THR adalah salah satu momen paling strategis dalam kalender keuangan pribadi. Dana yang masuk di luar arus kas bulanan ini memberi ruang untuk melakukan sesuatu yang sulit dilakukan setiap bulan: mengalokasikan modal segar ke investasi secara lebih terencana.
Tapi justru karena datangnya setahun sekali, alokasi THR perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Keputusan yang terburu-buru atau terlalu reaktif terhadap kondisi pasar sesaat bisa membuat momentum ini terbuang sia-sia.
Tentukan Risk Profile Sebelum Alokasi
Sebelum memutuskan ke mana THR akan dialokasikan, langkah pertama adalah memahami profil risiko dan strategi investasi yang sesuai dengan kondisimu saat ini.
Risk profile bukan angka yang tetap selamanya. Ia bisa berubah seiring bertambahnya usia, perubahan pendapatan, bertambahnya tanggungan, atau pergeseran tujuan finansial. Karena itu, setiap kali momen THR tiba, ada baiknya mengevaluasi kembali apakah profil risiko yang selama ini dijadikan acuan masih relevan.
Tiga pertanyaan sederhana untuk mengukur risk profile saat ini, melansir Investopedia, adalah:
- Seberapa besar kerugian yang bisa kamu toleransi tanpa panik menjual?
- Berapa lama horizon investasimu untuk dana ini?
- Apakah ada kebutuhan likuiditas jangka pendek yang perlu diantisipasi?
Jawaban dari ketiga pertanyaan ini akan menentukan proporsi yang tepat antara aset agresif dan defensif dalam alokasi THR-mu.
Pembagian Saham vs Aset Komoditas
Setelah risk profile jelas, langkah berikutnya adalah menentukan proporsi antara saham dan aset komoditas. Panduan lengkap soal cara mengelola THR untuk investasi bisa membantu kamu membangun kerangka yang lebih terstruktur.
Saham sebagai mesin growth
Saham, terutama saham growth dari pasar AS, mengisi peran sebagai penggerak return jangka panjang dalam portofolio. Dalam konteks alokasi THR, saham cocok untuk porsi yang memang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat dan bisa dibiarkan tumbuh dalam horizon tiga tahun atau lebih.
Untuk investor dengan risk profile moderat hingga agresif, alokasi saham bisa mengisi 50% hingga 70% dari total dana THR yang diinvestasikan.
Emas, silver, dan copper sebagai penyeimbang
Di sisi lain, THR saham emas dan komoditas lain seperti silver dan copper mengisi peran yang berbeda. Ketiganya memiliki karakteristik yang tidak identik dan sebaiknya tidak diperlakukan sebagai satu blok yang sama:
- Emas: paling defensif, cocok sebagai safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar
- Silver: kombinasi antara defensif dan industrial, pergerakannya lebih volatil dari emas tapi punya upside lebih besar saat ekonomi ekspansi
- Copper: paling sensitif terhadap siklus ekonomi dan industrial demand, cocok untuk investor yang optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global jangka menengah
Untuk panduan lebih lengkap soal pilihan instrumen, artikel tentang ETF emas dan ETF perak untuk trader vs investor bisa menjadi referensi yang berguna sebelum memutuskan instrumen mana yang paling sesuai.
Proporsi komoditas yang umum digunakan adalah 20% hingga 40% dari total alokasi investasi THR, dengan komposisi antar komoditas disesuaikan dengan risk profile dan pandangan terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Likuiditas sebagai Buffer
Salah satu kesalahan paling umum dalam mengalokasikan THR adalah menginvestasikan seluruhnya tanpa menyisakan buffer likuiditas.
Sisihkan minimal 10% hingga 20% dari THR dalam instrumen yang sangat likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang. Buffer ini berfungsi sebagai cadangan jika ada kebutuhan mendadak, sekaligus memberi fleksibilitas untuk masuk ke pasar jika muncul peluang entry yang lebih menarik setelah alokasi awal dilakukan.
Bagi yang tertarik mengalokasikan THR ke instrumen yang lebih terdiversifikasi dengan tetap menjaga likuiditas, opsi THR untuk investasi ETF bisa menjadi pertimbangan yang menarik karena ETF bisa dijual kapan saja selama jam perdagangan berlangsung.
Siap mulai mengalokasikan THR ke saham dan komoditas? Di Gotrade, kamu bisa mengakses saham, ETF emas, ETF silver, dan berbagai instrumen pasar AS lainnya dalam satu aplikasi.
Evaluasi Kondisi Pasar Saat Entry
Timing bukan segalanya dalam investasi jangka panjang. Tapi kondisi pasar saat entry tetap relevan untuk dipertimbangkan, terutama ketika mengalokasikan dana dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya seperti THR.
Baca kondisi makro secara sederhana
Kamu tidak perlu menjadi ekonom untuk membaca konteks pasar saat ini. Beberapa pertanyaan sederhana yang cukup untuk memandu keputusan entry:
- Apakah pasar saham sedang dalam kondisi overvalued secara historis atau masih wajar?
- Apakah volatilitas sedang tinggi atau relatif tenang?
- Apakah ada katalis besar yang sudah diketahui dalam waktu dekat, seperti keputusan suku bunga atau rilis data ekonomi penting?
Gunakan entry bertahap jika tidak yakin
Jika kondisi pasar terasa tidak pasti, pertimbangkan untuk tidak mengalokasikan semua dana sekaligus. Bagi alokasi menjadi dua hingga tiga tahap dalam rentang dua hingga empat minggu.
Pendekatan ini mengurangi risiko masuk di harga puncak dan memberi waktu untuk membaca pergerakan pasar lebih lanjut sebelum mengekspos seluruh dana.
Komoditas dan saham bisa entry di waktu berbeda
Tidak ada aturan bahwa semua alokasi harus dilakukan di hari yang sama. Jika kondisi pasar saham terasa extended sementara harga emas sedang terkoreksi, kamu bisa memprioritaskan entry ke emas lebih dulu dan menunggu momen yang lebih baik untuk masuk ke saham. Untuk konteks yang lebih lengkap, artikel tentang apakah aset komoditas cocok untuk income investing bisa membantu kamu memahami peran masing-masing aset dalam portofolio secara lebih mendalam.
Kesimpulan
Mengalokasikan THR untuk investasi saham dan komoditas bukan soal menemukan formula sempurna, melainkan tentang membangun kerangka yang sesuai dengan risk profile, tujuan finansial, dan kondisi pasar saat ini.
Mulai dari memahami profil risikomu, tentukan proporsi yang tepat antara saham dan komoditas, sisihkan buffer likuiditas, dan pertimbangkan entry bertahap jika kondisi pasar belum memberikan sinyal yang jelas.
THR yang dialokasikan dengan strategi yang terukur bisa menjadi salah satu keputusan investasi paling berdampak dalam setahun. Download Gotrade sekarang dan mulai akses saham serta ETF komoditas dari pasar AS, terdaftar dan diawasi OJK.
FAQ
Berapa persen THR yang ideal untuk diinvestasikan?
Tidak ada angka baku, tapi praktik umum adalah mengalokasikan 30% hingga 50% dari THR untuk investasi setelah kebutuhan hari raya dan dana darurat terpenuhi.
Apakah lebih baik masuk ke saham atau komoditas lebih dulu?
Bergantung kondisi pasar saat entry. Jika saham sedang overvalued dan emas terkoreksi, prioritaskan komoditas dulu. Tidak ada urutan yang baku, yang penting sesuai dengan konteks pasar saat itu.
Apakah ETF lebih cocok dibanding saham individual untuk alokasi THR?
Untuk kebanyakan investor, ya. ETF memberikan diversifikasi instan dengan satu transaksi, biaya lebih rendah, dan likuiditas yang baik, cocok untuk alokasi dana windfall seperti THR.











