Saat membahas investasi emas, kebanyakan orang fokus pada satu hal: harga emas hari ini. Padahal, ada komponen lain yang sama pentingnya tetapi sering luput dari perhatian, yaitu spread emas. Spread inilah yang sering menjadi biaya tersembunyi dan memengaruhi hasil investasi, baik pada emas fisik, emas digital, maupun ETF emas.
Perbedaan harga beli dan jual bisa terlihat kecil di awal, tetapi dampaknya terasa ketika investor ingin menjual kembali. Karena itu, memahami harga spread emas menjadi penting sebelum memilih instrumen investasi emas yang paling sesuai.
Apa Itu Spread Emas dan Mengapa Penting?
Spread emas adalah selisih antara harga beli dan harga jual emas pada waktu yang sama. Melansir IG Group, semakin lebar spread, semakin besar “biaya awal” yang harus ditutup agar investasi mulai untung.
Sebagai contoh, jika harga beli emas lebih tinggi jauh dibanding harga jualnya, investor akan langsung berada di posisi rugi saat transaksi dilakukan. Spread ini berlaku di semua instrumen emas, baik fisik, digital, maupun ETF.
Masalahnya, spread sering tidak disadari karena tidak selalu ditampilkan secara eksplisit sebagai biaya.
Harga Spread Emas Fisik dan Digital (Emas Antam dan Pegadaian)
Pada emas fisik, spread umumnya terlihat jelas dari perbedaan harga beli dan harga jual yang ditetapkan penjual. Spread ini mencerminkan berbagai biaya di luar harga emas itu sendiri, seperti produksi, distribusi, sertifikasi, dan margin.
Saat artikel ini ditulis, pada Selasa (3/2), harga emas fisik menunjukkan selisih dengan detail berikut:
- Untuk emas Antam, harga beli berada di Rp2.786.120, sementara harga jual di Rp2.626.000.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp160.120 atau sekitar 5,7% antara harga beli dan jual. - Sementara itu, pada emas Pegadaian, harga beli tercatat di Rp2.852.000 dan harga jual di Rp2.680.000. Ini berarti spread mencapai sekitar Rp172.000 atau kurang lebih 6%.
Angka ini menunjukkan bahwa investor emas fisik perlu kenaikan harga yang cukup besar terlebih dahulu hanya untuk menutup spread awal. Dalam jangka pendek, selisih ini dapat terasa signifikan, terutama bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas likuiditas.
Karena itu, meskipun emas fisik sering dipandang sebagai aset aman, biaya implisit berupa spread tetap perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi investasi emas secara keseluruhan.
Sebagai perbandingan, pada ETF emas yang diperdagangkan di bursa saham, spread umumnya jauh lebih sempit karena terbentuk secara real-time melalui mekanisme bid-ask pasar.
Bagaimana Spread Bekerja pada ETF Emas?
Berbeda dengan emas fisik dan emas digital, ETF emas diperdagangkan di bursa saham. Harga ETF emas terbentuk secara real-time berdasarkan mekanisme pasar, yaitu interaksi antara pembeli dan penjual.
Pada ETF, spread muncul dalam bentuk bid-ask spread, yang biasanya lebih transparan dan kompetitif, terutama pada ETF dengan likuiditas tinggi.
Di Gotrade, spread ETF emas (contohnya ETF GDX) ditampilkan sebagai 0% di aplikasi untuk kemudahan pengguna. Namun secara struktur pasar, bid-ask spread ETF emas secara umum berada di kisaran ±0,15%, tergantung kondisi likuiditas dan jam perdagangan.

Penting dicatat, spread ETF bukan biaya tetap yang ditentukan platform, melainkan hasil dari mekanisme pasar. Tertarik untuk eksplor ETF Emas? Yuk, download Gotrade sekarang!
Membandingkan Dampak Spread terhadap Hasil Investasi
Jika dibandingkan secara konseptual:
Emas fisik cenderung memiliki spread paling lebar
Emas digital berada di tengah
ETF emas umumnya memiliki spread paling sempit, terutama untuk ETF yang likuid
Perbedaan ini membuat ETF emas lebih efisien untuk investor yang aktif atau ingin fleksibilitas keluar-masuk posisi. Sementara itu, emas fisik lebih cocok untuk tujuan penyimpanan nilai jangka sangat panjang, di mana spread menjadi kurang relevan dibanding aspek keamanan dan kepemilikan fisik.
Melihat perbedaan spread secara langsung antara emas fisik, emas digital, dan ETF emas bisa membantu investor memahami biaya nyata di balik setiap instrumen, bukan hanya harga emas hari ini.
Spread Bukan Satu-satunya Pertimbangan
Meski penting, spread bukan satu-satunya faktor dalam memilih instrumen emas. Likuiditas, tujuan investasi, horizon waktu, dan kenyamanan juga berperan besar.
Investor yang mengutamakan kepemilikan fisik mungkin tetap memilih emas Antam meski spread lebih lebar. Sebaliknya, investor yang mengutamakan efisiensi dan fleksibilitas bisa mempertimbangkan ETF emas sebagai alternatif.
Yang terpenting adalah memahami trade-off dari setiap pilihan, bukan mencari instrumen yang terlihat “paling murah” di permukaan.
ETF Emas sebagai Alternatif Investasi Emas
ETF emas sering digunakan sebagai alternatif bagi investor yang ingin eksposur emas tanpa harus berurusan dengan penyimpanan fisik atau spread yang terlalu lebar.
Melalui Gotrade Indonesia, investor dapat mengakses ETF emas global yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat. Transaksi dilakukan seperti membeli saham, dengan transparansi harga dan likuiditas pasar.
Pendekatan ini cocok bagi investor yang ingin menjadikan emas sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset simpanan.
Jika kamu ingin membandingkan efisiensi emas fisik dan ETF emas secara langsung, kamu bisa melihat pergerakan harga dan spread ETF emas global melalui aplikasi Gotrade Indonesia dan menyesuaikannya dengan strategi investasimu.
Kesimpulan
Harga spread emas adalah faktor penting yang sering diabaikan saat berinvestasi emas. Baik emas fisik, emas digital, maupun ETF emas memiliki spread dengan karakter yang berbeda.
Emas fisik cenderung memiliki spread paling lebar, emas digital berada di tengah, sementara ETF emas menawarkan spread yang relatif lebih efisien karena mekanisme pasar. Memahami perbedaan ini membantu investor memilih instrumen emas yang paling sesuai dengan tujuan dan gaya investasinya.
FAQ
Apa itu spread emas?
Spread emas adalah selisih antara harga beli dan harga jual emas pada waktu yang sama.
Kenapa spread emas fisik lebih mahal?
Karena mencakup biaya produksi, distribusi, sertifikasi, dan margin penjual.
Apakah ETF emas selalu lebih murah dari emas fisik?
Dari sisi spread, umumnya lebih efisien. Namun, pilihan tetap bergantung pada tujuan investasi dan preferensi investor.











