Saham AI Software: Palantir vs Snowflake vs MongoDB

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Palantir memimpin pertumbuhan 85% YoY dengan margin FCF 57%, tapi diperdagangkan 55 sampai 67 kali forward sales, paling mahal di large-cap software.
  • Snowflake mencatat pertumbuhan produk 30%, NRR 125%, dan 9.100+ akun AI, dengan margin FCF Q4 60% dan setahun penuh 24%.
  • MongoDB tumbuh 27% dengan Atlas naik 29% dan pelanggan vector search ganda YoY, harga masuk paling murah tapi top line paling lambat.
  • Pilihan risk-adjusted: SNOW untuk eksposur AI berbasis konsumsi tanpa membayar premi Palantir; lengkapi dengan posisi lebih kecil di PLTR dan MDB.
Saham AI Software: Palantir vs Snowflake vs MongoDB

Share this article

Perdebatan soal saham AI software paling jelas terlihat dari tiga nama ini: Palantir, Snowflake, dan MongoDB. Ketiganya duduk di tiga lapisan berbeda dari tumpukan teknologi AI, dengan profil valuasi dan risiko yang juga sangat berbeda di pertengahan 2026.

Palantir menjual AIP untuk workflow AI di perusahaan besar, Snowflake menjual AI Data Cloud dan komputasi Cortex, sementara MongoDB menjual Atlas yang sudah ada Vector Search bawaan. Pertanyaannya untuk kamu sebagai investor: mana yang masih masuk akal dibeli setelah harga sudah lari kencang sepanjang setahun terakhir.

Tulisan ini membongkar tiga sudut yang paling menentukan: pertumbuhan, margin arus kas, dan valuasi. Tujuannya supaya kamu bisa memilih bukan berdasarkan hype, tapi berdasarkan rasio risiko dan imbal hasil yang nyata.

Pertumbuhan, Margin, dan Apa yang Sebenarnya Kamu Beli

Palantir mencatat pendapatan Q1 2026 sebesar USD 1,63 miliar, naik 85% year over year menurut The Motley Fool, dengan segmen US commercial melonjak 133% ke USD 595 juta. Net dollar retention 150%, tertinggi sepanjang sejarah large-cap software, dan manajemen menaikkan panduan pendapatan setahun penuh ke pertumbuhan 71%.

Snowflake membukukan pendapatan produk Q4 FY2026 senilai USD 1,23 miliar, naik 30%, dengan NRR 125% dan RPO USD 9,77 miliar. Lebih dari 9.100 akun sudah memakai fitur AI Snowflake, dan Snowflake Intelligence menjangkau 2.500 akun hanya dalam tiga bulan seiring adopsi Cortex AI yang meluas.

Dilansir StockTitan, MongoDB mencatat pendapatan Q4 FY2026 sebesar USD 695 juta, naik 27%, dengan Atlas naik 29% di atas basis setahun penuh USD 2,78 miliar. Jumlah pelanggan vector search ganda dibanding tahun lalu, menjadikan MDB pemain paling lambat di top line tapi paling luas di lapisan database.

Arus kas bebas menunjukkan kualitas profitabilitas

Palantir menghasilkan adjusted free cash flow USD 925 juta dengan margin 57% di kuartal terakhir, dan panduan FCF setahun penuh dinaikkan ke titik tengah di atas USD 4,3 miliar. Snowflake menyentuh margin FCF 60% di Q4 FY2026, tapi angka setahun penuh hanya 24% dan panduan FY2027 dekat 23% karena investasi komputasi AI yang besar.

MongoDB menghasilkan FCF FY2026 sebesar USD 493 juta dengan margin sekitar 20% di atas pendapatan USD 2,46 miliar, paling rendah dari tiga nama ini. Palantir unggul di margin hari ini, model konsumsi Snowflake memberikan daya tahan, dan margin MongoDB punya ruang untuk membaik begitu Atlas semakin scale.

Valuasi adalah titik di mana ceritanya berbalik

Palantir diperdagangkan di kisaran 55 sampai 67 kali forward sales menurut The Motley Fool, jauh di atas perbandingan apa pun di kelas large-cap software, termasuk Nvidia, ServiceNow, dan Salesforce. Snowflake terlihat mahal dari sisi laba, tapi masih masuk akal di rasio price-to-sales jika dipasangkan dengan pertumbuhan 30%, NRR 125%, dan profil FCF 23 sampai 25%.

MongoDB sudah mengalami penurunan multiple seiring perlambatan pertumbuhan dari kisaran 30-an ke akhir 20-an, meski Atlas sudah menembus run rate USD 2 miliar. Multiple-nya sekarang terlihat tertekan dibanding potensi upside vector AI, membuat MDB paling murah secara price-to-growth dengan komposisi Atlas 72%.

Mana Saham AI Software dengan Imbal Hasil Terbaik

Palantir punya fundamental paling bersih, tapi harga masuknya paling mahal. Ia butuh pertumbuhan tiga digit di segmen US commercial yang bertahan beberapa kuartal hanya untuk membenarkan 55 kali forward sales.

MongoDB punya setup paling murah, tapi top line-nya paling lambat. Tesisnya bertumpu pada workload vector di Atlas yang baru akan menambah kontribusi pendapatan signifikan di sepanjang 2027 dan 2028.

Snowflake duduk di tengah dengan pertumbuhan 30% yang nyata, arus kas yang juga nyata, dan permukaan Cortex AI yang sudah hadir di lebih dari 9.100 akun perusahaan global. Valuasinya mahal, tapi bisa dibenarkan oleh lintasan FCF, NRR 125%, dan pertumbuhan RPO 42% ke USD 9,77 miliar.

Pilihan risk-adjusted kami adalah SNOW: pendapatan berbasis konsumsi, NRR 125%, margin FCF Q4 60%, dan Cortex AI yang sudah menjangkau 9.100 akun perusahaan. Untuk pemburu momentum murni, PLTR tetap menjadi cerita laba AI paling berkualitas di multiple-nya, dengan NRR 150% sebagai bukti ekspansi AIP yang nyata.

Untuk opsi paling murah pada tema database dan vector AI, MDB adalah posisi kontrarian untuk kamu yang sabar dengan horizon empat kuartal. Komposisi seimbang berarti core di SNOW untuk compounding stabil, PLTR ukuran lebih kecil dengan strategi trim-and-trail, dan starter MDB yang disiapkan untuk inflection vector di 2027.

Kesimpulan

Ketiganya adalah saham AI software yang nyata, dengan pendapatan nyata dan adopsi pelanggan perusahaan yang sudah hadir di lapisan berbeda dari tumpukan AI. Snowflake memberikan keseimbangan risk-adjusted paling bersih untuk uang baru, Palantir memberi imbalan untuk pembeli momentum yang berani membayar mahal, dan MongoDB membayar kesabaran kamu di adopsi vector.

Kalau kamu ingin mengeksekusi tesis ini, tambahkan PLTR, SNOW, dan MDB ke watchlist-mu di Gotrade dengan saham fraksional, top-up USD instan, dan akses pre-market langsung dari dompet kamu. Atur ukuran posisi sesuai tingkat keyakinan kamu pada tiap nama, lalu sesuaikan kembali setelah siklus laba berikutnya.

FAQ

Apakah Palantir terlalu mahal di 2026?
Di 55 sampai 67 kali forward sales, Palantir butuh pertumbuhan tiga digit di US commercial yang bertahan untuk membenarkan multiple paling mahal di large-cap software.

Apakah Snowflake layak dibeli untuk eksposur AI?
Ya untuk eksposur AI yang risk-adjusted, dengan pertumbuhan produk 30%, NRR 125%, RPO USD 9,77 miliar, dan lebih dari 9.100 akun yang sudah memakai fitur AI Snowflake per Q4 FY2026.

Haruskah kamu membeli MongoDB untuk vector search?
MongoDB adalah posisi sabar untuk eksposur database AI, dengan jumlah pelanggan vector search yang ganda year over year meski kontribusi dolar masih di babak awal adopsi vector.

Mana yang punya margin arus kas tertinggi?
Palantir memimpin dengan margin adjusted FCF 57% di Q1 2026, di atas Snowflake 24% setahun penuh dan MongoDB sekitar 20% di FY2026.

Bisakah kamu beli PLTR, SNOW, dan MDB di Gotrade?
Bisa, ketiganya tersedia sebagai saham AS fraksional di Gotrade tanpa komisi, top-up USD instan, dan akses pre-market langsung dari dompet Gotrade kamu.

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade