Saham AMD dan saham NVDA kembali ramai diperbincangkan setiap kali pasar membahas AI, data center, dan semikonduktor. Setiap rilis earnings atau berita teknologi baru, dua nama ini hampir selalu masuk daftar top gainer atau high volume.
Pertanyaannya, kenapa dua saham semikonduktor ini terus jadi magnet bagi trader? Apakah hanya karena hype AI, atau memang ada karakteristik tertentu yang membuat keduanya menarik untuk diperdagangkan?
Untuk memahami itu, kita perlu melihat karakter masing-masing saham dan bagaimana momentum AI memengaruhi pergerakannya.
Karakter Saham AMD vs NVDA
Walaupun sama-sama bergerak di sektor semikonduktor, AMD dan NVDA memiliki positioning yang sedikit berbeda. Melansir The Motley Fool, berikut adalah karakteristik masing-masing saham:
Skala bisnis dan dominasi pasar
NVDA dikenal sebagai pemimpin dalam GPU dan akselerator AI untuk data center. Dominasi produk seperti H100 dan lini GPU AI lainnya membuat NVDA sering dianggap sebagai proxy utama tren AI global.
AMD, di sisi lain, lebih dikenal lewat CPU dan GPU kompetitif, serta upayanya masuk lebih agresif ke pasar AI melalui produk seperti MI series. AMD sering dipandang sebagai challenger yang mencoba merebut pangsa pasar dari NVDA.
Perbedaan ini membuat NVDA sering dipersepsikan lebih “mapan”, sementara AMD dianggap punya ruang pertumbuhan yang lebih agresif.
Volatilitas harga
NVDA cenderung memiliki volatilitas tinggi, terutama saat earnings atau guidance terkait AI dirilis. Pergerakan satu hari bisa signifikan, baik naik maupun turun.
AMD juga volatil, tetapi kadang pergerakannya lebih reaktif terhadap sentimen sektor dan kinerja pesaing. Bagi trader, volatilitas ini adalah peluang, bukan ancaman.
Valuasi dan ekspektasi pasar
NVDA sering diperdagangkan dengan valuasi premium karena ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi. Artinya, sedikit saja hasil di bawah ekspektasi bisa memicu koreksi tajam.
AMD biasanya diposisikan sebagai saham pertumbuhan dengan ekspektasi mengejar ketertinggalan. Ini bisa menciptakan pergerakan kuat saat ada katalis positif.
Momentum AI yang Menggerakkan Saham Semikonduktor
Tidak bisa dipungkiri, narasi AI menjadi bahan bakar utama reli saham semikonduktor dalam beberapa tahun terakhir. Berikut momentumnya di pasar saham, dikutip dari Seeking Alpha:
Permintaan data center dan AI training
Lonjakan kebutuhan komputasi untuk AI mendorong permintaan chip berkinerja tinggi. NVDA menjadi pemain utama di area ini, sementara AMD terus meningkatkan kapasitas dan produknya untuk bersaing. Setiap kali perusahaan teknologi besar meningkatkan belanja modal untuk AI, saham AMD dan NVDA sering ikut terdorong.
Siklus industri semikonduktor
Sektor semikonduktor dikenal siklikal. Ketika siklus naik berbarengan dengan tema besar seperti AI, dampaknya bisa sangat kuat terhadap harga saham. Namun, ketika siklus melemah atau ekspektasi AI mulai terlalu tinggi, koreksinya juga bisa tajam. Inilah alasan kenapa saham semikonduktor sering jadi favorit trader jangka pendek: ada cerita besar, ada volatilitas, dan ada volume.
Jika kamu tertarik memanfaatkan momentum seperti ini, pastikan kamu menggunakan aplikasi investasi/trading Gotrade Indonesia untuk akses saham-saham tersebut.
Trading vs Investasi: Pendekatan yang Berbeda
Banyak orang tertarik masuk ke saham AMD atau NVDA karena melihat grafik yang naik tajam. Tetapi tujuan menentukan pendekatan.
Pendekatan trading
Trader biasanya fokus pada:
Breakout teknikal
Momentum volume
Reaksi terhadap earnings
Level support dan resistance
Tujuannya menangkap pergerakan jangka pendek hingga menengah. Risiko dikelola dengan stop loss dan ukuran posisi. Dalam konteks ini, volatilitas adalah teman, bukan musuh.
Pendekatan investasi
Investor jangka panjang lebih fokus pada:
Fundamental bisnis
Pertumbuhan pendapatan
Posisi kompetitif
Tren jangka panjang AI
Investor tidak terlalu peduli pada fluktuasi harian, selama tesis jangka panjang tetap valid. Masalah muncul ketika seseorang berniat investasi tetapi bereaksi seperti trader, atau sebaliknya.
Alasan Trader Suka AMD dan NVDA
Ada beberapa alasan kenapa dua saham ini hampir selalu masuk radar trader aktif.
Likuiditas tinggi
Volume perdagangan yang besar memudahkan entry dan exit. Spread relatif ketat, sehingga efisien untuk transaksi aktif.
Reaksi kuat terhadap berita
Baik AMD maupun NVDA sangat sensitif terhadap:
Earnings
Guidance
Update regulasi ekspor chip
Reaksi cepat ini menciptakan peluang bagi trader momentum.
Ketersediaan instrumen derivatif
Untuk trader yang lebih aktif, saham-saham seperti NVDA dan AMD juga memiliki pasar options yang likuid. Ini memberi fleksibilitas tambahan dalam strategi, baik saat harga naik maupun turun.
Namun, leverage dari options harus digunakan dengan disiplin. Volatilitas tinggi berarti potensi profit besar, tetapi juga potensi kerugian cepat.
Risiko yang Perlu Diingat
Meski terlihat menarik, saham semikonduktor tidak bebas risiko.
Valuasi tinggi bisa memicu koreksi tajam
Ketergantungan pada siklus industri
Risiko regulasi dan geopolitik
Ekspektasi pasar yang terlalu optimistis
Trader dan investor perlu sadar bahwa momentum tidak selalu berlangsung selamanya.
Kesimpulan
Saham AMD dan saham NVDA kembali menjadi favorit trader karena kombinasi momentum AI, volatilitas tinggi, dan likuiditas besar. Keduanya menawarkan karakter yang menarik, baik untuk trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang.
Namun, pendekatan yang digunakan harus jelas sejak awal. Apakah kamu mengejar momentum jangka pendek atau membangun eksposur terhadap tren AI jangka panjang?
Memahami perbedaan itu jauh lebih penting daripada sekadar ikut tren.
Jika kamu ingin mengakses saham semikonduktor global seperti AMD dan NVDA dengan fleksibel, gunakan aplikasi Gotrade Indonesia yang memberi kemudahan eksekusi serta kontrol risiko yang jelas sebelum meningkatkan ukuran posisi.
FAQ
Apakah saham AMD lebih murah dari NVDA?
Harga per lembar bisa berbeda, tetapi yang lebih penting adalah valuasi dan potensi pertumbuhan, bukan hanya nominal harga.
Apakah saham semikonduktor cocok untuk pemula?
Cocok jika memahami volatilitasnya dan memiliki manajemen risiko yang jelas.
Apakah AMD dan NVDA hanya naik karena AI?
AI adalah katalis utama, tetapi faktor fundamental dan siklus industri juga berperan besar.











