Saham Pertama untuk Investor Pemula: Pilihan yang Lebih Stabil untuk Dipelajari

Topan Adi Pamungkas
Topan Adi Pamungkas
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saham Pertama untuk Investor Pemula: Pilihan yang Lebih Stabil untuk Dipelajari

Share this article

Memilih saham pertama sering terasa lebih sulit daripada yang dibayangkan. Di satu sisi ada saham yang sedang ramai dibicarakan, di sisi lain ada ribuan saham dan ETF yang terlihat menarik untuk dibeli.

Masalahnya, saham pertama tidak selalu harus menjadi investasi dengan potensi keuntungan terbesar. Bagi banyak investor pemula, yang lebih penting adalah memilih instrumen yang mudah dipahami, memiliki risiko yang masih bisa diterima, dan membantu memahami cara kerja pasar secara bertahap.

Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis saham dan ETF yang sering dipertimbangkan pemula, cara menilainya secara objektif, serta beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat memulai investasi.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Bagi investor yang baru mengenal pasar saham AS melalui Gotrade, fokus utamanya bukan mencari saham yang pasti naik. Yang lebih penting adalah memilih instrumen yang memungkinkan proses belajar berjalan lebih terukur sambil memahami bagaimana pasar bergerak dari waktu ke waktu.

Kenapa Saham Pertama Sebaiknya Mudah Dipahami?

Saham Pertama Harus Mudah Dipahami

Saham pertama tidak harus menghasilkan keuntungan terbesar. Yang lebih penting adalah membantu kamu memahami hubungan antara bisnis perusahaan, kondisi pasar, dan pergerakan harga saham.

Beberapa alasan mengapa investor pemula sebaiknya memulai dari instrumen yang relatif lebih stabil:

Baca juga: Kadar Emas (Karat): Pengertian, Jenis, dan Pengaruhnya ke Harga
  • Fundamental perusahaan sudah terbukti.
  • Bisnisnya mudah dipahami.
  • Volatilitas cenderung lebih rendah dibanding saham spekulatif.
  • Lebih mudah dipelajari dari sisi laporan keuangan dan perkembangan bisnis.

Melansir Investopedia, investor baru umumnya lebih mudah membangun proses investasi yang konsisten ketika berfokus pada perusahaan dengan bisnis yang jelas dan fundamental yang kuat.

Instrumen yang lebih stabil tidak menghilangkan risiko, tetapi dapat membantu investor memahami pasar tanpa harus menghadapi fluktuasi ekstrem sejak awal.

Tiga Jenis Instrumen yang Bisa Dipertimbangkan Pemula

Perbandingan Kategori Saham

Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua orang. Namun, ada beberapa kategori yang sering digunakan sebagai titik awal oleh investor pemula.

ETF Broad Market

ETF broad market sering menjadi salah satu cara yang lebih sederhana untuk mulai berinvestasi karena memberikan eksposur ke banyak perusahaan sekaligus.

Contoh ETF yang sering dipelajari investor:

Mengutip Morningstar, ETF indeks banyak digunakan investor jangka panjang karena menawarkan diversifikasi yang luas dengan biaya yang relatif rendah.

Contoh Perbedaan ETF dan Satu Saham

Misalnya, ketika membeli satu saham teknologi, kinerja investasimu akan sangat bergantung pada perusahaan tersebut.

Sebaliknya, ETF seperti S&P 500 berisi sekitar 500 perusahaan besar AS dari berbagai sektor. Jika satu perusahaan mengalami penurunan, dampaknya terhadap keseluruhan ETF biasanya lebih kecil dibanding jika kamu hanya memiliki satu saham.

Diversifikasi tidak menghilangkan risiko, tetapi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu perusahaan tertentu.

Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah perusahaan besar yang telah memiliki rekam jejak bisnis yang panjang dan kuat.

Contoh yang sering dipelajari investor:

Alasan kategori ini sering dipertimbangkan pemula:

  • Produknya dikenal luas.
  • Model bisnis relatif mudah dipahami.
  • Informasi perusahaan mudah ditemukan.
  • Laporan keuangan tersedia secara terbuka.

Meski demikian, saham blue chip tetap bisa mengalami penurunan harga ketika kondisi pasar memburuk atau pertumbuhan bisnis melambat.

Saham Sektor Consumer dan Healthcare

Sektor consumer staples dan healthcare sering dianggap lebih defensif dibanding sektor yang sangat bergantung pada siklus ekonomi.

Contoh perusahaan:

Produk dan layanan perusahaan-perusahaan ini tetap digunakan masyarakat dalam berbagai kondisi ekonomi. Namun, bukan berarti sektor defensif tidak memiliki risiko. Pertumbuhan pendapatan yang melambat atau perubahan regulasi tetap dapat memengaruhi harga saham.

Checklist Sebelum Membeli Saham Pertama

Sebelum membeli saham atau ETF pertama, coba tanya diri sendiri dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  • Apakah saya memahami bisnis perusahaan ini?
  • Apakah saya siap jika harga turun 20% hingga 30%?
  • Apakah dana ini akan saya gunakan dalam waktu dekat?
  • Apakah saya sedang membeli satu saham atau membangun portofolio?
  • Apakah keputusan ini dibuat berdasarkan riset atau hanya karena FOMO?

Checklist sederhana seperti ini sering kali lebih membantu dibanding mencoba mencari saham yang dianggap "pasti naik".

Kesalahan Umum Saat Membeli Saham Pertama

Membeli Karena Sedang Viral

Popularitas tidak selalu berarti valuasi yang menarik. Banyak investor pemula membeli setelah harga sudah naik jauh dan akhirnya masuk pada harga yang kurang ideal.

Menaruh Seluruh Modal di Satu Saham

Memusatkan seluruh investasi pada satu perusahaan dapat meningkatkan risiko jika perusahaan tersebut mengalami masalah.

Tidak Memahami Bisnis yang Dibeli

Jika kamu tidak bisa menjelaskan bagaimana perusahaan menghasilkan uang, kemungkinan kamu belum cukup memahami investasi tersebut.

Mengejar Keuntungan Cepat

Pasar saham lebih sering memberikan hasil kepada investor yang konsisten dibanding investor yang mencoba menebak pergerakan jangka pendek.

Kesimpulan

Saham pertama sebaiknya dipilih berdasarkan seberapa mudah instrumen tersebut dipahami, bukan karena sedang populer atau terlihat memiliki potensi keuntungan terbesar.

ETF indeks luas, saham blue chip, dan beberapa sektor defensif dapat menjadi titik awal yang masuk akal untuk dipelajari. Yang terpenting, mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan dan gunakan pengalaman investasi pertama sebagai kesempatan memahami bagaimana pasar bekerja dalam jangka panjang.

Jika kamu ingin mulai berinvestasi di saham dan ETF AS dengan modal terjangkau, kamu bisa mempelajari berbagai pilihan instrumen global melalui aplikasi Gotrade.

Kinerja di masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Selalu lakukan riset dan pahami risikonya sebelum mengambil keputusan.

Mulai trading 24 jam via aplikasi Gotrade sekarang. Dengan minimal deposit hanya US$ 5!

FAQ

1. Apakah pemula harus mulai dari ETF dulu?

Tidak wajib, tapi ETF adalah pilihan paling aman karena langsung diversifikasi.

2. Apakah saham blue chip cocok untuk jangka panjang?

Ya, karena fundamental kuat dan permintaan stabil membuatnya cocok sebagai fondasi portofolio.

3. Apakah saham hype aman untuk pemula?

Tidak disarankan karena volatilitas tinggi dan risiko besar.

Disclaimer:PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade