OCO (One Cancels Other) Order: Pengertian dan Cara Set Up

Ringkasan

  • OCO order memasang take profit dan stop loss dalam satu paket otomatis sehingga saat salah satu tereksekusi, order lainnya langsung dibatalkan tanpa intervensi manual.
  • OCO menghilangkan bias emosional karena keputusan risk/reward dibuat sebelum entry, bukan saat harga sudah bergerak dan tekanan psikologis sedang tinggi.
  • OCO tidak cocok untuk strategi scaling out bertahap, saham dengan likuiditas rendah, atau menjelang event volatilitas ekstrem seperti earnings.
OCO (One Cancels Other) Order: Pengertian dan Cara Set Up

Share this article

Salah satu kelemahan terbesar trader pemula bukan pada analisisnya, melainkan pada eksekusi exit-nya. Take profit terlambat dipasang, stop loss dilupakan, atau keduanya tidak konsisten karena bergantung pada keputusan manual di saat emosi sedang tinggi. OCO order hadir untuk menyelesaikan masalah ini sekaligus.

Makanya, simak pemaparan lengkapnya di artikel berikut.

Apa Itu OCO Order dan Cara Kerjanya

OCO atau One Cancels Other adalah tipe order yang memasang dua perintah sekaligus dalam satu paket: take profit dan stop loss. Ketika salah satu tereksekusi, order yang lain otomatis dibatalkan oleh sistem.

Cara kerjanya sederhana, melansir Investopedia, setelah posisi terbuka, kamu memasang dua order secara bersamaan:

  • Order pertama: limit order di atas harga saat ini sebagai take profit
  • Order kedua: stop order di bawah harga saat ini sebagai stop loss

Jika harga naik dan menyentuh level take profit, order pertama tereksekusi dan stop loss otomatis dibatalkan. Jika harga turun dan menyentuh stop loss, order kedua tereksekusi dan take profit otomatis dibatalkan. Tidak ada orphaned order yang tertinggal aktif setelah posisi ditutup.

Di aplikasi investasi Gotrade, OCO tersedia di Advanced Mode bersama tipe order lanjutan lainnya seperti bracket, trailing stop, dan OTO.

Kenapa OCO Lebih Disiplin dari Manual Exit

Manual exit mengandalkan kamu untuk memantau pasar, membuat keputusan, dan mengeksekusi order di waktu yang tepat. Tiga hal ini semuanya rentan terhadap gangguan emosional.

OCO menghilangkan ketiga titik kelemahan itu sekaligus:

  • Keputusan risk/reward dibuat sebelum entry, saat pikiran masih jernih dan tidak dipengaruhi pergerakan harga yang sudah terjadi
  • Eksekusi berjalan otomatis tanpa perlu kamu aktif di depan layar, relevan untuk investor Indonesia yang trading di pasar AS yang buka malam hari
  • Tidak ada ruang untuk "tunggu sebentar" saat stop loss hampir tersentuh atau take profit hampir tercapai, dua momen di mana bias emosional paling kuat bekerja

Hasilnya adalah trading yang lebih konsisten karena setiap posisi dieksekusi persis sesuai rencana yang sudah dibuat, bukan sesuai mood saat itu.

Cara Setup OCO di Gotrade

Di Gotrade, OCO bisa diakses melalui Advanced Mode saat membuka posisi baru. Langkah umumnya:

  1. Buka posisi terlebih dahulu menggunakan market order atau limit order biasa
  2. Pilih tipe order OCO di menu order setelah posisi terbuka
  3. Set level take profit: masukkan harga target di atas harga saat ini sebagai limit order
  4. Set level stop loss: masukkan harga batas kerugian di bawah harga saat ini sebagai stop order
  5. Konfirmasi: sistem akan menampilkan kedua order sebagai satu pasang yang saling terhubung

Pastikan level take profit dan stop loss sudah dihitung berdasarkan analisis teknikal yang jelas sebelum memasang OCO, bukan angka sembarang. Menentukan stop loss berdasarkan ATR atau level support/resistance kunci memberikan logika yang lebih kuat dibanding persentase tetap.

