Wheel Strategy Options: Apa Itu, Fase, Contoh, dan Cara Mulai

Wheel Strategy Options: Apa Itu, Fase, Contoh, dan Cara Mulai

Share this article

Di antara berbagai strategi options, wheel strategy adalah salah satu yang paling banyak dibicarakan oleh investor yang ingin menghasilkan income secara konsisten tanpa harus menebak arah pasar setiap saat.

Bukan strategi spekulatif. Bukan pula strategi yang hanya bekerja di kondisi pasar tertentu. Wheel strategy dirancang untuk bekerja di berbagai kondisi, selama saham yang dipilih tepat dan eksekusinya disiplin.

Apa Itu Wheel Strategy?

Wheel strategy adalah strategi options yang menggabungkan tiga komponen secara berurutan: menjual cash-secured put (CSP), menerima assignment saham jika diperlukan, lalu menjual covered call atas saham tersebut. Siklus ini berputar terus-menerus seperti roda, menghasilkan premi di setiap putarannya.

Wheel strategy adalah pendekatan yang menempatkan investor pada posisi penjual options, bukan pembeli. Sebagai penjual, kamu menerima premi di muka dan membiarkan theta atau time decay bekerja menguntungkanmu. Setiap hari yang berlalu, nilai options yang kamu jual cenderung menyusut, yang berarti posisimu semakin menguntungkan.

Yang membuat strategi ini menarik adalah logika dasarnya: kamu hanya menjalankan wheel pada saham yang memang bersedia kamu miliki. Jika terpaksa menerima sahamnya pun, kamu tidak rugi secara fundamental karena memang mau memegangnya.

Tiga Fase Wheel Strategy

Fase 1: Cash-Secured Put (CSP)

Di fase pertama, kamu menjual put option atas saham pilihan dengan strike price di bawah harga pasar saat ini. Sebagai gantinya, kamu menerima premi di muka.

Skenario yang bisa terjadi:

  • Harga saham tetap di atas strike saat expiry: Put berakhir tanpa nilai, kamu menyimpan premi dan memulai siklus baru dengan menjual CSP lagi
  • Harga saham turun di bawah strike: Kamu ter-assign dan wajib membeli saham di harga strike yang sudah disepakati

Pastikan kamu menyiapkan dana tunai penuh (cash-secured) sebesar nilai strike × 100, karena kamu harus siap membeli saham jika ter-assign. Inilah bedanya dengan naked put yang jauh lebih berisiko.

Fase 2: Assignment

Jika harga saham turun melewati strike price dan kamu ter-assign, kamu kini memiliki 100 lembar saham di harga strike yang sudah ditetapkan. Premi yang diterima di fase pertama otomatis mengurangi cost basis efektif kepemilikanmu.

Fase ini bukan kegagalan. Ini adalah transisi alami dari wheel. Kamu kini memiliki saham yang memang sejak awal bersedia kamu beli, dengan harga yang sudah disesuaikan oleh premi yang diterima.

Fase 3: Covered Call

Dengan saham di tangan, kamu masuk ke fase ketiga: menjual covered call atas saham tersebut. Pilih strike price di atas harga beli, terima premi tambahan, dan tunggu hingga expiry.

Skenario yang bisa terjadi:

  • Harga saham tetap di bawah strike call: Call berakhir tanpa nilai, premi kamu simpan, lanjut menjual covered call berikutnya
  • Harga saham naik melewati strike call: Saham dipanggil (called away) di harga strike, kamu merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga ditambah premi

Setelah saham terjual, siklus wheel kembali ke titik awal: jual CSP lagi dan putaran berikutnya dimulai.

Saham yang Cocok untuk Wheel Strategy

Tidak semua saham cocok untuk wheel strategy. Pemilihan saham adalah faktor yang paling menentukan keberhasilan strategi ini dalam jangka panjang.

Kriteria saham yang ideal:

  • Saham yang memang bersedia kamu miliki jangka panjang, ini adalah syarat paling fundamental. Jika kamu tidak mau memegang sahamnya, jangan jalankan wheel di atasnya
  • Implied volatility (IV) yang cukup tinggi, IV yang lebih tinggi menghasilkan premi yang lebih besar. Saham dengan IV terlalu rendah akan memberikan premi yang tidak sebanding dengan risiko
  • Likuiditas options yang baik, bid-ask spread yang sempit memastikan kamu bisa masuk dan keluar posisi dengan harga yang wajar
  • Harga saham yang terjangkau untuk di-assign karena assignment berarti membeli 100 lembar saham, harga saham yang terlalu tinggi membutuhkan modal yang sangat besar

Beberapa saham yang sering digunakan untuk wheel strategy oleh investor di pasar AS antara lain AAPL, AMD, SOFI, dan PLTR karena kombinasi likuiditas, IV, dan harga yang lebih terjangkau.

Untuk memilih saham yang tepat, membaca open interest pada options bisa membantu mengidentifikasi level strike mana yang paling aktif diperdagangkan.

Risiko yang Harus Diperhatikan

Wheel strategy bukan tanpa risiko. Ada beberapa skenario yang perlu diantisipasi sejak awal:

Saham turun drastis setelah assignment

Jika saham turun jauh di bawah cost basis, premi yang dikumpulkan tidak cukup untuk mengompensasi kerugian unrealized. Strategi covered call di atasnya pun menjadi sulit karena strike yang relevan mungkin sudah jauh di bawah harga beli

Upside terbatas di fase covered call

Jika saham naik tajam melewati strike call, kamu kehilangan potensi keuntungan di atas level tersebut. Saham "dipanggil" di harga yang sudah disepakati meski harga pasar lebih tinggi

Jika saham stagnan atau bergerak berlawanan, modal yang dialokasikan untuk wheel bisa terblokir lebih lama dari yang direncanakan

Risiko assignment di waktu yang tidak ideal

Terutama menjelang earnings atau event besar yang bisa memicu volatilitas ekstrem. Memahami cara kerja exercise options dan kapan assignment bisa terjadi secara otomatis adalah pengetahuan dasar yang wajib dipahami sebelum menjalankan wheel.

Tertarik mulai options trading dengan strategi yang terstruktur? Di Gotrade, kamu bisa mengakses lebih dari 600+ saham AS. Yuk, coba options trading sekarang!

Contoh Simulasi Wheel Strategy 3 Bulan

Berikut simulasi sederhana menggunakan saham fiktif dengan harga $50 per lembar:

Bulan 1: Fase CSP

  • Jual 1 kontrak put strike $48, expiry 30 hari, premi $1,50 per saham = +$150
  • Harga saham saat expiry: $49 (di atas strike) → put berakhir tanpa nilai
  • Hasil: premi $150 dikantongi, tidak ter-assign

Bulan 2: Fase CSP lanjutan

  • Jual 1 kontrak put strike $47, expiry 30 hari, premi $1,20 per saham = +$120
  • Harga saham saat expiry: $45 (di bawah strike) → ter-assign, beli 100 saham di $47
  • Cost basis efektif: $47 - $1,50 - $1,20 = $44,30 per saham

Bulan 3: Fase Covered Call

  • Harga saham saat ini: $45. Jual 1 kontrak call strike $48, expiry 30 hari, premi $1,00 per saham = +$100
  • Harga saham saat expiry: $47 (di bawah strike) → call berakhir tanpa nilai, saham tetap dipegang
  • Total premi terkumpul 3 bulan: $150 + $120 + $100 = $370
  • Unrealized posisi: beli di $44,30 efektif, harga pasar $47 = +$270 unrealized

Simulasi ini menunjukkan bagaimana wheel bekerja bahkan ketika saham turun, selama penurunannya tidak terlalu dalam dari cost basis efektif.

Mulai Wheel Strategy: Step-by-Step

Bagi yang ingin memulai, berikut langkah-langkah praktisnya:

  1. Pilih saham dengan fundamental solid, IV cukup, dan yang bersedia kamu miliki
  2. Siapkan modal setara strike price × 100 yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat
  3. Jual CSP dengan strike 5-10% di bawah harga pasar, expiry 21-45 hari
  4. Kelola assignment dengan tenang, hitung cost basis efektif dan langsung rencanakan covered call
  5. Jual covered call di atas cost basis efektif secara konsisten setiap bulan
  6. Ulangi siklus hingga saham terjual atau kamu memutuskan berhenti

Sebelum mengeksekusi strategi ini dengan modal nyata, pastikan kamu sudah memahami dasar-dasar options trading untuk pemula terlebih dahulu, termasuk cara membaca option chain, memahami Greeks, dan menghitung breakeven.

Kesimpulan

Wheel strategy adalah salah satu strategi options yang paling terstruktur untuk menghasilkan options wheel income secara konsisten. Dengan menggabungkan CSP, assignment, dan covered call dalam satu siklus yang berputar, investor bisa mengoptimalkan saham yang dimiliki sekaligus membangun cash flow dari premi secara berkala.

Kuncinya bukan pada seberapa canggih strateginya, melainkan pada disiplin pemilihan saham, kesiapan menerima assignment, dan konsistensi menjalankan setiap fase tanpa terburu-buru atau panik saat kondisi pasar berubah.

Siap mulai eksplorasi wheel strategy dengan modal yang terukur? Download Gotrade sekarang dan akses lebih dari 600+ saham AS, lalu menjalankan strategi options trading!

FAQ

Apakah wheel strategy cocok untuk pemula?

Relatif lebih terstruktur dibanding strategi options lain, tapi tetap butuh pemahaman solid tentang CSP, covered call, dan mekanisme assignment sebelum mulai dengan modal nyata.

Berapa modal minimum untuk menjalankan wheel strategy?

Tergantung saham yang dipilih. Karena satu kontrak options mewakili 100 lembar saham, kamu perlu menyiapkan dana setara strike price × 100 sebagai jaminan CSP.

Apakah wheel strategy bisa rugi?

Bisa, terutama jika saham turun drastis setelah assignment dan tidak pulih dalam waktu yang diharapkan. Premi yang terkumpul bisa tidak cukup mengompensasi penurunan harga saham yang signifikan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade