Strategi Menghadapi Market Correction Tanpa Keluar Semua

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Market correction adalah penurunan 10-20% yang normal dan rata-rata terjadi 1-2 kali per tahun.
  • Keluar total dari pasar berisiko melewatkan hari-hari pemulihan terbaik yang signifikan.
  • Strategi DCA dan scaling in membantu investor memanfaatkan harga diskon tanpa menebak bottom.
Strategi Menghadapi Market Correction Tanpa Keluar Semua

Share this article

Melihat portofolio merah saat market turun adalah pengalaman yang tidak nyaman bagi investor mana pun. Namun keputusan keluar dari pasar justru bisa menjadi kesalahan terbesar yang dilakukan investor saat market correction terjadi.

Artikel ini membahas apa itu correction, kenapa tidak selalu perlu exit, dan strategi konkret yang bisa kamu terapkan hari ini.

Apa Itu Market Correction dan Seberapa Sering Terjadi

Menurut Investopedia, market correction adalah penurunan harga aset sebesar 10% hingga 20% dari posisi tertinggi terakhirnya. Koreksi ini berbeda dari bear market yang ditandai penurunan lebih dari 20% dan berlangsung lebih lama.

S&P 500 rata-rata mengalami correction sekitar satu hingga dua kali per tahun sejak dekade terakhir. Artinya, ini adalah bagian normal dari siklus pasar, bukan tanda bahwa semuanya akan runtuh.

Indeks seperti SPY yang mencerminkan S&P 500 pun sudah melewati puluhan correction dalam sejarahnya dan selalu kembali ke level lebih tinggi. Pemahaman ini penting sebelum kamu membuat keputusan investasi di tengah kepanikan.

Kenapa Tidak Selalu Perlu Exit

Data Historis Recovery

Data historis menunjukkan bahwa rata-rata waktu pemulihan S&P 500 setelah correction hanya sekitar empat bulan. Investor yang tetap invested selama periode ini pada umumnya mendapatkan kembali kerugian mereka tanpa harus melakukan apa-apa.

Dilansir Schwab, investor yang tetap invested selama correction cenderung mendapatkan hasil jangka panjang yang lebih baik dibandingkan mereka yang mencoba menghindari koreksi. Keluar dari pasar memang terasa aman, tetapi data berkata sebaliknya.

Biaya Oportunitas Keluar Terlalu Cepat

Salah satu risiko terbesar saat keluar dari pasar adalah melewatkan hari-hari terbaik di bursa. Studi menunjukkan bahwa 10 hari perdagangan terbaik dalam satu dekade sering terjadi tepat setelah penurunan tajam.

Jika kamu melewatkan hanya 10 hari terbaik dalam 20 tahun terakhir, total return portofoliomu bisa berkurang lebih dari separuhnya. Ini adalah biaya tersembunyi dari strategi exit yang sering diabaikan investor.

Simak juga artikel kami tentang kapan jual saham untuk memahami kapan exit benar-benar masuk akal secara strategis.

Strategi Reduce Risk vs Stay Invested

Rebalancing ke aset defensif

Saat market correction mulai terasa, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa alokasi portofolio. Jika porsi saham pertumbuhan terlalu besar, pertimbangkan untuk menggeser sebagian ke saham defensif seperti sektor utilitas, kesehatan, atau consumer staples.

Rebalancing bukan berarti exit total, melainkan menyesuaikan komposisi agar sesuai dengan toleransi risiko kamu. Ini memungkinkan kamu tetap di pasar sambil mengurangi eksposur terhadap aset yang paling volatile.

Tambah alokasi cash atau ETF obligasi

Menaikkan porsi cash atau masuk ke ETF obligasi adalah cara lain untuk mengurangi risiko tanpa harus keluar sepenuhnya dari pasar. Langkah ini memberikan buffer psikologis sekaligus menyiapkan amunisi untuk entry di harga lebih rendah.

ETF seperti QQQ bisa menjadi alternatif bagi investor yang ingin tetap terekspos ke pasar AS dengan diversifikasi lebih luas. Pendekatan ini lebih terukur dibandingkan menjual semua posisi dalam kondisi panik.

Dollar Cost Averaging saat correction

Dollar cost averaging (DCA) adalah strategi membeli aset secara berkala dengan jumlah tetap, terlepas dari kondisi pasar. Strategi ini sangat efektif saat correction karena kamu secara otomatis membeli lebih banyak unit saat harga turun.

DCA menghilangkan tekanan untuk menebak bottom pasar, yang bahkan profesional pun jarang bisa lakukan secara konsisten. Konsistensi lebih penting daripada timing yang sempurna dalam investasi jangka panjang.

Entry Tambahan: Cara Memanfaatkan Harga Diskon

Watchlist saham berkualitas

Correction adalah momen terbaik untuk mengeksekusi watchlist yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Saham-saham berkualitas seperti AAPL yang fundamentalnya kuat seringkali ikut turun bersama pasar meski bisnisnya tidak bermasalah.

Investor yang sudah punya watchlist terstruktur bisa bertindak lebih tenang dan rasional saat pasar merah. Tanpa watchlist, kamu cenderung membeli secara emosional dan tidak terencana.

Scaling in bertahap

Scaling in berarti membagi modal entry menjadi beberapa tahap, bukan langsung masuk dengan jumlah penuh sekaligus. Misalnya, kamu bisa masuk dengan 30% modal di penurunan pertama, 40% lagi jika turun lebih jauh, dan sisanya saat sinyal pemulihan mulai terlihat.

Strategi ini melindungi kamu dari risiko membeli terlalu dini sebelum bottom terbentuk. Baca juga artikel tentang saham naik 100% untuk memahami bagaimana mengelola posisi setelah harga kembali naik.

Kesimpulan

Market correction adalah bagian normal dari investasi, bukan sinyal untuk panik dan keluar dari pasar. Dengan strategi yang tepat, rebalancing portofolio, DCA, dan scaling in bertahap, kamu bisa melewati periode volatile ini dengan lebih tenang dan bahkan memanfaatkannya sebagai peluang.

Mulai investasi di saham-saham AS berkualitas dengan modal kecil mulai US$1 di Gotrade, platform dengan lebih dari 6.000 saham dan ETF AS dengan fitur fractional shares.

Kamu tidak perlu modal besar untuk memulai strategi yang digunakan investor profesional.

FAQ

Apa perbedaan market correction dan bear market?

Correction adalah penurunan 10-20% dari posisi tertinggi, sedangkan bear market adalah penurunan lebih dari 20% yang berlangsung lebih lama.

Apakah saya harus beli lebih banyak saat market turun?

Hanya beli tambahan jika kamu memiliki dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan tidak dibutuhkan dalam jangka pendek.

Berapa lama rata-rata pemulihan setelah market correction?

Secara historis, S&P 500 rata-rata membutuhkan sekitar empat bulan untuk pulih dari correction.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade