Gross margin dan net margin saham adalah dua metrik yang sering digunakan untuk menilai profitabilitas perusahaan. Banyak investor melihat angka laba bersih tanpa memahami bagaimana struktur biaya memengaruhi hasil akhir.
Memahami gross net profit margin membantu kamu membaca kualitas bisnis secara lebih dalam. Dua perusahaan bisa sama-sama untung, tetapi memiliki struktur margin yang sangat berbeda.
Definisi dan Perbedaan Gross Margin dan Net Margin
Gross margin adalah persentase keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi biaya langsung produksi atau cost of goods sold.
Rumus sederhananya:
Laba kotor ÷ Pendapatan × 100 persen
Gross margin menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan produk atau jasa sebelum biaya operasional lain diperhitungkan.
Net margin adalah persentase laba bersih setelah semua biaya dikurangi, termasuk biaya operasional, bunga, dan pajak.
Rumusnya:
Laba bersih ÷ Pendapatan × 100 persen
Perbedaannya terletak pada cakupan biaya. Gross margin fokus pada efisiensi produksi, sedangkan net margin mencerminkan profitabilitas akhir, seperti kata Investopedia.
Mengapa Gross Margin Penting untuk Bisnis SaaS?
Dalam bisnis berbasis SaaS atau software as a service, gross margin sering menjadi indikator utama kualitas model bisnis.
Bisnis SaaS biasanya memiliki biaya produksi per pengguna yang relatif rendah setelah infrastruktur awal tersedia. Jika perusahaan SaaS memiliki gross margin tinggi, artinya biaya tambahan untuk melayani pelanggan baru relatif kecil.
Gross margin tinggi di sektor ini menunjukkan potensi skalabilitas. Semakin banyak pelanggan, semakin besar potensi laba karena biaya marginal rendah.
Namun gross margin tinggi saja tidak cukup. Perusahaan SaaS bisa saja mengeluarkan biaya pemasaran dan pengembangan yang besar sehingga net margin masih negatif.
Net Margin yang Normal per Sektor
Net margin yang dianggap sehat berbeda-beda tergantung sektor.
-
Sektor teknologi cenderung memiliki net margin lebih tinggi setelah mencapai skala besar
-
Sektor ritel biasanya memiliki net margin tipis karena persaingan harga
-
Sektor komoditas sangat dipengaruhi siklus harga sehingga net margin bisa sangat fluktuatif
Karena itu, membandingkan gross net profit margin harus dilakukan dengan perusahaan sejenis.
Net margin 5 persen mungkin rendah di sektor teknologi, tetapi bisa normal di sektor ritel.
Gross Margin Tinggi tapi Net Margin Rendah: Apa Artinya
Kondisi ini sering membingungkan investor. Jika perusahaan memiliki gross margin tinggi tetapi net margin rendah, artinya biaya operasional di luar produksi cukup besar.
Beberapa kemungkinan penyebabnya:
-
Biaya pemasaran tinggi
-
Pengeluaran riset dan pengembangan besar
-
Beban bunga utang
-
Struktur manajemen yang mahal
Dalam beberapa kasus, ini bisa berarti perusahaan sedang dalam fase ekspansi agresif. Namun jika kondisi berlangsung lama tanpa peningkatan efisiensi, bisa menjadi sinyal masalah.
Investor perlu melihat tren margin dari waktu ke waktu, bukan hanya satu periode laporan.
Cara Cek Margin di Laporan Keuangan
Untuk mengetahui gross margin dan net margin, kamu bisa melihat laporan laba rugi perusahaan.
Langkah umum:
-
Cari pendapatan atau revenue
-
Lihat laba kotor dan laba bersih
-
Hitung persentase masing-masing terhadap pendapatan
Banyak platform investasi juga sudah menampilkan rasio margin secara otomatis di bagian fundamental.
Namun membaca langsung laporan keuangan membantu kamu memahami komponen biaya yang memengaruhi perubahan margin.
Jika kamu ingin membandingkan margin perusahaan global dari berbagai sektor, kamu bisa menggunakan aplikasi Gotrade Indonesia untuk melihat data fundamental saham AS secara langsung sebelum mengambil keputusan investasi.
Margin dan Kualitas Bisnis Jangka Panjang
Margin yang stabil atau meningkat sering menjadi tanda bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif.
Gross margin yang konsisten menunjukkan perusahaan memiliki pricing power atau efisiensi produksi.
Net margin yang sehat menunjukkan manajemen mampu mengontrol biaya dan menjaga profitabilitas secara keseluruhan.
Namun margin tinggi tidak selalu berarti saham menarik. Valuasi, pertumbuhan pendapatan, dan kondisi industri tetap perlu dipertimbangkan.
Kesimpulan
Gross margin vs net margin membantu investor memahami struktur profitabilitas perusahaan. Gross margin menunjukkan efisiensi produksi, sedangkan net margin mencerminkan laba bersih setelah semua biaya.
Bisnis SaaS sering memiliki gross margin tinggi karena model yang skalabel, tetapi net margin tetap bergantung pada kontrol biaya operasional. Net margin yang normal juga berbeda antar sektor.
Dengan memahami gross net profit margin saham, kamu dapat membaca laporan keuangan dengan lebih tajam dan membuat keputusan investasi yang lebih rasional.
Jika kamu ingin mulai menganalisis saham global berdasarkan margin dan data fundamental lainnya, kamu bisa memanfaatkan Gotrade Indonesia untuk mengakses pasar AS sesuai strategi investasi kamu.
Mulai investasi global di Gotrade sekarang.
FAQ
Apa perbedaan gross margin dan net margin?
Gross margin mengukur laba setelah biaya produksi, sedangkan net margin mengukur laba bersih setelah semua biaya termasuk operasional dan pajak.
Apakah gross margin tinggi selalu bagus?
Tidak selalu. Gross margin tinggi tetap harus didukung net margin yang sehat dan efisiensi operasional.
Net margin berapa yang dianggap baik?
Tergantung sektor. Setiap industri memiliki standar margin yang berbeda.











