Mengoptimalkan THR dengan Barbell Strategy: Emas dan Saham Growth

Mengoptimalkan THR dengan Barbell Strategy: Emas dan Saham Growth

Share this article

THR adalah momen langka di mana dana segar masuk di luar arus kas bulanan yang sudah terpola. Bagi sebagian orang, ini kesempatan untuk berbelanja. Bagi investor yang berpikir lebih jauh, ini adalah peluang untuk memperkuat portofolio.

Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan untuk mengalokasikan dana windfall seperti THR adalah barbell strategy. Sederhana secara konsep, tapi cukup powerful dalam mengelola risiko dan potensi return secara bersamaan.

Sekilas tentang Barbell Strategy

Barbell strategy adalah pendekatan alokasi aset yang membagi portofolio ke dua ujung spektrum risiko, tanpa banyak mengisi bagian tengahnya. Satu ujung berisi aset yang sangat defensif dan stabil, ujung lainnya berisi aset high risk, high reward.

Mengutip Investopedia, nama barbell diambil dari bentuk alat gym yang memiliki beban besar di kedua ujungnya. Konsep ini dipopulerkan oleh Nassim Nicholas Taleb, penulis The Black Swan, sebagai cara untuk bertahan dari kejadian ekstrem sekaligus tetap memiliki eksposur terhadap upside yang besar.

Logikanya sederhana: aset defensif melindungi modal saat pasar memburuk, sementara aset growth memberikan potensi return signifikan saat pasar sedang baik. Keduanya bekerja bersama tanpa harus mengorbankan salah satu.

Kombinasi Emas Defensif dan Saham Growth

Implementasi barbell strategy yang paling praktis untuk alokasi portofolio THR adalah memadukan emas di sisi defensif dengan saham growth di sisi agresif.

Emas sebagai ujung defensif

Emas mengisi peran ujung defensif karena karakteristiknya yang sudah terbukti: tahan terhadap inflasi, berkorelasi rendah dengan saham, dan cenderung menguat di periode ketidakpastian.

Dalam barbell strategy, emas bukan diharapkan untuk menghasilkan return tinggi. Fungsinya adalah menjaga nilai modal saat sisi agresif portofolio sedang tertekan.

Instrumen yang paling efisien untuk ini adalah ETF emas dari pasar AS, yang memberikan eksposur langsung ke harga emas spot dengan likuiditas tinggi dan biaya rendah.

Saham growth sebagai ujung agresif

Di ujung berlawanan, saham growth mengisi peran aset berisiko tinggi dengan potensi return yang besar. Saham teknologi, perusahaan inovatif, atau ETF yang melacak indeks growth seperti Nasdaq adalah contoh instrumen yang umum digunakan di sisi ini.

Sisi agresif ini memang lebih volatil dan bisa turun signifikan dalam jangka pendek. Tapi dalam kerangka barbell, dampaknya diredam oleh sisi defensif yang stabil di ujung sebaliknya.

Proporsi yang fleksibel

Tidak ada rasio baku yang berlaku untuk semua orang. Beberapa panduan umum:

  • Konservatif: 70-80% defensif, 20-30% agresif
  • Moderat: 60% defensif, 40% agresif
  • Agresif: 50% defensif, 50% agresif

Yang terpenting adalah kedua ujung barbell benar-benar diisi sesuai profil risiko dan horizon investasimu.

Ingin mulai implementasi barbell strategy dengan THR-mu? Di Gotrade, kamu bisa mengakses ETF emas dan saham growth dari pasar AS dalam satu aplikasi.

Mengurangi Risiko Ekstrem

Salah satu keunggulan utama barbell strategy adalah kemampuannya menghadapi skenario ekstrem yang Taleb sebut sebagai tail risk, yaitu kejadian berdampak besar yang sering tidak terprediksi.

Portofolio yang terlalu terkonsentrasi di aset kelas menengah seperti reksa dana campuran atau obligasi korporat rentan terhadap skenario di mana semua aset turun bersamaan tanpa memberikan perlindungan yang berarti.

Dengan barbell, skenario terburuk sudah diantisipasi sejak awal:

  • Jika pasar saham crash, sisi defensif emas menahan penurunan portofolio secara keseluruhan
  • Jika pasar rally, sisi agresif saham growth mengangkat return total portofolio

Ini juga yang membuat barbell strategy cocok untuk mengalokasikan THR. Dana windfall yang diinvestasikan sekaligus rentan terhadap risiko timing. Dengan membaginya ke dua ujung yang berperilaku berbeda, risiko tersebut tersebar secara alami.

Evaluasi Berkala

Seperti semua strategi investasi, barbell membutuhkan evaluasi rutin agar tetap relevan dengan kondisi pasar dan tujuan finansial yang mungkin berubah.

Cek keseimbangan antar ujung

Setelah beberapa bulan berjalan, periksa apakah proporsi antara sisi defensif dan agresif masih sesuai rencana awal. Jika saham growth naik signifikan, bobotnya akan membesar dan menggeser keseimbangan barbell.

Rebalancing sederhana cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun, baik dengan menambah di sisi yang underweight maupun mengurangi di sisi yang overweight.

Sesuaikan dengan perubahan kondisi

Barbell strategy bukan formula kaku. Jika kondisi pasar berubah secara fundamental, komposisi instrumen di masing-masing ujung mungkin perlu disesuaikan meski kerangka barbell-nya tetap dipertahankan.

Evaluasi tahunan yang bersamaan dengan momen THR berikutnya bisa menjadi rutinitas yang alami: gunakan THR tahun ini untuk rebalancing dan penyesuaian strategi sekaligus.

Kesimpulan

Barbell strategy menawarkan cara yang elegan untuk mengoptimalkan THR: melindungi modal dari skenario terburuk sekaligus tetap memiliki eksposur terhadap potensi return yang signifikan.

Dengan memadukan emas di sisi defensif dan saham growth di sisi agresif, portofolio tidak bergantung pada satu kondisi pasar tertentu untuk bisa bekerja.

Mulai dengan proporsi yang sesuai toleransi risikomu, evaluasi secara berkala, dan jadikan momen THR sebagai checkpoint tahunan.

Siap mengalokasikan THR dengan lebih strategis tahun ini? Download Gotrade sekarang dan akses ETF emas serta saham growth dari pasar AS, terdaftar dan diawasi OJK.

FAQ

Apakah barbell strategy cocok untuk investor pemula?

Cocok, selama pemula memahami bahwa sisi agresif bisa sangat volatil dalam jangka pendek. Mulai dengan proporsi defensif yang lebih besar hingga toleransi risiko berkembang.

Apa yang dimaksud aset kelas menengah yang dihindari dalam barbell?

Aset seperti obligasi korporat, reksa dana campuran, atau saham blue chip yang stabil tapi tidak terlalu agresif. Posisi "aman tapi tidak terlalu aman" ini menanggung risiko tanpa upside yang sepadan.

Seberapa sering rebalancing perlu dilakukan?

Cukup satu hingga dua kali setahun, atau ketika proporsi antara sisi defensif dan agresif bergeser lebih dari 10% dari target awal.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade