Bagi banyak orang, THR sering habis untuk kebutuhan Lebaran tanpa sisa yang berarti. Padahal, THR bisa menjadi momen strategis untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang jika dialokasikan dengan lebih sadar. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah menggunakan sebagian THR untuk investasi ETF.
ETF menawarkan diversifikasi, transparansi, dan kemudahan akses, sehingga cocok untuk dana “sekali setahun” seperti THR yang ingin dikelola secara lebih terukur.
Manfaat Mengalokasikan THR untuk Investasi
Mengalokasikan THR ke investasi bukan berarti mengorbankan kebutuhan hari raya. Justru, pendekatan ini membantu THR memberi dampak yang lebih panjang.
- Mempercepat akumulasi aset. Karena THR datang dalam jumlah relatif besar sekaligus, alokasi ke investasi bisa memberi dorongan awal yang signifikan dibanding menabung bulanan kecil.
- Menghindari konsumsi berlebihan. Dengan menyisihkan sebagian THR sejak awal, sisa dana menjadi lebih terkontrol untuk kebutuhan Lebaran.
- Membangun kebiasaan investasi tahunan. Menggunakan THR sebagai momen investasi rutin membantu konsistensi tanpa harus menambah beban arus kas bulanan.
Mengapa ETF Cocok untuk Dana THR?
ETF sering dipilih untuk dana seperti THR karena karakteristiknya yang relatif seimbang antara risiko dan kemudahan.
Diversifikasi otomatis
Satu ETF bisa berisi ratusan hingga ribuan aset, sehingga risiko tidak bergantung pada satu saham saja.
Transparansi dan likuiditas
ETF diperdagangkan di bursa saham dengan harga yang jelas dan mudah dipantau.
Biaya relatif efisien
Dibanding reksa dana aktif, banyak ETF memiliki biaya pengelolaan yang lebih rendah.
Fleksibel untuk berbagai tujuan
ETF bisa digunakan untuk pertumbuhan, pendapatan, hingga diversifikasi defensif seperti emas atau obligasi.
Makanya, kalau kamu ingin THR bekerja lebih lama tanpa harus aktif mengelola banyak aset, ETF bisa menjadi pilihan awal yang masuk akal. Temukan dan investasi ETF lewat aplikasi Gotrade!
Cara Menentukan Porsi THR untuk Investasi ETF
Tidak semua THR harus diinvestasikan. Pendekatan yang lebih sehat adalah alokasi bertahap.
- Langkah pertama, pastikan kebutuhan wajib Lebaran, dana sosial, dan buffer pasca-Lebaran sudah aman.
- Kemudian, tentukan porsi investasi yang realistis, misalnya 10-30% dari THR, tergantung kondisi keuangan.
- Terakhir, pilih ETF yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko, bukan sekadar tren.
Rekomendasi ETF yang Relatif Aman di 2026
Berikut beberapa ETF global yang sering dipandang relatif defensif dan cocok untuk investor jangka menengah hingga panjang di 2026. Ini bukan rekomendasi personal, melainkan contoh kategori ETF yang umum digunakan.
1. SPY (SPDR S&P 500 ETF Trust)
SPY melacak indeks S&P 500 yang berisi 500 perusahaan besar di Amerika Serikat. ETF ini merepresentasikan ekonomi AS secara luas dan sering dijadikan inti portofolio jangka panjang.
SPY cocok untuk investor yang ingin pertumbuhan berbasis perusahaan mapan dengan likuiditas tinggi.
2. VTI (Vanguard Total Stock Market ETF)
VTI mencakup hampir seluruh pasar saham AS, dari perusahaan besar hingga kecil. Diversifikasinya lebih luas dibanding SPY karena tidak hanya fokus pada perusahaan besar.
ETF ini cocok untuk investor yang ingin eksposur menyeluruh ke pasar saham AS dalam satu instrumen.
3. VXUS (Vanguard Total International Stock ETF)
VXUS memberikan eksposur ke saham internasional di luar Amerika Serikat. ETF ini membantu mengurangi ketergantungan pada satu negara atau satu ekonomi.
VXUS sering digunakan sebagai pelengkap ETF berbasis AS.
4. BND (Vanguard Total Bond Market ETF)
BND berisi obligasi pemerintah dan korporasi AS. Karakternya lebih defensif dibanding ETF saham dan berfungsi sebagai penyeimbang volatilitas.
ETF ini cocok untuk investor yang ingin stabilitas relatif dan pengurangan risiko portofolio.
5. GDX (VanEck Gold Miners)
GDX memberikan eksposur ke harga emas tanpa perlu menyimpan fisik. ETF ini sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. GDX cocok untuk porsi defensif dalam portofolio berbasis ETF.
Ragam ETF global seperti ini bisa diakses dan dikombinasikan sesuai tujuan investasi melalui platform investasi saham global seperti Gotrade.
Kesalahan saat Alokasikan THR untuk Investasi
Salah satu kesalahan paling umum adalah menginvestasikan seluruh THR tanpa buffer. Ini berisiko jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran.
Kesalahan lain adalah mengejar hasil cepat dengan instrumen berisiko tinggi. THR sebaiknya digunakan untuk memperkuat fondasi, bukan spekulasi agresif.
Kesimpulan
Menggunakan THR untuk investasi ETF adalah cara rasional untuk mengubah bonus tahunan menjadi aset jangka panjang. Dengan diversifikasi, biaya efisien, dan fleksibilitas, ETF cocok untuk dana seperti THR yang ingin dikelola secara terukur.
Kuncinya bukan pada besarnya nominal, tetapi pada konsistensi, pemilihan ETF yang tepat, dan kesadaran risiko.
Jika kamu ingin mulai mengalokasikan sebagian THR ke ETF global secara praktis, kamu bisa mempelajari dan mengakses berbagai ETF melalui aplikasi Gotrade sesuai dengan strategi investasimu.
FAQ
Apakah THR boleh digunakan untuk investasi?
Boleh, selama kebutuhan utama dan buffer keuangan sudah terpenuhi.
Kenapa ETF cocok untuk dana THR?
Karena ETF menawarkan diversifikasi, transparansi, dan kemudahan pengelolaan.
ETF apa yang relatif aman untuk pemula?
ETF berbasis indeks luas, obligasi, atau emas sering dipilih untuk pendekatan lebih defensif.











