ONON

Sekarang masuk ke bagian eksekusi. Dengan LULU turun 20% YTD, sebagian sentimen negatif sudah terpriced. Tapi bukan berarti downside selesai.

Pre-earnings: position-size konservatif

Kalau kamu mau masuk LULU sebelum earnings, pertimbangkan ukuran posisi setengah dari normal. Implied volatility option biasanya tinggi menjelang earnings, jadi stock bisa bergerak 8 sampai 12 persen one-day move. Sisakan sisa modal untuk add jika hasil positif dengan guidance kredibel.

Hold atau trim

Buat kamu yang sudah punya LULU di portfolio, evaluasi cost basis. Kalau average entry di atas $400, trim sebagian untuk mengurangi konsentrasi risiko. Kalau di bawah $300, hold dengan stop loss teknikal di bawah support recent low.

Reposisi ke ANF, ONON, atau NKE

Reposisi ke ANF memberikan eksposur ke premium apparel turnaround story yang sudah membuktikan eksekusi. ONON menawarkan growth di kategori performance footwear. NKE adalah blue chip dengan multiple yang sudah jauh terkompresi, cocok untuk holding period lebih panjang.

Diversifikasi di kategori consumer discretionary bisa membantu kamu menyebar risiko brand-specific.

Kesimpulan

Lululemon ada di persimpangan tesis. Defensive consumer trade yang dulu jadi alasan beli sekarang dipertanyakan oleh US comp sales lemah, China yang melambat, dan brand heat yang ditekan kompetitor.

Baca juga: Cara Beli Saham IPO 2026: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia

Earnings 4 Juni akan jadi katalis besar. Konsensus $2.39B dan EPS $2.58 adalah angka minimum yang harus dipenuhi. Tapi yang lebih penting adalah guidance untuk Q2 dan komentar manajemen soal China dan US traffic.

Buat kamu yang ingin position sebelum earnings atau reposisi setelahnya, trade saham AS mulai dari $1 dengan fractional shares lewat Gotrade, sehingga kamu bisa scaling masuk LULU di konsensus atau reposisi ke ANF tanpa commit satu lembar penuh.

FAQ

Kapan tepatnya LULU rilis earnings Q1 FY27?

Lululemon akan melaporkan hasil Q1 FY27 setelah penutupan pasar Amerika Serikat pada Kamis, 4 Juni 2026. Earnings call biasanya digelar setengah jam setelah rilis pers.

Berapa konsensus EPS dan pendapatan Q1 FY27?

Konsensus pendapatan ada di sekitar $2.39 miliar, naik 8% year-over-year. EPS konsensus sekitar $2.58 per lembar saham.

Kenapa defensive consumer thesis LULU sedang diuji?

Karena US same-store sales sudah hampir nol atau negatif dalam tiga kuartal terakhir, pertumbuhan China melambat, dan brand heat ditekan kompetitor seperti Vuori, Alo Yoga, ONON, serta ANF.

Apa alternatif listed yang sebanding kalau saya mau reposisi?

ANF dan ONON adalah dua nama listed yang outperforming di kategori apparel dan footwear. NKE adalah opsi blue chip dengan multiple yang sudah terkompresi untuk horizon investasi lebih panjang.


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade