Starbucks (SBUX) Turnaround 2026: Bisa Pulih?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Niccol pimpin rencana Back to Starbucks, manajemen sebut titik balik tercapai
  • Comps China naik, panduan EPS fiskal 2026 sekitar $2,15-$2,40
  • Skenario bull bertumpu pulihnya trafik AS, bear pada persaingan China
Starbucks (SBUX) Turnaround 2026: Bisa Pulih?

Share this article

Starbucks (SBUX) sedang menjalani salah satu turnaround paling diperhatikan di sektor konsumen tahun 2026. Setelah beberapa kuartal lemah, manajemen mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Sahamnya bergerak mengikuti satu pertanyaan besar. Bisakah raksasa kopi ini menyalakan kembali pertumbuhan?

Artikel ini menjelaskan apa yang salah, rencana perbaikannya, dan bagaimana kamu bisa menilai prospeknya secara wajar.

Baca juga: Beyond Palantir: 4 Saham Software AI 2026

Apa yang Salah: Trafik AS dan Pelemahan China

Masalah inti datang dari dua sisi. Trafik gerai di Amerika Serikat menurun selama beberapa kuartal.

Pelanggan mengeluhkan antrean, harga, dan waktu tunggu yang panjang. Pengalaman di gerai melemah, dan kunjungan ikut turun.

Trafik adalah jantung bisnis kopi. Sekali pelanggan terbiasa pergi ke tempat lain, mereka sulit ditarik kembali.

Baca juga: Adobe (ADBE) di Era AI: Cukupkah Firefly Jaga Moat?

Setiap penurunan trafik kecil bisa berdampak besar. Dengan ribuan gerai, dampaknya menumpuk dengan cepat ke pendapatan total.

Di China, persaingan terasa jauh lebih keras. Pemain lokal seperti Luckin menawarkan harga agresif dan jaringan yang sangat luas.

Tekanan ini menggerus penjualan dan margin di pasar terbesar kedua Starbucks. Pertumbuhan yang dulu mulus berubah menjadi perebutan pangsa pasar.

Satu inisiatif berbasis AI bahkan dilaporkan gagal pada Mei 2026. Eksekusi yang tidak rapi memperjelas bahwa masalahnya bukan sekadar soal selera kopi.

Kombinasi dua tekanan ini membuat investor cemas. Merek kuat saja tidak cukup tanpa eksekusi operasional yang konsisten.

Rencana Turnaround dan Kepemimpinan Baru

CEO Brian Niccol memimpin rencana bertajuk "Back to Starbucks". Fokusnya sederhana, mengembalikan pengalaman gerai yang dulu membuat merek ini istimewa.

Menurut CNBC (cnbc.com), rencana ini menekankan layanan lebih cepat, menu lebih ringkas, dan suasana gerai yang lebih hangat. Tujuannya menarik kembali pelanggan yang sempat pergi.

Manajemen menyebut kuartal terakhir sebagai momen yang "menandai titik balik turnaround kami", dengan pertumbuhan di lini atas dan bawah. Penjualan toko sebanding global naik sekitar 4%, dengan transaksi naik sekitar 3%.

Di China, comps naik sekitar 7%, dan satu kuartal berikutnya menunjukkan comps naik sekitar 6%. Ini menjadi sinyal awal bahwa strategi mulai bekerja.

Kenaikan transaksi lebih penting daripada kenaikan harga. Pelanggan yang lebih sering datang menandakan pemulihan yang lebih sehat.

Starbucks juga membentuk usaha patungan China dengan Boyu Capital. Boyu memegang sekitar 60% dan Starbucks sekitar 40% dari ritel China.

Sekitar 8.000 gerai berpindah ke model berlisensi. Langkah ini melepaskan modal dan membagi risiko di pasar yang sangat kompetitif.

Model berlisensi membuat mitra lokal menanggung biaya operasional. Starbucks tetap menerima royalti tanpa beban modal sebesar sebelumnya.

Pendekatan ini mirip dengan langkah kompetitor restoran lain. Untuk gambaran lebih luas, kamu bisa membaca ulasan kami tentang saham restoran QSR untuk compounding jangka panjang.

Margin, Dividen, dan Buyback

Bagi investor, turnaround harus terlihat di angka. Pemulihan trafik penting, tetapi profitabilitas yang menentukan nilai.

Untuk tahun fiskal 2026, manajemen memandu EPS disesuaikan sekitar $2,15 hingga $2,40. Pertumbuhan penjualan toko sebanding global dan AS dipandu minimal 3%.

Panduan ini memberi kerangka yang bisa kamu pantau setiap kuartal. Jika EPS bergerak ke batas atas, pasar cenderung menghargai eksekusi.

Margin operasi menjadi metrik kunci di sini. Kenaikan margin menunjukkan biaya terkendali sambil pendapatan tumbuh.

Starbucks juga dikenal sebagai pembayar dividen yang konsisten. Arus kas yang membaik mendukung dividen sekaligus ruang untuk buyback.

Buyback mengurangi jumlah saham beredar. Dengan laba yang sama, EPS bisa naik dan menambah daya tarik bagi pemegang saham.

Membaca panduan manajemen adalah keterampilan penting. Kamu bisa mempelajarinya lewat panduan kami soal cara membaca forward guidance saham AS setelah earnings.

Bandingkan juga dengan pesaing langsung seperti McDonald's (MCD) di sisi waralaba cepat saji. Skala dan daya tahan margin keduanya berbeda di siklus yang sama.

Skenario Bull vs Bear Saham SBUX

Setiap turnaround punya dua sisi cerita. Memahami keduanya membantu kamu menilai risiko secara jujur.

Dalam skenario bull, trafik AS pulih dan momentum China berlanjut. Margin membaik, EPS bergerak ke batas atas panduan, dan pasar menghargai eksekusi Niccol.

Dalam skenario bear, persaingan China tetap brutal dan trafik AS stagnan. Biaya tenaga kerja serta investasi gerai menekan margin lebih lama dari harapan.

Menurut data di The Motley Fool (fool.com), valuasi Starbucks sudah memasukkan sebagian harapan pemulihan. Artinya, ruang kekecewaan tetap ada jika eksekusi melambat.

Kunci penilaian ada pada konsistensi. Satu kuartal baik belum cukup, tren beberapa kuartal jauh lebih meyakinkan.

Kamu tidak perlu memilih satu skenario sekarang. Memantau data kuartalan membantu memperbarui pandangan secara bertahap.

Pesaing seperti Chipotle (CMG) di sisi cepat saji, yang dulu dibesarkan Niccol, menjadi pembanding menarik. Rekam jejaknya memberi alasan optimisme yang terukur.

Mau menambahkan kandidat turnaround ke watchlist? Di Gotrade kamu bisa membeli saham fraksional mulai dari $1, jadi kamu bisa mengatur ukuran posisi sesuai keyakinanmu. Mulai dari sini.

Kesimpulan

Turnaround Starbucks (SBUX) mulai menunjukkan bukti nyata, bukan sekadar janji. Trafik China membaik dan manajemen menyebut titik balik telah tercapai.

Namun risikonya belum hilang. Trafik AS dan persaingan China akan menentukan apakah momentum ini bisa bertahan beberapa kuartal ke depan.

Cara paling sehat adalah memantau panduan EPS dan comps setiap kuartal. Bandingkan eksekusi dengan ekspektasi, bukan dengan harapan.

Disiplin lebih berguna daripada tebakan. Proses yang konsisten membantu kamu mengambil keputusan dengan kepala dingin.

Kamu bisa menambahkan SBUX ke watchlist dan mengatur ukuran posisi secara bertahap. Di Gotrade kamu bisa mulai dari $1 lewat saham fraksional. Buka watchlist kamu.

FAQ

Apakah turnaround Starbucks sudah berhasil?
Belum tuntas, tetapi manajemen menyebut kuartal terakhir menandai titik balik dengan pertumbuhan penjualan dan laba.

Apa masalah terbesar Starbucks saat ini?
Trafik gerai di AS yang menurun dan persaingan ketat di China dari pemain seperti Luckin.

Berapa panduan EPS Starbucks untuk fiskal 2026?
Manajemen memandu EPS disesuaikan sekitar $2,15 hingga $2,40 dengan pertumbuhan comps minimal 3%.

Bagaimana cara membeli saham SBUX di Gotrade?
Kamu bisa membeli saham fraksional Starbucks mulai dari $1 dan mengatur ukuran posisi sesuai keyakinanmu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade