Jika call option sering dikaitkan dengan harapan harga saham naik, maka put option justru sering muncul ketika pasar berada dalam tekanan. Banyak investor pemula mendengar istilah ini saat kondisi pasar menurun, tetapi belum benar-benar memahami fungsinya.
Padahal, put option tidak selalu digunakan untuk berspekulasi saat harga turun. Dalam banyak kasus, put option justru berfungsi sebagai alat proteksi, terutama bagi investor yang sudah memiliki saham dan ingin melindungi nilai portofolionya.
Untuk memahami put option dengan lebih jernih, artikel ini akan membahas pengertian put option, fungsi proteksinya, serta contoh sederhana saat pasar sedang turun.
Pengertian Put Option
Put option adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegangnya untuk menjual saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Harga tertentu ini disebut strike price, sedangkan jangka waktu kontraknya ditentukan oleh tanggal kedaluwarsa. Untuk mendapatkan hak tersebut, pembeli put option membayar biaya yang disebut premium.
Jika harga saham turun di bawah strike price sebelum kontrak berakhir, put option berpotensi memberikan keuntungan atau perlindungan. Namun, jika harga saham tidak turun sesuai ekspektasi, kerugian pembeli put option terbatas pada premium yang dibayarkan.
Karakter ini membuat put option sering dikaitkan dengan proteksi, bukan hanya spekulasi.
Fungsi Proteksi Put Option
Salah satu fungsi utama put option adalah sebagai alat perlindungan (hedging) terhadap penurunan harga saham.
Melindungi nilai portofolio saham
Investor yang sudah memiliki saham sering menghadapi dilema saat pasar bergejolak. Menjual saham berarti keluar dari posisi jangka panjang, tetapi bertahan tanpa perlindungan juga berisiko.
Dalam kondisi ini, put option dapat digunakan sebagai semacam “asuransi”. Jika harga saham turun tajam, nilai put option dapat membantu mengimbangi kerugian pada saham yang dimiliki.
Pendekatan ini memungkinkan investor tetap memegang saham sambil membatasi risiko penurunan dalam jangka pendek.
Membatasi risiko tanpa harus menjual saham
Berbeda dengan menjual saham, penggunaan put option tidak mengubah kepemilikan aset utama. Investor tetap memiliki saham, tetapi menambahkan lapisan perlindungan terhadap risiko pasar.
Fungsi ini menjelaskan mengapa put option banyak digunakan oleh investor institusi dan fund manager, terutama saat ketidakpastian pasar meningkat.
Memahami fungsi proteksi put option akan lebih jelas jika dikaitkan langsung dengan pergerakan harga saham dan nilai kontraknya. Melihat data options membantu memahami bagaimana perlindungan ini bekerja dalam praktik.
Kamu bisa lakukan semuanya lewat aplikasi investasi Gotrade Indonesia, download di bawah ini.
Contoh Kondisi Pasar Turun
Agar lebih mudah dipahami oleh pemula, mari gunakan ilustrasi sederhana dari Investopedia berikut ini.
Misalkan seorang investor memiliki saham yang saat ini diperdagangkan di harga 100. Ia khawatir harga saham akan turun dalam beberapa minggu ke depan, tetapi tidak ingin menjual saham tersebut.
Investor tersebut membeli put option dengan strike price 95 dan membayar premium sebesar 3. Jika harga saham turun ke 85 sebelum kontrak berakhir, investor memiliki hak untuk menjual saham di harga 95.
Dalam kondisi ini, kerugian dari penurunan harga saham dapat sebagian diimbangi oleh nilai put option. Namun, jika harga saham justru stabil atau naik, put option bisa berakhir tanpa nilai, dan kerugian terbatas pada premium yang dibayarkan.
Contoh ini menunjukkan bahwa put option tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, tetapi membantu mengelolanya.
Hal yang Perlu Dipahami Pemula
Bagi pemula, put option sering dianggap rumit atau menakutkan karena dikaitkan dengan pasar turun. Namun, pemahaman dasarnya justru membantu melihat options secara lebih objektif.
Pertama, waktu sangat berperan. Nilai put option dapat berkurang seiring mendekati tanggal kedaluwarsa, meskipun harga saham tidak bergerak signifikan.
Kedua, put option sensitif terhadap volatilitas pasar. Saat ketidakpastian meningkat, harga put option bisa naik meskipun harga saham belum turun drastis.
Ketiga, put option bukan alat prediksi. Ia adalah alat manajemen risiko yang bekerja paling baik jika digunakan dengan tujuan yang jelas.
Put Option Tidak Sekadar Bertaruh Pasar Turun
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap put option hanya digunakan untuk “bertaruh” bahwa harga saham akan jatuh. Pandangan ini terlalu sempit.
Dalam praktiknya, banyak investor menggunakan put option untuk menjaga stabilitas portofolio, bukan untuk mencari keuntungan dari kepanikan pasar. Cara penggunaan inilah yang membedakan spekulasi dari manajemen risiko.
Memahami konteks ini penting agar pemula tidak langsung menolak atau menyalahgunakan instrumen ini.
Kesimpulan
Put option adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Fungsi utamanya sering dikaitkan dengan proteksi terhadap penurunan harga saham, terutama dalam kondisi pasar yang tidak menentu.
Bagi pemula, memahami put option berarti memahami bagaimana risiko dapat dikelola, bukan dihindari sepenuhnya. Digunakan secara tepat, put option membantu investor menghadapi pasar turun dengan pendekatan yang lebih terukur.
Jika kamu ingin mempelajari bagaimana put option digunakan sebagai alat proteksi, kamu bisa mulai memahami struktur dan data options secara bertahap melalui aplikasi Gotrade Indonesia, sesuai dengan tujuan investasimu.
FAQ
Put option adalah apa?
Put option adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual saham pada harga tertentu dalam periode waktu tertentu.
Apakah put option cocok untuk pemula?
Bisa, jika pemula memahami fungsinya sebagai alat proteksi dan risiko yang menyertainya.
Apa risiko maksimum membeli put option?
Risiko maksimum pembeli put option terbatas pada premium yang dibayarkan.











