Ketika harga Bitcoin bergerak agresif, nama MicroStrategy (MSTR) hampir selalu ikut disebut. Banyak investor mengenal MSTR sebagai saham yang “bergerak seperti Bitcoin”, bahkan sering dianggap sebagai alternatif memiliki Bitcoin lewat pasar saham.
Namun, saham MicroStrategy dan Bitcoin bukan instrumen yang sama. Keduanya memberikan exposure yang berbeda, dengan risiko dan karakter yang juga tidak identik. Memahami perbedaan ini penting sebelum memutuskan memilih salah satunya, atau bahkan mengombinasikan keduanya dalam portofolio.
Cara MicroStrategy Punya Eksposur Bitcoin
MicroStrategy adalah perusahaan software intelligence yang sejak 2020 menjadikan Bitcoin sebagai bagian utama dari strategi treasury-nya.
Strategi treasury berbasis Bitcoin
Alih-alih menyimpan kas dalam bentuk tradisional, MicroStrategy mengalokasikan sebagian besar aset perusahaannya ke Bitcoin. Akibatnya, nilai neraca perusahaan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga Bitcoin.
Karena kepemilikan Bitcoin yang besar, harga saham MSTR sering bergerak searah dengan Bitcoin, bahkan dengan amplitudo yang lebih besar.
Efek leverage tidak langsung
MicroStrategy tidak hanya membeli Bitcoin dari kas internal, tetapi juga menggunakan instrumen pendanaan seperti obligasi dan utang. Struktur ini menciptakan efek leverage tidak langsung terhadap Bitcoin.
Saat harga Bitcoin naik, saham MSTR bisa naik lebih agresif. Namun saat Bitcoin turun, tekanan ke saham MSTR juga bisa lebih besar.
Bedanya Saham MicroStrategy dan Pegang Bitcoin Langsung
Melansir Portfolio Lab, meski sama-sama terpapar Bitcoin, mekanisme risikonya berbeda.
Kepemilikan aset
Memegang Bitcoin berarti kamu memiliki aset crypto secara langsung. Nilainya murni dipengaruhi harga Bitcoin di pasar.
Saham MicroStrategy berarti kamu memiliki kepemilikan atas perusahaan, bukan Bitcoin secara langsung. Exposure Bitcoin datang lewat neraca dan strategi bisnis perusahaan.
Risiko tambahan di saham MSTR
Selain risiko harga Bitcoin, MSTR membawa risiko tambahan:
Risiko bisnis perusahaan
Risiko manajemen dan strategi pendanaan
Risiko pasar saham secara umum
Bitcoin tidak memiliki risiko manajemen perusahaan, tetapi memiliki risiko regulasi dan volatilitas crypto yang khas.
Kalau tujuanmu exposure ke Bitcoin, penting memahami apakah kamu nyaman dengan risiko crypto murni atau risiko gabungan crypto dan saham perusahaan.
Volatilitas Saham MicroStrategy vs Bitcoin
Salah satu perbedaan paling terasa adalah volatilitas.
Saham MSTR cenderung lebih agresif
Dalam banyak periode, pergerakan harian saham MicroStrategy bisa lebih besar secara persentase dibanding Bitcoin. Hal ini disebabkan oleh:
Leverage finansial perusahaan
Sentimen pasar saham
Likuiditas dan ekspektasi investor
Akibatnya, MSTR sering menjadi instrumen favorit trader yang mencari pergerakan cepat, tetapi kurang cocok untuk investor yang menginginkan stabilitas.
Bitcoin lebih “murni” ke sentimen crypto
Bitcoin bergerak berdasarkan faktor-faktor seperti adopsi, likuiditas global, kebijakan moneter, dan sentimen risk-on atau risk-off.
Tidak ada laporan keuangan, utang perusahaan, atau risiko operasional yang memengaruhi harga Bitcoin secara langsung.
Kapan Saham MicroStrategy Lebih Relevan?
MSTR bisa relevan dalam kondisi tertentu, bukan sebagai pengganti Bitcoin.
Untuk investor pasar saham
Bagi investor yang:
Tidak ingin menyimpan crypto secara langsung
Terbiasa dengan regulasi dan mekanisme saham
Menginginkan akses lewat akun saham
MSTR bisa menjadi alternatif exposure Bitcoin lewat ekosistem pasar saham.
Untuk trader jangka pendek
Karena volatilitasnya tinggi, MSTR sering digunakan oleh trader untuk memanfaatkan momentum harga Bitcoin dengan instrumen saham. Namun, risiko fluktuasinya juga lebih besar.
Kapan Pegang Bitcoin Lebih Masuk Akal?
Bitcoin lebih masuk akal jika tujuanmu adalah exposure langsung ke aset crypto tanpa lapisan risiko tambahan.
Bitcoin cocok untuk investor yang:
Ingin exposure murni ke crypto
Siap menghadapi volatilitas ekstrem
Memahami risiko regulasi dan keamanan aset digital
Bitcoin dan MSTR bukan soal mana lebih baik, tetapi mana yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.
Cara Beli Saham MicroStrategy di Gotrade
Jika kamu tertarik mengeksplor exposure Bitcoin lewat saham MicroStrategy, prosesnya relatif sederhana.
Langkah umum:
- Buka Gotrade, jika belum punya aplikasi atau akunnya, klik di sini untuk download/registrasi
Cari ticker MSTR di aplikasi Gotrade
Pelajari profil saham dan pergerakannya
Tentukan nominal investasi sesuai risiko
Lakukan transaksi saham seperti biasa
Saham MSTR dapat dibeli secara fractional, sehingga tidak harus membeli 1 saham penuh.
Dengan Gotrade, kamu bisa mengakses saham global seperti MicroStrategy dan mengelolanya sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Kesalahan saat Membandingkan MSTR dan Bitcoin
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Menganggap MSTR sama persis dengan Bitcoin
Mengabaikan risiko leverage dan utang perusahaan
Menggunakan MSTR sebagai lindung nilai seperti emas
Kesalahan ini biasanya muncul karena fokus hanya pada korelasi harga, bukan struktur risikonya.
Kesimpulan
Saham MicroStrategy dan Bitcoin sama-sama memberikan exposure ke pergerakan harga Bitcoin, tetapi dengan mekanisme dan risiko yang berbeda. Bitcoin menawarkan exposure langsung ke aset crypto, sementara MSTR memberikan exposure tidak langsung melalui perusahaan dengan leverage dan risiko bisnis.
Memahami perbedaan ini membantu investor memilih instrumen yang lebih sesuai dengan tujuan, horizon waktu, dan toleransi risiko.
Jika kamu ingin mengeksplor exposure Bitcoin lewat pasar saham global, kamu bisa mempelajari dan membeli saham MicroStrategy (MSTR) langsung melalui aplikasi Gotrade sesuai strategi investasimu.
FAQ
Apakah saham MicroStrategy sama dengan membeli Bitcoin?
Tidak. MSTR adalah saham perusahaan yang memiliki Bitcoin, sehingga risikonya berbeda dari memegang Bitcoin langsung.
Kenapa saham MSTR bisa lebih volatil dari Bitcoin?
Karena adanya leverage perusahaan, sentimen pasar saham, dan ekspektasi investor.
Apakah MSTR cocok untuk investor pemula?
MSTR memiliki volatilitas tinggi, sehingga lebih cocok untuk investor yang sudah memahami risiko pasar saham dan crypto.











