Mengenal Prinsip Less Is More dalam Menyusun Portofolio Investasi

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Mengenal Prinsip Less Is More dalam Menyusun Portofolio Investasi

Share this article

Prinsip less is more semakin relevan dalam dunia investasi yang penuh pilihan. Saham, ETF, tema, dan strategi terus bermunculan, membuat banyak investor merasa perlu memiliki semuanya agar tidak tertinggal. Hasilnya, portofolio terlihat beragam, tetapi justru sulit dikendalikan.

Dalam konteks portofolio investasi, less is more bukan berarti minim usaha atau pasif. Prinsip ini menekankan fokus, kejelasan peran aset, dan disiplin struktur agar portofolio bekerja lebih efektif dalam jangka panjang.

Seiring waktu, banyak investor menyadari bahwa masalah utama bukan kurangnya ide investasi, melainkan terlalu banyak keputusan yang harus dikelola secara bersamaan.

Dari sinilah muncul pertanyaan penting: apakah portofolio yang lebih sederhana justru bisa menghasilkan hasil yang lebih konsisten dan terkendali?

Tujuan Prinsip Less Is More dalam Portofolio Investasi

Tujuan utama portofolio bukan mengumpulkan sebanyak mungkin aset, melainkan mengelola risiko dan peluang secara seimbang. Terlalu banyak posisi sering kali mengaburkan tujuan awal investasi.

Portofolio yang sederhana lebih mudah dipahami, dievaluasi, dan dijalani secara konsisten. Ini penting karena konsistensi sering kali lebih menentukan hasil dibanding kompleksitas strategi.

1. Terlalu banyak aset tidak selalu berarti lebih aman

Banyak investor mengira semakin banyak aset berarti risiko semakin kecil. Padahal jika aset-aset tersebut memiliki pergerakan yang mirip, risiko tetap terkonsentrasi.

Menurut Cobase, diversifikasi efektif bergantung pada perbedaan sumber risiko, bukan jumlah instrumen yang dimiliki.

2. Kompleksitas meningkatkan risiko keputusan emosional

Portofolio yang rumit sulit dipantau. Saat pasar bergejolak, investor cenderung bereaksi berdasarkan kebingungan, bukan analisis.

Dengan lebih sedikit aset, keputusan menjadi lebih rasional karena setiap posisi dipahami dengan jelas.

Cara Menerapkan Prinsip Less Is More

Menerapkan prinsip less is more saat menyusun portofolio harus dimulai dengan perubahan cara berpikir.

Mindset yang dimaksud adalah kualitas struktur, bukan kuantitas aset. Setelah memahaminya, berikut adalah cara untuk menerapkan prinsip less is more:

1. Tentukan peran setiap aset secara eksplisit

Setiap aset dalam portofolio harus memiliki fungsi yang jelas, misalnya sebagai penggerak pertumbuhan, penyeimbang volatilitas, atau sumber fleksibilitas.

Jika sebuah aset tidak memiliki peran yang berbeda dari aset lain, keberadaannya perlu dipertanyakan.

2. Batasi jumlah posisi agar tetap bisa dikelola

Jumlah ideal aset berbeda untuk setiap investor. Namun prinsip umumnya adalah memilih jumlah yang masih bisa dievaluasi secara berkala tanpa kelelahan mental.

Lebih sedikit posisi dengan pemahaman mendalam sering menghasilkan keputusan yang lebih baik dibanding banyak posisi tanpa kejelasan.

3. Kurangi overlap dan pengulangan eksposur

Less is more membantu mengurangi overlap yang tidak disadari. Memiliki beberapa aset dengan eksposur yang sama hanya menambah kompleksitas tanpa manfaat nyata.

Evaluasi sektor, wilayah, dan faktor risiko membantu memastikan setiap aset benar-benar menambah nilai.

Strategi Less Is More dalam Praktik Investasi

Prinsip less is more bukan hanya soal mengurangi jumlah aset, tetapi juga tentang strategi mengelola portofolio secara berkelanjutan.

1. Fokus pada aset dengan dampak paling signifikan

Identifikasi aset yang benar-benar memengaruhi kinerja portofolio. Aset dengan porsi terlalu kecil sering tidak berdampak berarti, tetapi tetap menyita perhatian.

Dengan menyederhanakan, energi analisis bisa diarahkan ke keputusan yang paling penting.

2. Gunakan rebalancing sebagai alat penyederhanaan

Rebalancing tidak hanya berfungsi menjaga proporsi, tetapi juga kesempatan untuk memangkas aset yang tidak lagi relevan.

Pendekatan ini membantu portofolio tetap ramping dan selaras dengan tujuan awal.

3. Hindari menambah aset hanya karena tren

Salah satu musuh prinsip less is more adalah dorongan mengikuti tren. Tidak semua ide investasi perlu masuk portofolio.

Dengan filter yang ketat, portofolio tetap fokus dan tidak terfragmentasi oleh terlalu banyak tema.

4. Selaraskan portofolio dengan tujuan, bukan rasa takut ketinggalan

Portofolio yang efektif dibangun berdasarkan tujuan dan profil risiko, bukan rasa takut melewatkan peluang. Prinsip less is more membantu menjaga disiplin ini.

Mengutip Forbes, investor institusional cenderung mempertahankan struktur portofolio yang sederhana agar lebih mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi pasar.

Kesalahan saat Menerapkan Prinsip Less Is More

Beberapa investor salah mengartikan less is more sebagai terlalu sedikit aset atau kurang diversifikasi. Ini bukan tujuannya.

Less is more bukan berarti semua aset disatukan dalam satu posisi, tetapi memastikan setiap posisi memiliki kontribusi yang jelas dan terukur.

Kesalahan lain adalah menyederhanakan portofolio tanpa evaluasi, misalnya menjual aset hanya untuk mengurangi jumlah tanpa mempertimbangkan peran risiko.

Kesimpulan

Prinsip less is more dalam portofolio investasi menekankan fokus, kejelasan peran aset, dan disiplin struktur. Dengan portofolio yang lebih sederhana, investor lebih mudah menjaga konsistensi, mengelola risiko, dan mengambil keputusan rasional.

Dengan menerapkan prinsip less is more secara sadar, portofolio investasi bisa menjadi lebih efektif dan selaras dengan tujuan jangka panjang.

Mau membangun portofolio investasi dengan rapi dan terpusat? Yuk, mulai investasi saham AS dan ETF populer di Gotrade sekarang, modal mulai Rp15.000 saja, lho!

FAQ

  1. Apa yang dimaksud prinsip less is more dalam investasi?
    Prinsip ini menekankan bahwa portofolio yang lebih sederhana sering kali lebih efektif dibanding portofolio yang terlalu kompleks.
  2. Apakah less is more berarti memiliki sedikit saham saja?
    Tidak. Artinya memiliki jumlah aset yang masih bisa dikelola dengan jelas dan memiliki peran berbeda.
  3. Bagaimana cara mulai menerapkan less is more?
    Mulai dengan mengevaluasi peran setiap aset dan mengurangi posisi yang tidak memberi kontribusi signifikan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade