Salah satu pengalaman paling membingungkan bagi pemula options trading adalah melihat harga options turun meski saham tidak bergerak ke mana-mana. Tidak ada berita buruk, tidak ada penurunan harga saham, tetapi nilai options tetap berkurang dari hari ke hari. Fenomena ini bukan kebetulan. Inilah yang disebut time decay, yang diwakili oleh Greek bernama theta.
Artikel ini membahas apa itu theta options, kapan time decay paling terasa, contoh sederhana dampaknya, serta cara menghindari atau mengelola risiko options yang “turun sendiri”.
Apa Itu Theta dalam Options Trading?
Theta options adalah ukuran seberapa besar nilai options berkurang seiring berjalannya waktu, dengan asumsi faktor lain tetap. Dengan kata lain, theta menunjukkan “biaya waktu” yang harus dibayar pemegang options.
Setiap kontrak options memiliki tanggal kedaluwarsa. Selama waktu terus berjalan menuju expiration, nilai waktu options akan terus menyusut. Proses penyusutan inilah yang disebut time decay.
Investopedia menyebut, theta biasanya bernilai negatif untuk pemegang options (long options). Artinya, setiap hari berlalu akan mengurangi nilai options, bahkan ketika harga saham tidak berubah.
Mengapa Options Bisa Turun Sendiri?
Options terdiri dari dua komponen utama:
-
Nilai waktu
Ketika options masih jauh dari expiration, nilai waktu masih besar. Namun, semakin dekat ke expiration, nilai waktu akan menyusut hingga akhirnya menjadi nol.
Jika options tidak memiliki nilai intrinsik yang cukup untuk mengimbangi penyusutan ini, harga options akan turun dengan sendirinya.
Inilah alasan mengapa options berbeda dengan saham. Saham bisa ditahan tanpa batas waktu, sedangkan options selalu “melawan jam”.
Kapan Time Decay Paling Terasa?
Time decay tidak bekerja secara linear. Dampaknya semakin kuat dalam kondisi tertentu.
Mendekati expiration
Semakin dekat ke expiration, theta semakin besar. Penurunan nilai options yang tadinya lambat bisa menjadi sangat cepat di minggu atau hari terakhir.
Options yang tampak stabil bisa tiba-tiba kehilangan nilai signifikan hanya karena waktu hampir habis.
Saat harga saham stagnan
Time decay paling terasa ketika harga saham bergerak sideways. Tidak ada pergerakan cukup besar untuk menciptakan nilai intrinsik baru. Dalam kondisi ini, theta bekerja tanpa gangguan, menggerus nilai options sedikit demi sedikit.
Pada options out-of-the-money
Options OTM sepenuhnya bergantung pada nilai waktu. Ketika waktu berjalan dan harga saham tidak mendekati strike price, nilai options bisa turun drastis. Bagi pemula, ini sering terasa seperti “options dihukum tanpa alasan”.
Jika harga saham diam tetapi options turun, hampir selalu ada peran theta atau time decay di baliknya. Tertarik untuk eksplorasi options lebih jauh? Yuk, pelajari dan mulai options trading di Gotrade!
Contoh Dampak Theta
Bayangkan sebuah saham diperdagangkan di harga US$100. Seorang trader membeli call option:
Strike price US$105
Expiration satu bulan
Premium 2.00
Jika setelah dua minggu harga saham masih di sekitar US$100, peluang options menjadi bernilai semakin kecil. Nilai waktu berkurang.
Premium options bisa turun menjadi 1.20 atau lebih rendah, meskipun harga saham tidak berubah. Penurunan ini murni akibat time decay.
Contoh ini menunjukkan bahwa options membutuhkan pergerakan harga yang cukup cepat, bukan sekadar arah yang benar.
Kesalahan yang Sering Tak Disadari
Banyak kesalahan pemula berakar dari ketidaksadaran terhadap time decay.
- Kesalahan pertama adalah membeli options terlalu dekat ke expiration karena terlihat murah, tanpa menyadari theta sangat agresif.
- Kesalahan kedua adalah menahan options terlalu lama saat setup tidak berjalan, berharap waktu akan “memberi kesempatan”.
- Kesalahan ketiga adalah fokus hanya pada arah harga tanpa memperhitungkan kecepatan pergerakan yang dibutuhkan.
Cara Menghindari atau Mengelola Dampak Time Decay
Time decay tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikelola.
Memilih expiration yang lebih panjang
Options dengan expiration lebih panjang memiliki theta yang lebih kecil per hari. Ini memberi ruang waktu lebih luas bagi pergerakan harga untuk terjadi. Pendekatan ini sering lebih ramah bagi pemula.
Menghindari options OTM dekat expiry
Options OTM dekat expiration sangat rentan terhadap time decay. Tanpa pergerakan cepat dan signifikan, nilai bisa turun dengan tajam.
Punya rencana waktu, bukan hanya arah
Setiap trade options sebaiknya punya batas waktu evaluasi. Jika pergerakan tidak terjadi sesuai rencana, keluar lebih awal sering lebih baik daripada “menunggu keajaiban”.
Memahami bahwa time decay bukan musuh, tapi karakter
Time decay adalah bagian alami dari options. Dengan memahami ini sejak awal, trader bisa menyesuaikan strategi dan ekspektasi.
Time Decay dalam Perspektif yang Lebih Sehat
Bagi pemula, memahami theta bukan soal menghitung angka Greek secara detail, tetapi soal mengubah cara berpikir. Options bukan instrumen “tahan lama”. Ia menuntut keputusan yang tepat waktu. Ketika waktu menjadi faktor utama, disiplin menjadi lebih penting daripada prediksi arah.
Kesimpulan
Time decay atau theta menjelaskan kenapa options bisa turun sendiri meski harga saham tidak banyak bergerak. Setiap hari yang berlalu mengurangi nilai waktu options, terutama mendekati expiration dan pada options OTM.
Dengan memahami kapan theta paling terasa dan bagaimana mengelolanya, trader pemula bisa menghindari banyak kejutan yang tidak perlu. Options bukan hanya soal arah harga, tetapi juga soal waktu.
Jika kamu ingin belajar membaca theta dan dampak time decay langsung di options chain, kamu bisa mengeksplorasi fitur options trading di aplikasi Gotrade dan memahami struktur risiko options secara bertahap.
FAQ
Apa itu theta options?
Theta adalah ukuran seberapa besar nilai options berkurang setiap hari karena berjalannya waktu.
Kenapa options bisa turun meski saham diam?
Karena time decay terus bekerja, mengurangi nilai waktu options.
Bagaimana cara mengurangi dampak time decay?
Dengan memilih expiration lebih panjang, menghindari OTM dekat expiry, dan punya rencana waktu yang jelas.











