Buat kamu yang lagi cari saham IPO 2025 2026 yang layak dipantau, gelombang IPO terbaru ini memberikan beberapa nama menarik buat masuk speculative bucket di portofoliomu. Dilansir StockAnalysis, ada 225 IPO di pasar saham AS sepanjang 2024, naik 46% dari 154 IPO di 2023, dan beberapa nama sudah cetak return triple-digit pasca-listing.
Yang menarik bukan soal hype hari pertama listing, tapi mana yang sudah cetak profit pasca-IPO dan punya bisnis solid. Dengan position sizing yang disiplin, beberapa nama ini layak dipertimbangkan.
9 Saham IPO yang Worth Watchlist Time
Dari ratusan IPO yang listing dalam 2 tahun terakhir, kami saring 9 nama yang sudah melewati lock-up period dan punya fundamental cukup kuat buat masuk radar income investor.
1. IPO tech yang sudah cetak profit pasca-listing
Sektor tech IPO kelihatan paling agresif di gelombang 2024-2025, dengan beberapa nama sudah cetak gain triple-digit dari harga listing.
- ARM Holdings (ARM) jadi salah satu IPO tech paling sukses dari era 2023-2024. Setelah listing September 2023 di harga $51, sahamnya sudah lipat ganda berkat eksposur ke royalty AI chip. ARM tidak ada di lineup ticker page Gotrade, jadi monitoringnya lewat watchlist eksternal dulu.
- Reddit (RDDT) listing Maret 2024 di $34 dan menurut StockAnalysis sudah cetak return +335% pasca-IPO. Bisnis advertising-nya scale fast, dan data licensing deal sama Google buat training AI memberikan revenue stream baru.
- GitLab (GTLB) sebenarnya listing 2021, tapi baru cetak profit operasional konsisten di 2024-2025. DevSecOps platform ini punya recurring revenue model yang stabil, dan margin-nya makin sehat seiring scale. Buat income investor yang interest sama tech profitable, GTLB layak masuk watchlist.
2. IPO healthcare dengan pipeline solid
Healthcare IPO biasanya lebih volatile karena hasil clinical trial bisa swing harga 30-50% dalam sehari. Tapi 3 nama ini punya pipeline yang sudah generate revenue, bukan cuma cerita.
- Hims & Hers Health (HIMS) bukan IPO 2025-2026, tapi telehealth platform ini cetak profit pertamanya di 2024 dan revenue scale-nya berada di angka 40-50% YoY. HIMS belum ada di ticker page Gotrade, jadi tracking-nya manual dulu lewat sumber eksternal.
- Tempus AI (TEM) listing Juni 2024 di harga $37 dan fokus di precision medicine pakai AI. Revenue dari genomics testing dan data licensing sudah running, dengan kontrak ke biotech major buat clinical research data. Tempus juga belum tersedia di Gotrade.
- Kenvue (KVUE) spinoff dari Johnson & Johnson di 2023, jadi technically bukan IPO baru murni. Tapi sebagai consumer health pure-play (Tylenol, Listerine, Band-Aid), KVUE memberikan dividend yield yang menarik buat income investor. Belum di lineup ticker page Gotrade.
3. IPO energy dan industrials recovery play
Bucket ini buat kamu yang interest sama recovery play dari sektor capital-intensive, terutama EV manufacturer dan space economy yang lagi consolidating.
- Rivian (RIVN) listing November 2021 di $78 dan sudah turun signifikan ke level $10-15 di 2025. Cash burn masih tinggi, tapi joint venture sama Volkswagen $5.8 miliar memberikan runway tambahan dan validasi teknologi. Recovery play yang berisiko tapi punya optionality.
- Lucid Group (LCID) listing 2021 via SPAC merger di harga $24 dan sekarang trading di low single digit. Saudi PIF backing memberikan bantalan kapital, plus upcoming Gravity SUV launch jadi katalis production ramp 2025-2026.
- AST SpaceMobile (ASTS) listing 2021 via SPAC dan sekarang di fase deployment satellite. Partnership sama AT&T dan Verizon buat direct-to-cell konektivitas memberikan revenue visibility ke 2026-2027. Speculative tapi industrials angle yang unique.
Buat kamu yang sudah punya core portfolio stabil, mungkin saatnya cek apakah speculative bucket di portofoliomu sudah ke-allocate ke nama-nama IPO terbaru ini, atau masih kosong.
Review portofoliomu di Gotrade sekarang dan pikirkan posisi 2-5% di IPO recovery play yang fit sama thesis kamu.
Sizing Speculative IPO Bucket di Portofoliomu
Aturan sizing buat IPO play ini bukan optional, ini wajib. Position sizing 2-5% NAV per nama IPO memberikan kamu eksposur ke upside tanpa exposure berlebihan kalau salah satu nama kena 50% drawdown. Total speculative bucket sebaiknya tidak lebih dari 15% NAV total portofoliomu.
Lock-up period juga jadi risk factor penting. Insider biasanya bisa jual saham 6 bulan setelah IPO, dan ini sering trigger selling pressure jangka pendek. Menurut Renaissance Capital, total proceeds IPO 2026 YTD sudah $16,4 miliar, naik 65,3% YoY, jadi kompetisi buat capital allocation makin ketat.
Volatility IPO juga jauh lebih tinggi dari saham mature. Implied volatility 60-90% common di 6 bulan pertama listing, jadi kalau kamu ambil posisi, siap-siap mental buat swing 20-30% dalam seminggu. Pakai stop-loss longgar atau average down approach kalau thesis kamu masih intact. Disiplin yang sama saat earnings Mag 7 juga berlaku di sini: pastikan core holding kamu cukup stabil sebelum nambah speculative bucket IPO.
Kesimpulan
9 saham IPO 2025-2026 ini memberikan kamu spektrum dari tech yang sudah cetak profit pasca-listing (ARM, RDDT, GTLB), healthcare dengan pipeline solid (HIMS, TEM, KVUE), sampai energy dan industrials recovery play (RIVN, LCID, ASTS). Setiap nama punya risk-reward berbeda, dan tidak semua akan masuk strategi kamu.
Yang paling penting bukan cuma pilih nama, tapi disiplin di sizing. Position 2-5% NAV per nama, total speculative bucket maksimal 15% NAV, dan kesiapan mental buat volatilitas tinggi. Pakai kerangka diversifikasi portofolio saham AS per sektor buat balance speculative bucket sama core holding kamu.
Buat mulai posisi di IPO recovery play seperti RIVN, LCID, atau ASTS, kamu bisa beli fractional shares mulai dari US$1 di Gotrade. Buka aplikasi Gotrade, cek watchlist kamu, dan memasukkan nama-nama IPO ini ke radar pemantauan harianmu.
FAQ
Apa itu speculative bucket dalam portofolio?
Bucket alokasi 10-15% NAV buat saham high-risk tinggi-reward seperti IPO atau growth stock unprofitable.
Berapa position size ideal buat saham IPO?
2-5% NAV per nama IPO, dengan total speculative bucket tidak lebih dari 15% NAV portofoliomu.
Kenapa lock-up period penting buat investor IPO?
Insider bisa jual saham 6 bulan setelah IPO, sering trigger selling pressure yang menekan harga jangka pendek.