Ingin coba OCO order langsung di pasar AS? Aktifkan Advanced Mode di Gotrade dan mulai set profit target serta stop loss secara otomatis sekarang.

Contoh: Saham Momentum dengan Target dan Floor yang Jelas

Kamu membeli NVDA di $900 setelah breakout dari resistance kuat. Analisis teknikal menunjukkan:

  • Resistance berikutnya di $960 sebagai take profit
  • Support kuat di $870 sebagai stop loss
  • Risk/reward ratio: potensi untung $60 vs potensi rugi $30 = 1:2

Dengan OCO, kamu memasang:

  • Take profit limit order di $960
  • Stop loss order di $870

Skenario A: NVDA naik ke $960. Take profit tereksekusi, stop loss di $870 otomatis dibatalkan. Keuntungan $60 per saham terealisasi tanpa perlu memantau.

Skenario B: NVDA turun ke $870. Stop loss tereksekusi, take profit di $960 otomatis dibatalkan. Kerugian dibatasi di $30 per saham sesuai rencana awal.

Tanpa OCO, ada risiko kamu lupa memasang stop loss karena fokus memantau take profit, atau sebaliknya. Bracket order adalah variasi yang lebih lengkap karena menggabungkan entry dan OCO dalam satu paket, tapi prinsip mekanismenya sama.

Kapan OCO Tidak Cocok Dipakai

OCO adalah alat yang kuat, tapi tidak cocok untuk semua situasi:

Posisi yang rencana exit-nya masih berubah-ubah

Jika kamu belum memiliki level take profit dan stop loss yang jelas sebelum entry, memasang OCO dengan angka sembarang justru lebih berbahaya dari tidak memasangnya sama sekali.

Saat scaling out secara bertahap

OCO bekerja dengan satu target dan satu stop dalam satu paket. Jika strategimu adalah exit sebagian posisi di beberapa level yang berbeda, OCO tunggal tidak bisa mengakomodasi ini. Kamu perlu beberapa OCO atau pendekatan manual exit yang lebih fleksibel.

Saham dengan likuiditas rendah dan spread lebar

Pada saham yang spread-nya lebar, stop loss dalam OCO bisa tereksekusi di harga yang jauh dari level yang ditentukan saat volume tipis. Pastikan saham yang digunakan memiliki likuiditas yang cukup untuk eksekusi yang presisi.

Menjelang rilis data besar atau earnings

Volatilitas ekstrem saat earnings atau rilis data makro besar bisa memicu stop loss OCO-mu sebelum harga pulih, atau sebaliknya melewati take profit dengan gap besar. Pertimbangkan untuk menutup OCO sementara sebelum event besar dan memasangnya kembali setelahnya.

Kesimpulan

OCO order adalah salah satu alat manajemen risiko paling praktis yang tersedia di pasar saham AS. Dengan mengotomasi keputusan exit sebelum emosi pasar masuk ke dalam persamaan, OCO membantu trader menjalankan strategi secara konsisten tanpa bergantung pada pengawasan aktif setiap saat.

Gunakan OCO setiap kali kamu memiliki level take profit dan stop loss yang jelas, dan hindari menggunakannya saat rencana exit masih belum pasti.

Siap mulai trading dengan manajemen risiko yang lebih otomatis? Download Gotrade dan aktifkan Advanced Mode untuk mengakses OCO dan tipe order lanjutan lainnya di pasar AS.

FAQ

Apakah OCO bisa dipakai untuk posisi short?

Bisa, dengan posisi dibalik: take profit dipasang di bawah harga entry dan stop loss di atasnya.

Apa bedanya OCO dengan bracket order?

Bracket order menyertakan entry dalam satu paket bersama OCO, sedangkan OCO murni hanya mengelola exit dari posisi yang sudah terbuka.

Apakah OCO bisa dikombinasikan dengan GTC?

Bisa. OCO yang dipasang dengan durasi GTC akan tetap aktif lintas sesi hingga salah satu order tereksekusi atau dibatalkan manual.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade