Ketika pasar saham mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat, ada mekanisme bernama circuit breaker pasar saham AS yang secara otomatis menghentikan seluruh aktivitas trading. Sistem ini dirancang untuk mencegah kepanikan massal dan memberikan waktu bagi investor untuk berpikir jernih.
Aturan trading halt saham AS ini bukan sekadar teori. Dalam beberapa dekade terakhir, mekanisme ini sudah beberapa kali diaktifkan di bursa saham terbesar dunia.
Apa Itu Circuit Breaker dan Sejarah Pembuatannya
Pada 19 Oktober 1987, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 22,6% dalam satu hari perdagangan. Peristiwa yang dikenal sebagai Black Monday ini menjadi crash single-day terburuk dalam sejarah pasar saham AS.
Saat itu, belum ada mekanisme otomatis untuk menghentikan trading ketika pasar jatuh terlalu cepat. Kepanikan menyebar tanpa rem, dan kerugian terus bertambah karena investor berlomba menjual aset mereka.
Menanggapi tragedi tersebut, Securities and Exchange Commission (SEC) memperkenalkan aturan circuit breaker melalui Rule 80B pada tahun 1988. Tujuannya sederhana: memberikan jeda paksa agar pasar bisa "bernapas" di tengah tekanan jual yang ekstrem.
Menurut SEC, aturan ini awalnya mengacu pada pergerakan Dow Jones. Namun pada tahun 2013, SEC memperbarui mekanisme ini secara signifikan dan mengalihkan acuan ke indeks S&P 500 ETF (SPY) sebagai tolok ukur yang lebih representatif terhadap pasar secara keseluruhan.
Tiga Level Circuit Breaker: 7%, 13%, dan 20%
Market circuit breaker Level 1 2 3 bekerja berdasarkan persentase penurunan indeks S&P 500 dari harga penutupan hari sebelumnya. Setiap level memiliki konsekuensi yang berbeda.
Level 1: penurunan 7%
Ketika S&P 500 turun 7% dari penutupan sebelumnya, trading dihentikan selama 15 menit. Ini adalah level yang paling sering terpicu.
Setelah jeda 15 menit, perdagangan dibuka kembali secara normal. Level 1 hanya berlaku jika terpicu sebelum pukul 15:25 waktu setempat (Eastern Time). Jika terpicu setelah waktu tersebut, trading tetap berlanjut hingga penutupan.
Level 2: penurunan 13%
Jika penurunan berlanjut hingga 13%, jeda trading kembali diberlakukan selama 15 menit. Sama seperti Level 1, aturan ini hanya aktif sebelum pukul 15:25 ET.
Level 2 jauh lebih jarang terjadi. Untuk mencapai tahap ini, pasar harus sudah melewati Level 1 terlebih dahulu, yang berarti tekanan jual sangat intens.
Level 3: penurunan 20%
Level 3 adalah yang paling dramatis. Jika S&P 500 jatuh 20%, seluruh perdagangan dihentikan untuk sisa hari itu. Tidak ada pembukaan kembali.
Level ini belum pernah terpicu sejak aturan diperbarui pada 2013. Penurunan 20% dalam satu hari akan menjadi peristiwa yang sangat luar biasa, bahkan lebih parah dari kebanyakan crash historis.
Contoh Circuit Breaker Terakhir: Maret 2020
Empat kali dalam satu pekan
Pandemi COVID-19 menciptakan momen bersejarah ketika circuit breaker Level 1 terpicu sebanyak empat kali dalam periode 9-18 Maret 2020. Ini adalah pertama kalinya mekanisme baru (berbasis S&P 500) diaktifkan.
Pada 9 Maret 2020, trading dihentikan hanya beberapa menit setelah pembukaan. S&P 500 langsung anjlok melewati batas 7%. Peristiwa serupa terulang pada 12, 16, dan 18 Maret.
Dampak terhadap saham-saham besar
Dilansir CNBC, saham-saham berkapitalisasi besar seperti Apple (AAPL) dan Microsoft (MSFT) ikut terseret dalam aksi jual massal. Namun, jeda yang diberikan circuit breaker membantu meredam laju penurunan.
Yang menarik, meskipun Maret 2020 sangat volatil, Level 2 (13%) dan Level 3 (20%) tidak pernah terpicu. Ini menunjukkan bahwa jeda 15 menit di Level 1 cukup efektif untuk mengurangi momentum kepanikan.
Ingin mulai berinvestasi di saham-saham AS yang terdaftar di S&P 500? Dengan Gotrade, kamu bisa membeli saham fraksional mulai dari US$1 tanpa komisi.
Apa yang Harus Dilakukan Investor Saat Circuit Breaker Aktif
Jangan panik dan hindari keputusan emosional
Ketika circuit breaker aktif, hal terburuk yang bisa dilakukan adalah ikut-ikutan menjual dalam kepanikan. Jeda trading sengaja dirancang untuk memberi waktu berpikir, bukan sebagai sinyal bahwa segalanya akan memburuk.
Investor yang memiliki analisis fundamental saham yang solid seharusnya tidak perlu mengubah strategi hanya karena satu hari merah. Fokus pada kualitas aset yang dimiliki, bukan pergerakan harga jangka pendek.
Evaluasi portofolio, bukan likuidasi
Saat pasar berhenti sejenak, gunakan waktu tersebut untuk mengevaluasi apakah portofoliomu sudah cukup terdiversifikasi. Crash sering kali mengekspos konsentrasi risiko yang tidak disadari sebelumnya.
Memahami pengertian diversifikasi aset sangat penting agar portofolio tidak terlalu bergantung pada satu sektor atau satu saham saja.
Pertimbangkan peluang, bukan hanya risiko
Sejarah menunjukkan bahwa penurunan tajam sering diikuti pemulihan signifikan. Setelah crash Maret 2020, S&P 500 pulih ke level sebelum pandemi dalam waktu sekitar lima bulan.
Bagi investor dengan horizon jangka panjang, momen circuit breaker justru bisa menjadi peluang untuk membeli saham berkualitas di harga diskon. Tentu saja, ini harus dilakukan dengan perhitungan matang, bukan sekadar spekulasi.
Kesimpulan
Circuit breaker pasar saham AS adalah mekanisme perlindungan yang sudah teruji. Dibuat setelah tragedi Black Monday 1987 dan diperbarui pada 2013, sistem tiga level ini memastikan pasar memiliki rem darurat saat penurunan terlalu cepat.
Bagi investor ritel, memahami cara kerja circuit breaker sama pentingnya dengan memahami strategi investasi itu sendiri. Kamu tidak bisa mengontrol kapan pasar crash, tetapi kamu bisa mengontrol bagaimana cara meresponsnya.
Mulai bangun portofolio saham AS-mu dengan Gotrade, platform yang memungkinkan kamu membeli saham fraksional mulai dari US$1. Kunjungi Gotrade dan mulai investasi hari ini.
FAQ
Apa itu circuit breaker di pasar saham AS?
Circuit breaker adalah mekanisme otomatis yang menghentikan trading sementara ketika indeks S&P 500 turun melewati batas tertentu (7%, 13%, atau 20%) dalam satu hari.
Kapan terakhir kali circuit breaker aktif?
Terakhir aktif pada Maret 2020 saat pandemi COVID-19, di mana Level 1 terpicu empat kali dalam periode 9-18 Maret.
Apakah circuit breaker berlaku untuk semua saham?
Circuit breaker market-wide berlaku untuk seluruh perdagangan di bursa AS, menghentikan trading semua saham, ETF, dan opsi secara bersamaan.
Apakah investor bisa tetap membeli saham saat circuit breaker aktif?
Tidak, selama jeda berlangsung semua aktivitas trading dihentikan sementara hingga periode jeda selesai atau hingga penutupan pasar untuk Level 3.












