Pin Risk Adalah: Arti, Cara Mengelola, dan Menghindarinya

Pin Risk Adalah: Arti, Cara Mengelola, dan Menghindarinya

Share this article

Dalam options trading, banyak trader fokus pada arah harga, premium, dan potensi profit. Namun ada satu risiko yang sering luput dari perhatian, terutama menjelang expiry, yaitu pin risk. Risiko ini jarang dibahas di awal belajar options, tetapi bisa berdampak besar jika tidak dipahami.

Artikel ini membahas arti pin risk, bagaimana risiko ini muncul, dan kenapa pin risk paling sering terjadi mendekati expiry options. Memahami konsep ini penting agar trader tidak terkejut dengan hasil posisi yang tampak “aman”, tetapi berakhir bermasalah.

Arti Pin Risk dalam Options Trading

Pin risk adalah risiko ketidakpastian hasil opsi saat harga underlying berada sangat dekat dengan strike price menjelang atau saat expiry.

Istilah “pin” berasal dari kondisi ketika harga saham seperti “terpaku” di sekitar strike price. Dalam situasi ini, trader tidak bisa memastikan apakah opsi akan berakhir in-the-money (ITM) atau out-of-the-money (OTM).

Masalah utama pin risk bukan sekadar apakah opsi ITM atau OTM, tetapi ketidakpastian apakah opsi akan diexercise atau tidak, terutama pada short options.

Kenapa pin risk sering mengejutkan trader?

Banyak trader berasumsi bahwa jika harga saham sedikit di bawah strike, opsi akan expire sia-sia. Namun pada kenyataannya, keputusan exercise bisa terjadi setelah market close berdasarkan harga akhir, dan trader short options tidak selalu tahu keputusan pihak lawan secara real-time.

Inilah yang membuat pin risk berbahaya dan sering disalahpahami.

Bagaimana Pin Risk Terjadi Secara Praktis?

Pin risk biasanya muncul di hari expiry, terutama pada weekly options atau 0DTE options.

Harga bergerak dekat strike di akhir sesi

Saat market mendekati penutupan, harga underlying sering bergerak aktif karena:

Jika harga berakhir sangat dekat dengan strike, hasil opsi menjadi tidak pasti.

Ketidakpastian exercise pada short options

Bagi pemegang opsi (long options), exercise adalah hak. Bagi penjual opsi (short options), exercise adalah kewajiban.

Masalahnya, trader short options tidak tahu secara pasti apakah lawan akan melakukan exercise, terutama jika harga hanya selisih tipis dari strike.

Risiko posisi saham tak terduga

Jika opsi ternyata dilakukan , trader short bisa:

  • Tiba-tiba memiliki posisi saham (assignment)

  • Atau harus menjual saham yang tidak dimiliki

Ini sering terjadi di luar jam market reguler, sehingga sulit direspons cepat.

Kenapa Pin Risk Sering Terjadi Dekat Expiry?

Pin risk hampir selalu dikaitkan dengan expiry karena beberapa faktor struktural.

Nilai waktu sudah habis

Mendekati expiry, nilai waktu (theta) opsi mendekati nol. Harga opsi hampir sepenuhnya ditentukan oleh posisi harga terhadap strike. Akibatnya, perubahan harga kecil pada underlying bisa mengubah status opsi secara drastis.

Aktivitas market maker meningkat

Market maker sering melakukan hedging intensif di sekitar strike dengan open interest besar. Aktivitas ini bisa “menarik” harga saham ke area strike tertentu. Fenomena ini sering disebut sebagai “pinning effect”.

Weekly dan 0DTE options lebih rentan

Melansir Investopedia, weekly options dan 0DTE memiliki:

  • Waktu sangat singkat

  • Sensitivitas tinggi terhadap pergerakan kecil harga

Kondisi ini memperbesar probabilitas pin risk, terutama bagi short options trader. Jika kamu aktif menggunakan weekly atau 0DTE options, memahami pin risk sama pentingnya dengan memahami arah harga.

Siapa yang Paling Terkena Dampak Pin Risk?

Pin risk bisa berdampak ke semua trader, tetapi risikonya tidak simetris.

Trader short options paling berisiko

Trader yang menjual call atau put memiliki risiko assignment. Pin risk bisa membuat posisi yang tampak “aman” berubah menjadi kewajiban saham yang tidak diinginkan.

Trader spread juga tidak sepenuhnya aman

Meskipun spread membatasi risiko, pin risk tetap bisa menyebabkan:

  • Partial assignment

  • Perbedaan waktu exercise antar leg

Hal ini bisa menimbulkan posisi saham sementara.

Trader long options relatif lebih aman

Trader pembeli opsi hanya memiliki hak, bukan kewajiban. Namun, mereka tetap perlu memahami pin risk agar tidak salah mengasumsikan hasil expiry.

Cara Mengelola dan Menghindari Pin Risk

Pin risk tidak selalu bisa dihilangkan, tetapi bisa dikelola.

Tutup posisi sebelum expiry

Cara paling aman adalah menutup short options sebelum hari expiry, terutama jika harga mendekati strike. Menutup lebih awal menghilangkan ketidakpastian exercise.

Hindari short options dekat strike menjelang expiry

Jika strategi membutuhkan short options, hindari membiarkan posisi terbuka saat harga underlying terlalu dekat dengan strike di hari expiry.

Gunakan spread dengan disiplin

Spread membantu membatasi risiko, tetapi tetap perlu dipantau menjelang expiry. Jangan menganggap spread sepenuhnya bebas risiko.

Pahami aturan exercise dan assignment

Setiap broker memiliki cutoff time dan mekanisme exercise yang perlu dipahami. Ketidaktahuan di area ini sering memperbesar dampak pin risk.

Kesimpulan

Pin risk adalah risiko spesifik dalam options trading yang muncul ketika harga underlying berada sangat dekat dengan strike price menjelang expiry. Risiko ini paling sering terjadi di weekly dan 0DTE options, serta paling berdampak pada trader short options.

Dengan memahami bagaimana pin risk bekerja dan kenapa ia muncul dekat expiry, trader bisa menghindari kejutan yang tidak diinginkan dan mengelola posisi dengan lebih disiplin.

Jika kamu ingin trading options dengan lebih terkontrol, memahami risiko seperti pin risk sama pentingnya dengan memahami strategi profit. Yuk, mulai trading options di Gotrade sekarang!

FAQ

Apa itu pin risk dalam options trading?
Pin risk adalah risiko ketidakpastian hasil opsi saat harga underlying berada sangat dekat dengan strike price menjelang expiry.

Siapa yang paling terdampak pin risk?
Trader short options paling terdampak karena berisiko assignment yang tidak terduga.

Apakah pin risk hanya terjadi di 0DTE options?
Tidak, tetapi risiko ini jauh lebih sering muncul di weekly dan 0DTE options.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade