Supply Shock pada Komoditas: Arti, Penyebab, dan Dampaknya

Supply Shock pada Komoditas: Arti, Penyebab, dan Dampaknya

Share this article

Harga minyak yang tiba-tiba melonjak dalam semalam. Harga gandum yang melejit karena konflik di negara produsen utama. Pasokan semiconductor yang mendadak langka dan melumpuhkan industri otomotif global. Semua ini adalah wajah nyata dari sebuah fenomena yang dikenal sebagai supply shock.

Memahami supply shock bukan hanya penting bagi pelaku industri, tapi juga bagi investor yang ingin membaca pergerakan harga komoditas dengan lebih kontekstual.

Apa Itu Supply Shock?

Supply shock adalah gangguan mendadak terhadap pasokan suatu komoditas yang menyebabkan ketidakseimbangan signifikan antara penawaran dan permintaan di pasar.

Gangguan ini bisa bersifat negatif, ketika pasokan komoditas tiba-tiba berkurang drastis, atau positif, ketika pasokan tiba-tiba meningkat jauh di atas ekspektasi. Dalam praktiknya, supply shock negatif jauh lebih sering menjadi perhatian pasar karena dampaknya yang langsung terasa pada harga dan aktivitas ekonomi.

Melansir Investopedia, yang membedakannya dari fluktuasi pasokan biasa adalah kecepatannya. Perubahan terjadi terlalu cepat untuk diantisipasi oleh pasar, sehingga harga bereaksi tajam sebagai penyesuaian.

Penyebab Supply Shock

Supply shock bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik yang bersifat alami maupun buatan manusia:

  • Bencana alam dan cuaca ekstrem. Kekeringan, banjir, atau badai bisa merusak infrastruktur produksi secara tiba-tiba. Fenomena El Niño dan La Niña secara historis konsisten menjadi pemicu supply shock di komoditas pertanian seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit.
  • Gangguan infrastruktur. Kebakaran di fasilitas refinery, ledakan di tambang, atau kerusakan pipeline bisa memotong pasokan secara tiba-tiba. Dampaknya bisa dirasakan global jika fasilitas terdampak memiliki kapasitas produksi yang signifikan.
  • Kebijakan produksi. Keputusan OPEC memangkas produksi minyak adalah contoh paling klasik. Ketika negara-negara produsen sepakat mengurangi output secara terkoordinasi, harga langsung terdorong naik sementara permintaan tidak berubah.

Dampaknya pada Produksi

Supply shock tidak hanya mempengaruhi harga di pasar keuangan, tapi juga mengganggu rantai produksi di sektor riil.

Gangguan rantai pasok downstream

Industri yang bergantung pada komoditas sebagai bahan baku langsung merasakan tekanan saat pasokan terganggu. Biaya produksi naik, lead time memanjang, dan dalam kasus yang lebih parah, lini produksi terpaksa dihentikan sementara.

Kelangkaan chip semiconductor pasca pandemi adalah contoh nyata bagaimana satu supply shock di satu titik rantai pasok bisa melumpuhkan industri yang tampaknya tidak berkaitan langsung.

Efek berantai ke industri lain

Supply shock di satu komoditas sering memicu tekanan di komoditas lain yang berkaitan. Contohnya sederhana:

  • Harga energi melonjak akibat gangguan pasokan minyak
  • Biaya produksi pupuk berbasis gas alam ikut naik
  • Biaya pupuk tinggi menekan produksi pertanian
  • Harga pangan naik meski tidak ada gangguan langsung di sektor pertanian

Efek berantai seperti ini sering membuat supply shock berdampak lebih luas dari yang awalnya terlihat.

Ingin mendapatkan eksposur ke sektor komoditas? Lewat aplikasi Gotrade, kamu bisa mengakses ETF komoditas dan saham perusahaan produsen dari pasar saham AS. Yuk, akses sekarang!

Dampak Geopolitik

Geopolitik adalah pemicu supply shock yang paling tidak terprediksi dan sering kali paling berdampak besar.

Konflik dan sanksi internasional

Konflik bersenjata di kawasan produsen komoditas utama bisa langsung memotong jalur produksi dan ekspor. Konflik Rusia dan Ukraina pada 2022 memicu supply shock besar-besaran di pasar gandum dan minyak bunga matahari karena keduanya adalah eksportir besar komoditas tersebut.

Sanksi ekonomi memiliki efek serupa. Sanksi terhadap Iran dan Venezuela secara signifikan memangkas pasokan minyak global dan berkontribusi pada volatilitas harga dalam beberapa tahun terakhir.

Pembatasan ekspor sebagai instrumen kebijakan

Selain konflik, pembatasan ekspor juga bisa memicu supply shock. Ketika sebuah negara membatasi ekspor komoditas strategis demi melindungi pasokan domestik, negara pengimpor langsung merasakan tekanan.

China, sebagai produsen dominan logam tanah jarang, beberapa kali menggunakan kebijakan ekspor sebagai instrumen geopolitik yang berdampak langsung pada pasokan komoditas penting untuk industri teknologi global.

Pengaruh ke Harga Global

Semua dampak supply shock pada akhirnya bermuara pada pergerakan harga di pasar global.

Kecepatan respons harga

Seberapa cepat harga bereaksi bergantung pada likuiditas pasar komoditas tersebut. Minyak dan emas yang diperdagangkan di pasar sangat likuid bisa bereaksi dalam hitungan jam. Komoditas yang lebih niche membutuhkan waktu lebih lama.

Supply shock dan inflasi

Supply shock negatif yang cukup besar bisa memicu tekanan inflasi yang lebih luas karena kenaikan harga komoditas sebagai bahan baku diteruskan ke harga barang jadi. Inilah yang disebut cost-push inflation.

Bank sentral menghadapi dilema sulit dalam kondisi ini:

  • Menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi berisiko memperlambat ekonomi yang sudah tertekan
  • Membiarkan inflasi berjalan bisa mengikis daya beli masyarakat secara signifikan

Tidak ada pilihan yang mudah, dan respons kebijakan moneter terhadap supply shock sering menjadi perdebatan panjang di antara para ekonom.

Kesimpulan

Supply shock adalah salah satu penggerak harga komoditas yang paling tiba-tiba dan paling sulit diprediksi. Penyebabnya beragam, mulai dari bencana alam, gangguan infrastruktur, keputusan kartel, hingga dinamika geopolitik yang kompleks.

Bagi investor, memahami mekanisme supply shock membantu membaca volatilitas harga komoditas secara lebih kontekstual dan membedakan gangguan sementara dari perubahan struktural yang berdampak lebih jangka panjang.

Ingin mulai membangun eksposur ke pasar komoditas global? Download Gotrade sekarang dan akses ETF serta saham komoditas dari pasar AS, terdaftar dan diawasi OJK.

FAQ

Apakah supply shock selalu mendorong harga naik?

Tidak. Supply shock positif justru bisa mendorong harga turun tajam. Yang paling sering berdampak besar adalah supply shock negatif di mana pasokan tiba-tiba berkurang drastis.

Berapa lama efek supply shock biasanya berlangsung?

Bergantung penyebabnya. Akibat bencana alam bisa mereda dalam beberapa bulan, sementara yang dipicu geopolitik atau kebijakan bisa bertahan jauh lebih lama.

Bagaimana investor memanfaatkan momen supply shock?

Beberapa investor menambah eksposur ke komoditas terdampak melalui ETF atau saham produsen, dengan asumsi gangguan bersifat sementara dan harga akan kembali normal.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade