Moderna vs Pfizer: Pharma Post-Pandemic Mana yang Layak Beli?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • MRNA adalah pure play mRNA biotech dengan upside growth besar tapi nol dividen dan revenue yang masih turun 80%+ dari puncak 2022, cocok untuk alokasi satellite kecil di bucket growth speculative.
  • PFE adalah diversified pharma giant dengan dividen yield 6%+ dan portofolio onkologi pasca-Seagen yang tumbuh, cocok sebagai core holding income tahan resesi meskipun payout ratio perlu dipantau.
  • Kombinasi 70% PFE / 30% MRNA di bucket pharma ngasih investor retail Indonesia balance antara income reliabel dan optionality growth platform mRNA.
Moderna vs Pfizer: Pharma Post-Pandemic Mana yang Layak Beli?

Share this article

Gelombang vaksin COVID-19 mengubah lanskap saham pharma global secara permanen. Moderna (MRNA) dan Pfizer (PFE) sempat jadi bintang pandemi dengan revenue melonjak ratusan persen, tapi di fase post-pandemic narasinya berubah total. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang jual vaksin paling banyak, tapi siapa yang punya mesin pertumbuhan setelah demand vaksin COVID normalisasi.

Buat kamu yang bangun portofolio saham AS dari Indonesia, membandingkan MRNA dan PFE itu penting. Keduanya mewakili dua filosofi investasi beda di healthcare: MRNA pure play mRNA biotech dengan growth speculative, PFE raksasa pharma diversifikasi dengan yield tinggi.

Memilih salah satu bukan soal mana yang lebih bagus, tapi mana yang cocok sama risk appetite dan tujuan alokasi healthcare kamu.

MRNA mRNA Pure Play, PFE Diversifikasi Lebih Luas

Perbedaan fundamental ada di pipeline obatnya, yang menentukan arah revenue 5-10 tahun ke depan.

MRNA bertaruh besar di platform mRNA

Moderna fokus nyaris 100% di teknologi mRNA. Di luar vaksin COVID, MRNA lagi kembangin vaksin flu musiman (mRNA-1010), vaksin RSV (mRESVIA disetujui FDA pertengahan 2024), vaksin CMV, plus terapi kanker personalized kolaborasi sama Merck. Pendekatan membaca prospek pipeline dan beberapa nama besar lainnya dibahas lebih luas di outlook saham farmasi AS 2026.

Upside-nya: kalau satu kategori berhasil, market cap MRNA bisa lompat signifikan. Downside-nya: semua telur di satu keranjang teknologi. Satu data uji klinis mengecewakan bisa bikin saham turun puluhan persen dalam satu sesi.

PFE diversifikasi lintas kategori terapi

Pfizer main di multi-kategori: oncology (dari akuisisi Seagen $43 miliar di 2023), vaccines, internal medicine, anti-infective, dan rare disease. Revenue datang dari puluhan produk, nggak tergantung satu blockbuster. Portofolio onkologi pasca-Seagen jadi mesin pertumbuhan utama, dengan Padcev dan Tukysa yang sudah generate miliaran dolar per tahun. Profil PFE lebih "boring" tapi lebih tahan banting.

Revenue Decline COVID: Kedua Turun, PFE Lebih Cepat Pulih

Setelah puncak revenue di 2022, keduanya ngalamin penurunan drastis karena demand Comirnaty dan Spikevax turun.

Angka revenue yang perlu kamu lihat

Revenue Moderna jatuh dari sekitar $19.3 miliar di 2022 ke $6.8 miliar di 2023, dan proyeksi 2024 masih di kisaran $3-4 miliar. Ini penurunan lebih dari 80% dalam dua tahun, dan MRNA balik ke operating loss. Manajemen sudah ngumumin cost-cutting agresif untuk ngurangin burn rate.

Pfizer turun dari puncak $100.3 miliar di 2022 ke $58.5 miliar di 2023, dan 2024 mulai stabil di $62-64 miliar karena portofolio non-COVID tumbuh. Lini onkologi dari Seagen plus produk baru seperti Abrysvo (vaksin RSV) dan Vyndaqel (rare disease) ngangkat angka konsolidasi. Detail angka bisa diverifikasi di halaman investor resmi Pfizer.

Margin dan profitabilitas

PFE tetap profitable sepanjang siklus penurunan, sementara MRNA sempat net loss besar di 2023. Perbedaan kualitas earnings ini penting buat investor yang mengutamakan stabilitas arus kas.

Dividen dan Balance Sheet: PFE Yield 6%+ vs MRNA Non-Dividen

Buat investor yang cari passive income dari portofolio saham AS, gap di sini sangat lebar.

PFE sebagai dividen aristocrat de facto

Pfizer bayar dividen kuartalan yang konsisten dinaikin selama belasan tahun. Per pertengahan 2024, dividen yield PFE di kisaran 6%+ di harga saham sekitar $27-28. Angka ini sangat atraktif untuk ukuran large cap pharma, dan manajemen eksplisit nyebut dividen sebagai prioritas capital allocation nomor satu. Pola disiplin dividen farmasi jangka panjang ini mirip yang dibahas di analisis AbbVie (ABBV) dividen 54 tahun berturut-turut. Yang perlu diwaspadai: payout ratio PFE sempat di atas 100% di 2023 karena earnings turun tajam.

MRNA nggak bayar dividen, fokus reinvestasi

Moderna belum pernah bayar dividen dan kemungkinan besar nggak akan dalam waktu dekat. Cash $9 miliar per Q2 2024 dipake buat R&D dan ekspansi platform mRNA. Buat investor growth make sense, buat investor income MRNA bukan pilihan.

Kenapa MRNA Cocok untuk Growth Speculative, PFE untuk Income

Cara paling simpel untuk milih: sesuaikan sama tujuan alokasi healthcare di portofolio kamu.

Kapan MRNA masuk akal

Kalau kamu punya toleransi risiko tinggi, horizon 5-10 tahun, dan percaya platform mRNA akan jadi teknologi dominan di multiple kategori vaksin dan terapi kanker, MRNA cocok sebagai alokasi satellite di bucket growth. Ukurannya jangan lebih dari 3-5% total portofolio karena volatilitas-nya bisa 40-60% intra-year.

Kapan PFE masuk akal

Kalau kamu cari eksposur healthcare yang kasih dividen reliabel, tahan resesi, dan punya floor valuation relatif jelas dari earnings non-COVID, PFE masuk akal sebagai core holding.

Strategi ini cocok dikombinasikan dengan pemahaman kenapa sektor farmasi dan healthcare tahan inflasi untuk prioritas capital preservation plus income stream.

Bisa keduanya?

Untuk portofolio 30 saham atau lebih, alokasi kombinasi (misal 70% PFE, 30% MRNA di bucket pharma) ngasih balance antara stabilitas income dan optionality growth. Pendekatan barbell ini ngasih eksposur sektor tanpa harus milih satu nama.

Kesimpulan

Moderna dan Pfizer adalah dua jenis perusahaan pharma yang beda secara fundamental.

MRNA adalah bet teknologi pure play dengan upside besar dan risiko eksekusi tinggi, cocok untuk alokasi growth speculative dengan sizing kecil. PFE adalah raksasa diversifikasi dengan dividen yield 6%+ dan portofolio non-COVID yang tumbuh, cocok sebagai core holding income.

Keputusan bukan soal mana yang lebih baik, tapi peran apa yang pengin kamu isi di portofolio. Sekarang waktunya review posisi pharma kamu dan cek alokasi healthcare di portofoliomu dalam aplikasi Gotrade.

FAQ

Apakah MRNA bisa balik ke harga pandemic high di atas $400?

Kemungkinan besar tidak dalam waktu dekat tanpa blockbuster non-COVID. Butuh minimal satu produk baru yang generate revenue $5 miliar+ per tahun secara konsisten.

Apakah dividen PFE aman di level 6%+?

Manajemen komit nggak motong dividen, tapi payout ratio di atas 100% di 2023 artinya ruang kenaikan terbatas sampai earnings non-COVID pulih sepenuhnya.

Lebih baik beli PFE sekarang atau tunggu lebih turun?

Di $27-28 dengan yield 6%+, PFE udah di zona menarik historis. Dollar cost averaging lebih realistis daripada nunggu bottom perfect.

Saham pharma mana lagi yang worth dibandingkan sama MRNA dan PFE?

Merck (MRK), Eli Lilly (LLY), dan AbbVie (ABBV). LLY dominan di GLP-1 obesity, MRK punya Keytruda sebagai cash cow onkologi, ABBV punya portofolio imunologi post-Humira.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade