Memahami Cara Kerja ETF dan Mekanisme di Baliknya

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Memahami Cara Kerja ETF dan Mekanisme di Baliknya

Share this article

ETF sering dipilih karena dianggap mudah, transparan, dan fleksibel. Namun di balik kemudahannya, ada mekanisme yang cukup kompleks yang membuat ETF bisa diperdagangkan seperti saham tetapi tetap mencerminkan nilai aset di dalamnya. Tanpa memahami cara kerja ETF, investor bisa salah menafsirkan pergerakan harga atau mengira ETF selalu “aman” karena terdiversifikasi.

Memahami mekanisme ETF membantu kamu tahu bagaimana harga ETF terbentuk, siapa saja pihak yang terlibat, dan kenapa harga ETF terkadang berbeda dari nilai aset dasarnya.

Artikel ini membahas underlying aset ETF, proses creation dan redemption, peran market maker, serta alasan harga ETF bisa menyimpang dari NAV.

Underlying Aset ETF

ETF adalah instrumen investasi yang mewakili sekumpulan aset tertentu. Aset inilah yang disebut sebagai underlying.

Underlying ETF bisa berupa saham, obligasi, komoditas, atau kombinasi aset. ETF indeks saham biasanya memegang saham-saham yang membentuk indeks tertentu, seperti S&P 500 (SPY) atau Nasdaq-100 (QQQ). ETF obligasi memegang berbagai jenis surat utang dengan karakter tertentu, sementara ETF komoditas bisa merepresentasikan emas, minyak, atau perak.

Nilai ETF secara teoritis mengikuti nilai total aset yang dimilikinya. Jika nilai underlying naik, nilai ETF juga cenderung naik. Namun karena ETF diperdagangkan di bursa, harga di market bisa bergerak secara dinamis mengikuti permintaan dan penawaran.

Dilansir dari Investopedia, ETF dirancang untuk melacak kinerja aset atau indeks tertentu, tetapi tetap diperdagangkan seperti saham di pasar sekunder.

Proses Creation dan Redemption ETF

Salah satu mekanisme paling penting dalam cara kerja ETF adalah proses creation dan redemption. Inilah yang membedakan ETF dari reksa dana biasa.

Apa itu creation?

Creation adalah proses penciptaan unit ETF baru. Proses ini dilakukan oleh pihak khusus yang disebut Authorized Participant (AP), biasanya institusi besar.

AP menyerahkan sekumpulan aset underlying ke penerbit ETF, lalu menerima unit ETF dalam jumlah besar yang disebut creation unit.

Apa itu redemption?

Redemption adalah kebalikan dari creation. AP mengembalikan unit ETF ke penerbit dan menerima aset underlying sebagai gantinya.

Proses ini mengurangi jumlah unit ETF yang beredar di pasar.

Fungsi creation dan redemption

Mekanisme ini menjaga keseimbangan antara harga ETF di pasar dan nilai aset dasarnya. Saat permintaan ETF meningkat dan harga naik terlalu jauh, creation akan menambah suplai.

Sebaliknya, saat harga ETF turun terlalu jauh, redemption mengurangi suplai.

Dampak ke likuiditas

Karena bisa diciptakan dan ditebus, ETF memiliki likuiditas yang tidak hanya bergantung pada volume di bursa, tetapi juga pada likuiditas aset underlying. Inilah alasan banyak ETF tetap likuid meski volume harian terlihat moderat.

Perbedaan dengan reksa dana

Reksa dana hanya diperdagangkan di harga NAV pada akhir hari. ETF bisa diperdagangkan sepanjang jam bursa karena mekanisme creation dan redemption ini. Ini memberi fleksibilitas lebih bagi investor.

Melansir Money Smart, mekanisme penciptaan dan penebusan unit menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi produk berbasis pasar.

Peran Market Maker dalam ETF

Market maker memegang peran penting dalam memastikan ETF bisa diperdagangkan secara lancar.

Menyediakan likuiditas

Market maker memasang harga bid dan ask di bursa. Dengan adanya market maker, investor selalu memiliki lawan transaksi untuk membeli atau menjual ETF. Ini menjaga likuiditas harian ETF.

Menjaga spread tetap efisien

Market maker berusaha menjaga spread tetap wajar. Jika spread terlalu lebar, aktivitas arbitrase dari AP dan market maker akan menyesuaikan harga. Spread menjadi indikator efisiensi ETF.

Menghubungkan pasar ETF dan underlying

Market maker memahami hubungan harga ETF dengan aset underlying. Jika terjadi perbedaan signifikan, mereka melakukan penyesuaian melalui mekanisme creation atau redemption.

Proses ini membantu menstabilkan harga.

Risiko yang ditanggung market maker

Market maker menanggung risiko pergerakan harga jangka pendek. Spread yang mereka pasang menjadi kompensasi atas risiko tersebut. Saat volatilitas tinggi, spread biasanya melebar.

Kenapa Harga ETF Bisa Berbeda dari NAV

NAV atau Net Asset Value adalah nilai bersih dari seluruh aset ETF dibagi jumlah unit beredar. Secara teori, harga ETF mendekati NAV, tetapi dalam praktik bisa berbeda.

Premium dan diskon ETF

Jika harga ETF di pasar lebih tinggi dari NAV, ETF diperdagangkan dengan premium. Jika lebih rendah, disebut diskon. Perbedaan ini biasanya kecil pada ETF likuid.

Faktor permintaan dan penawaran

Permintaan mendadak bisa mendorong harga ETF naik sebelum mekanisme creation bekerja. Hal yang sama berlaku saat tekanan jual meningkat. Pasar bergerak lebih cepat daripada proses penyesuaian.

Likuiditas underlying aset

ETF dengan underlying yang kurang likuid, seperti obligasi tertentu atau komoditas berbasis futures, lebih rentan terhadap deviasi harga dari NAV. Ini perlu diperhatikan investor.

Volatilitas market

Saat market sangat volatil, harga bisa bergerak lebih cepat daripada perhitungan NAV. Selisih ini biasanya bersifat sementara. Namun tetap berdampak pada eksekusi.

Jam perdagangan berbeda

Untuk ETF yang melacak aset global, jam perdagangan underlying bisa berbeda dengan jam bursa ETF. Ini bisa menciptakan perbedaan harga sementara. NAV biasanya bersifat estimasi intraday.

Kesimpulan

Cara kerja ETF melibatkan mekanisme yang lebih kompleks dari sekadar membeli dan menjual di bursa. ETF merepresentasikan underlying aset tertentu, dijaga efisiensinya melalui proses creation dan redemption, serta didukung oleh peran market maker.

Perbedaan antara harga ETF dan NAV bisa terjadi karena faktor likuiditas, permintaan pasar, dan volatilitas, tetapi umumnya bersifat sementara pada ETF yang sehat. Dengan memahami mekanisme ETF secara menyeluruh, investor dapat menggunakan ETF secara lebih bijak, baik untuk investasi jangka panjang maupun strategi trading.

Jika kamu ingin mulai berinvestasi ETF Amerika Serikat dengan akses mudah dan transparan, Gotrade Indonesia bisa menjadi platform untuk memulai sesuai tujuan keuanganmu.

FAQ

Apa itu ETF dan bagaimana cara kerjanya?
ETF adalah produk investasi yang melacak aset tertentu dan diperdagangkan di bursa melalui mekanisme creation dan redemption.

Kenapa harga ETF bisa berbeda dari NAV?
Karena faktor permintaan dan penawaran, likuiditas underlying, volatilitas, dan perbedaan jam perdagangan.

Apakah perbedaan harga ETF dan NAV berbahaya?
Pada ETF likuid, perbedaan biasanya kecil dan sementara, tetapi tetap perlu diperhatikan saat eksekusi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade