Kalau kamu lagi bangun portofolio income jangka panjang, saham dividen AS dengan track record puluhan tahun adalah fondasi yang sulit dikalahkan.
Artikel ini review 5 nama yang sering muncul di shortlist dividend king untuk pegangan 10 tahun: Coca-Cola, Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Lowe's, dan AbbVie.
Bukan rekomendasi beli, tapi bantu kamu evaluasi mana yang cocok masuk watchlist income kamu.
Consumer Staples Defensive: Brand Power yang Tahan Resesi
1. Coca-cola (KO): 64 tahun naikkan dividen, brand defensive
Coca-Cola (KO) adalah salah satu Dividend King paling dikenal di dunia. Pada Februari 2026, board KO mengumumkan kenaikan dividen kuartalan ke US$0,53 per saham, menandai kenaikan tahunan ke-64 berturut-turut. Annualized payout sekarang US$2,12 per saham dengan yield sekitar 2,6%.
Thesis-nya simpel: Coca-Cola jualan minuman ke 200+ negara dengan margin kotor 60%+ dan brand recognition yang hampir mustahil dikalahkan. Selama resesi pun, orang tetap minum Coke. Free cash flow tahun ini diproyeksikan sekitar US$12,2 miliar, jadi payout ratio dividen masih nyaman di kisaran 73% dari FCF.
Risikonya: pertumbuhan volume di pasar maju (AS, Eropa) sudah datar. Kenaikan dividen ke depan bakal lebih bergantung pada price hikes dan ekspansi emerging market, bukan growth volume. Untuk holding 10 tahun, KO lebih cocok sebagai stabilizer portofolio, bukan engine pertumbuhan.
2. Procter & gamble (PG): 70 tahun streak, dividend king elit
Procter & Gamble (PG) baru saja mengumumkan kenaikan dividen kuartalan ke-70 berturut-turut pada April 2026. Quarterly payout naik dari US$1,0568 ke US$1,0885 per saham, atau US$4,354 setahun. Menurut The Motley Fool, PG kini termasuk dalam grup elit hanya 5 Dividend Kings dengan streak 70+ tahun.
Portofolio brand PG (Tide, Pampers, Gillette, Pantene) adalah definisi consumer staples defensive. Yield forward sekitar 2,7-3% di harga saat ini. PG juga memproyeksikan return ke shareholder via dividen + buyback sekitar US$10 miliar di fiscal 2026.
Risikonya: valuasi PG sering premium dibanding rata-rata sektor, dan tekanan dari private label di pasar AS terus berlanjut. Tapi untuk pegangan 10 tahun, predictability cash flow PG sulit ditandingi.
Healthcare Stalwart: Defensif dengan Eksposur Demografi
3. Johnson & johnson (JNJ): healthcare dividend king dengan moat farma
Johnson & Johnson (JNJ) baru mengumumkan kenaikan dividen ke-64 berturut-turut pada April 2026. Quarterly dividend sekarang US$1,34 per saham, dengan yield trailing sekitar 2,2-3,2% tergantung harga. Payout ratio sekitar 50% dari earning, jadi cushion untuk lanjut naikin dividen masih besar.
Pasca spin-off Kenvue (consumer health) di 2023, JNJ jadi pure-play farma + medtech. Portofolio obatnya luas (immunology, oncology, neuroscience) dan medtech segment-nya tumbuh stabil. Demografi penuaan di AS, Eropa, Jepang adalah tailwind struktural 10 tahun ke depan.
Risikonya: litigation talc baby powder masih jadi overhang, dan patent cliff Stelara (immunology blockbuster) sudah mulai. Tapi pipeline JNJ cukup dalam untuk offset, dan free cash flow tetap kokoh.
Mau review 5 nama ini lebih dalam dengan fundamental data dari Gotrade? Tap di sini buat masukin ke watchlist kamu dan bandingkan side-by-side.
Consumer Cyclical & Pharma: Eksposur Retail dan Yield Lebih Tinggi
4. Lowe's (LOW): home improvement dividend king dengan 54 tahun streak
Lowe's (LOW) adalah Dividend King consumer cyclical dengan 54 tahun streak menaikkan dividen. Quarterly dividend saat ini US$1,20 per saham (US$4,80 setahun), forward yield sekitar 2%. Menurut Sure Dividend, LOW bayar dividen kuartalan tanpa putus sejak IPO 1961.
Bisnis LOW: home improvement retail nomor 2 di AS setelah Home Depot, 1.700+ toko, eksposur ke housing turnover dan remodeling cycle. Thesis 10 tahun-nya: aging US housing stock (median rumah 40+ tahun) plus tren DIY bikin demand renovasi struktural. Payout ratio LOW cuma 39%, jadi kapasitas naikin dividen ke depan masih besar.
Risikonya: housing-cycle sensitivity bikin earning fluktuatif kalau mortgage rates tinggi, plus kompetisi ketat dari Home Depot di pricing dan pro-contractor segment. Cek apakah LOW cocok untuk slot consumer-cyclical di portofolio income kamu.
5. Abbvie (ABBV): pharma pasca spin-off abbott, yield 3%+
AbbVie (ABBV) spin-off dari Abbott pada 2013, jadi track record sebagai entitas independen baru 13 tahun. Tapi kalau dihitung dari era Abbott, streak kenaikan dividennya 50+ tahun, cukup untuk masuk listing Dividend Aristocrats. Quarterly dividend naik ke US$1,73 di akhir 2025 (US$6,92 setahun), dengan forward yield sekitar 3,2-3,5%.
Thesis-nya: ABBV lagi transisi pasca patent cliff Humira (biosimilar erosion bikin Humira turun 25,9% YoY di Q4 2025). Tapi Skyrizi dan Rinvoq tumbuh agresif. Q4 2025 Skyrizi mencatat US$5,01 miliar (+32,5% YoY) dan Rinvoq US$2,37 miliar (+29,5%). Kombinasi keduanya udah offset declining Humira.
Free cash flow FY 2025 sebesar US$17,82 miliar vs dividen US$11,66 miliar (coverage ratio 1,53x), masih sustainable. Risiko: kalau Skyrizi/Rinvoq menghadapi kompetisi atau patent challenge lebih cepat dari ekspektasi, dividen growth bisa melambat.
Kesimpulan
Dari 5 nama ini, KO, JNJ, PG, dan LOW semuanya Dividend Kings dengan streak 50+ tahun. LOW kasih eksposur consumer-cyclical sebagai komplemen staples (KO, PG) dan healthcare (JNJ), sementara ABBV menawarkan yield tertinggi tapi dengan risk profile pharma yang lebih volatile.
Kalau kamu lagi bangun income portfolio buat pegangan 10 tahun, kombinasi 3-4 Dividend Kings (KO/JNJ/PG/LOW) sebagai fondasi plus 1 higher-yield name (ABBV) bisa kasih balance antara stability dan yield.
Tambah ke watchlist kamu dan review apakah salah satu dari 5 saham ini cocok untuk income portfolio kamu. Tap di sini buat lihat detail KO, JNJ, PG, LOW, dan ABBV di Gotrade.
FAQ
Apa itu Dividend King?
Perusahaan publik AS yang sudah menaikkan dividen tahunan minimal 50 tahun berturut-turut tanpa pernah cut atau freeze.
Apakah LOW termasuk Dividend King?
Ya, Lowe's punya 54 tahun streak naikkan dividen tahunan dan bayar dividen kuartalan tanpa putus sejak IPO 1961, salah satu retailer dengan track record dividen terpanjang di AS.
Saham dividen mana di list ini yang yield-nya paling tinggi?
AbbVie (ABBV) dengan forward yield sekitar 3,2-3,5%, lebih tinggi dari KO, PG, JNJ, dan LOW.
Apakah dividen saham AS dipotong pajak untuk investor Indonesia?
Ya, dividen saham AS umumnya kena withholding tax 30% (atau 10% kalau ada tax treaty W-8BEN), jadi yield bersih lebih rendah dari headline yield.












