5 Risiko Emas Digital yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli

5 Risiko Emas Digital yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli

Share this article

Emas digital semakin populer sebagai cara praktis berinvestasi emas tanpa harus menyimpan logam fisik. Dengan modal kecil dan proses yang serba online, banyak orang tertarik membeli emas digital sebagai langkah awal investasi.

Namun, di balik kemudahannya, emas digital tetap memiliki risiko investasi emas yang perlu dipahami sejak awal. Tanpa pemahaman yang tepat, investor bisa memiliki ekspektasi yang keliru dan mengambil keputusan yang kurang sesuai dengan tujuan keuangan.

Artikel ini membahas cara kerja emas digital, risiko utama yang perlu diperhatikan, serta alternatif eksposur emas lain yang bisa dipertimbangkan.

Cara Kerja Emas Digital

Emas digital memungkinkan investor membeli emas dalam bentuk saldo gram melalui platform digital. Pembelian dapat dilakukan dalam nominal kecil, dan harga mengikuti acuan harga emas yang ditetapkan penyedia.

Secara umum, mengutip situs Pegadaian, emas yang dibeli akan disimpan oleh penyedia layanan atau mitra kustodian. Investor tidak memegang emas fisik secara langsung, tetapi memiliki klaim atas emas tersebut sesuai jumlah yang tercatat di akun.

Beberapa platform menyediakan opsi pencetakan emas fisik atau penjualan kembali secara digital. Namun, setiap fitur memiliki ketentuan, biaya, dan proses yang berbeda-beda.

Karena itu, meskipun terlihat sederhana, emas digital tetap merupakan produk keuangan dengan struktur dan risiko tertentu.

Risiko Emas Digital yang Perlu Dipahami

Kemudahan akses sering membuat risiko emas digital terasa tidak terlihat. Padahal, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan investor sebelum membeli.

Risiko kepemilikan dan kustodian

Pada emas digital, investor tidak memegang emas secara fisik. Kepemilikan bergantung pada pencatatan digital dan keandalan pihak penyedia serta kustodian.

Jika terjadi masalah operasional, gangguan sistem, atau perubahan kebijakan penyedia, akses terhadap emas bisa terdampak. Risiko ini berbeda dengan emas fisik yang sepenuhnya berada di tangan pemilik.

Risiko likuiditas dan spread harga

Emas digital biasanya memiliki harga beli dan harga jual yang berbeda. Selisih ini disebut spread dan merupakan biaya implisit bagi investor.

Pada kondisi tertentu, likuiditas bisa bergantung pada sistem platform. Investor tidak selalu bisa menjual emas digital dengan harga yang sama seperti pergerakan harga emas global saat itu.

Risiko likuiditas ini sering baru disadari ketika investor ingin menjual dalam waktu singkat.

Risiko regulasi dan kebijakan platform

Emas digital beroperasi dalam kerangka regulasi yang terus berkembang. Perubahan aturan atau kebijakan dapat memengaruhi mekanisme transaksi, biaya, atau layanan yang tersedia.

Selain regulasi eksternal, kebijakan internal platform juga dapat berubah, misalnya terkait biaya penyimpanan, minimum transaksi, atau proses penarikan.

Risiko transparansi harga

Harga emas digital umumnya mengacu pada harga emas acuan, tetapi mekanisme penentuan harga tidak selalu transparan secara real-time seperti di bursa.

Investor perlu memahami bagaimana harga ditetapkan dan seberapa sering diperbarui agar tidak memiliki ekspektasi yang keliru.

Risiko ekspektasi yang terlalu defensif

Banyak investor membeli emas digital dengan asumsi emas selalu stabil dan aman. Padahal, harga emas tetap bisa berfluktuasi dalam jangka pendek.

Menganggap emas digital sebagai aset tanpa risiko dapat mendorong alokasi berlebihan dan kekecewaan saat harga bergerak tidak sesuai harapan.

Alternatif Eksposur Emas: ETF Emas

Selain emas digital, investor juga dapat memperoleh eksposur ke emas melalui ETF emas. ETF emas adalah produk yang diperdagangkan di bursa saham dan dirancang untuk melacak harga emas global.

Berbeda dengan emas digital, ETF emas menggunakan mekanisme pasar terbuka dengan harga yang terbentuk melalui bid dan ask. Investor tidak memiliki emas fisik, tetapi mendapatkan eksposur harga emas dalam format instrumen pasar modal.

ETF emas sering dipilih oleh investor yang:

  • Menginginkan transparansi harga pasar

  • Terbiasa dengan investasi saham dan ETF

  • Mengelola portofolio jangka menengah hingga panjang

Namun, ETF emas juga memiliki risiko pasar dan fluktuasi harga, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko.

Aplikasi Gotrade Indonesia pun punya ETF emas yang bisa jadi alternatif pilihanmu, seperti GDX dari VanEck Gold Miners. Tertarik? Yuk, akses GDX lewat Gotrade!

Menentukan Instrumen Emas yang Tepat

Tidak ada satu instrumen emas yang cocok untuk semua orang. Emas digital menawarkan kemudahan dan fleksibilitas nominal kecil, tetapi membawa risiko kepemilikan dan platform.

ETF emas menawarkan transparansi pasar dan likuiditas bursa, tetapi memerlukan pemahaman mekanisme pasar saham.

Menentukan pilihan terbaik bergantung pada:

  • Tujuan investasi

  • Horizon waktu

  • Toleransi risiko

  • Preferensi terhadap kemudahan atau transparansi

Pendekatan paling sehat adalah memahami karakter setiap instrumen sebelum membeli.

Kesimpulan

Emas digital menawarkan cara praktis untuk berinvestasi emas, tetapi tetap memiliki risiko investasi emas yang perlu dipahami. Risiko kepemilikan, likuiditas, regulasi, dan ekspektasi harga menjadi faktor penting yang sering diabaikan investor pemula.

Dengan pemahaman yang realistis, investor dapat memilih apakah emas digital sesuai dengan kebutuhannya, atau mempertimbangkan alternatif seperti ETF emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Jika kamu ingin mengeksplorasi eksposur emas melalui instrumen pasar yang lebih transparan, kamu bisa melihat berbagai ETF emas global yang tersedia di aplikasi Gotrade Indonesia dan menyesuaikannya dengan tujuan investasimu.

FAQ

Apakah emas digital aman untuk investasi?
Emas digital relatif aman jika memahami cara kerja dan risikonya, terutama terkait kepemilikan dan platform penyedia.

Apa risiko utama emas digital dibanding emas fisik?
Risiko utama adalah tidak memegang emas secara langsung dan ketergantungan pada penyedia layanan.

Apakah ETF emas lebih baik dari emas digital?
Tidak selalu. Keduanya memiliki karakter dan risiko berbeda, tergantung tujuan dan preferensi investor.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade