Analisis Saham Oracle Corporation (ORCL) Hari Ini

Aries YuanggaAries Yuangga
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Analisis Saham Oracle Corporation (ORCL) Hari Ini

Ringkasan

Oracle (NYSE: ORCL) bukan lagi sekadar perusahaan database legacy. Di siklus ini pasar menghargai ORCL sebagai platform cloud (OCI) plus enterprise software dengan pendapatan berulang yang lengket, dan kini ikut kebagian gelombang permintaan AI infrastructure (compute, storage, database, data layer).

Yang menarik: setelah reli ekstrem ke puncak US$345,72 (10 September 2025), saham justru retrace sangat dalam ke titik terendah 52 minggu US$114,50 (28 Juli 2026), dan kini konsolidasi di kisaran US$146,69 (per 23 Agustus 2026), sekitar 57% di bawah puncaknya. Uniknya, koreksi harga ini terjadi justru ketika fundamental mencetak rekor. Pasar sedang me-reprice risiko belanja modal (capex) besar di bisnis AI cloud, bukan menolak ceritanya.

Poin data terbaru:

Baca juga: Analisis Saham Intuit Inc. (INTU) Hari Ini
  • Harga: ~US$146,69 (kisaran harian US$142,60 sampai US$148,33)
  • Valuasi kini lebih wajar dibanding puncaknya: P/E (TTM) ~25x
  • FY2026 rekor: pendapatan US$67,4B (naik 17%), Cloud US$34,0B (naik 39%)
  • Backlog (RPO) melonjak ke US$638B (naik 363% YoY), didorong kontrak AI berskala besar
  • Street relatif bullish: konsensus Buy, target harga rata-rata ~US$246,43 (range ~US$110 sampai US$400), meski itu bukan jaminan

Oracle bukan growth liar seperti NVDA, melainkan compounder enterprise dengan tailwind cloud dan AI yang kuat, yang sedang melewati fase drawdown tajam. Verdict: ACCUMULATE bertahap dengan disiplin level.

Poin Utama

1. Cloud Jadi Mesin Pertumbuhan Utama

  • Pendapatan Cloud FY2026 US$34,0B, naik 39% year-over-year.
  • Cloud Infrastructure (IaaS/OCI) US$18,1B, naik 77%, jadi motor tercepat.
  • Cloud Applications (SaaS) US$15,9B, naik 11%, sisi yang lebih stabil.

2. Backlog AI Raksasa (RPO US$638B)

Remaining Performance Obligations melonjak ke US$638B (naik 363% YoY), mayoritas dari kontrak AI berskala besar. Ini memberi visibilitas pendapatan bertahun-tahun ke depan, sekaligus menjadi sumber perdebatan: butuh capex besar untuk memenuhinya.

3. Switching Cost Enterprise Sebagai Moat

Database dan core systems jarang berpindah. Klien besar (bank, pemerintah, healthcare, korporasi) membuat pendapatan Oracle lengket dan menjadi fondasi margin.

Baca juga: Analisis Saham International Business Machines (IBM) Hari Ini

4. Earnings Kuat dan Sering Beat

Kuartal terakhir (Q4 FY2026) menunjukkan profitabilitas tebal dengan pertumbuhan dua digit. Pola beat yang cukup konsisten cocok untuk investor institusi.

5. Dividen Aman

  • Dividen: US$0,50 per lembar per kuartal.
  • Dividend yield: ~1,37%.
  • Ruang kenaikan bertahap masih ada sejalan pertumbuhan laba.

Fundamental Inti

Ukuran dan Valuasi (per 23 Agustus 2026)

  • Harga: ~US$146,69
  • Market cap: ~US$421,96B
  • P/E (TTM): ~25x
  • EPS (TTM, GAAP): US$5,83; non-GAAP: US$7,63

Kinerja FY2026 (Tahun Fiskal Berakhir Mei 2026)

  • Total pendapatan: US$67,4B (naik 17%), rekor.
  • Cloud: US$34,0B (naik 39%); IaaS US$18,1B (naik 77%); SaaS US$15,9B (naik 11%).
  • EPS GAAP: US$5,83 (naik 34%); non-GAAP: US$7,63 (naik 27%).
  • Gross margin dan operating margin tetap tebal, khas bisnis software plus cloud high-margin.

Kuartal Terakhir (Q4 FY2026, dirilis 10 Juni 2026)

  • Pendapatan: US$19,2B (naik 21%).
  • EPS GAAP: US$1,45 (naik 21%); non-GAAP: US$2,11 (naik 24%).
  • Catatan pasar: saham sempat turun ~7% pasca-rilis karena kekhawatiran lonjakan capex (~US$55,7B) untuk memenuhi backlog AI.

Backlog dan Panduan ke Depan

  • RPO: US$638B (naik 363% YoY), mayoritas kontrak AI cloud.
  • Guidance FY2027: pendapatan ~US$90B; non-GAAP EPS ~US$8,05 (pertumbuhan ~18%).

Street View

  • Konsensus analis: Buy (sekitar 36 Buy, 7 Hold, 1 Sell dari 44 analis).
  • Target harga rata-rata: ~US$246,43 (range ~US$110 sampai US$400).
  • Artinya mayoritas Street melihat potensi kenaikan dari harga sekarang, tetapi rentang target sangat lebar. Ini menandakan ketidakpastian tinggi, dan bukan jaminan arah harga.

Makro dan Big Picture

Adopsi AI, migrasi enterprise ke cloud, dan kebutuhan database skala besar adalah tren sekuler jangka panjang. AI workloads butuh database masif plus cloud compute, dan Oracle punya keduanya. Backlog RPO US$638B memperlihatkan permintaan itu nyata. Tesis makro: cloud dan AI supercycle masih berjalan, Oracle diposisikan sebagai infrastructure winner berbasis recurring revenue. Risikonya ada di sisi pendanaan dan capex yang harus dikeluarkan lebih dulu sebelum backlog itu menjadi kas.

Analisis Teknikal

Gambaran chart saat ini adalah drawdown besar pasca blow-off 2025. Level acuan berikut memakai titik-titik harga nyata, bukan target pasti.

Level Acuan

Referensi atas (resistance/target):

  • US$200 sebagai area psikologis pertama yang perlu direbut kembali.
  • US$246 di sekitar target rata-rata analis.
  • US$345,72 puncak lama (52-week high, jauh di atas dan hanya relevan bila uptrend besar kembali).

Referensi bawah (support/demand):

  • US$120 area psikologis.
  • US$114,50 titik terendah 52 minggu (28 Juli 2026). Support kunci.

Zona akumulasi bertahap: dari kisaran harga sekarang (~US$147) turun menuju area US$120 sampai US$114.

Invalidasi

  • Penutupan weekly di bawah US$114,50 (low 52 minggu) menandakan struktur jangka menengah melemah dan butuh reassess.

Trading Setup

Kerangka ini untuk ilustrasi manajemen risiko, bukan ajakan membeli atau menjual.

DCA Plan (Investor 1 sampai 3 Tahun)

  • Cicil bertahap di area harga sekarang dan setiap penurunan menuju zona US$120 sampai US$114.
  • Sisakan amunisi untuk skenario overshoot ke bawah, mengingat volatilitas pasca-spike masih tinggi.

Swing Setup (2 sampai 6 Bulan)

  • Entry: tunggu price action weekly yang lebih rapi dan tanda stabilisasi di atas support.
  • Stop konservatif: penutupan weekly di bawah US$114,50.
  • Target bertahap: US$200, lalu area US$246.

Kenapa Tesisnya Bisa Bekerja

  • Switching cost enterprise yang tinggi membuat pendapatan lengket dan jadi fondasi margin.
  • Transformasi cloud (OCI) tumbuh cepat (IaaS naik 77% di FY2026), membuat pasar bisa memberi multiple lebih tinggi selama guidance terjaga.
  • Backlog RPO US$638B memberi visibilitas pendapatan multi-tahun.
  • Profitabilitas nyata: EPS GAAP FY2026 naik 34%.
  • Wall Street condong bullish, target rata-rata jauh di atas harga sekarang (bukan jaminan).

Risiko

  • Capex besar: belanja modal untuk memenuhi backlog AI (~US$55,7B) menekan free cash flow jangka pendek dan sempat memicu koreksi 7%.
  • Perang capex cloud dengan AWS, Azure, dan Google, dengan risiko tekanan margin.
  • Leverage dan struktur neraca perlu diperhatikan seiring pendanaan ekspansi data center.
  • Volatilitas pasca-spike 2025: saham sudah retrace ~57% dari puncak, dan bisa tetap bergejolak.
  • Perlambatan makro tech atau eksekusi backlog yang lebih lambat bisa menahan repricing naik.

Valuasi dan Skenario

  • Base Case (12 sampai 24 bulan): stabilisasi lalu pemulihan bertahap menuju area US$200 bila eksekusi backlog dan margin terjaga.
  • Bull Case: kembali ke area target analis ~US$246 ke atas bila kekhawatiran capex mereda dan pasar kembali risk-on ke AI infrastructure.
  • Bear Case: uji ulang low US$114,50 dan lebih rendah bila guidance mengecewakan atau terjadi risk-off besar.

Kesimpulan

ORCL terlihat seperti quality enterprise compounder yang sedang didinginkan keras setelah reli ekstrem. Fundamental justru mencetak rekor (pendapatan FY2026 US$67,4B, backlog US$638B), tetapi harga sudah turun ~57% dari puncak karena pasar mencemaskan sisi capex dan pendanaan. Kombinasi ini yang membuat pendekatan bertahap masuk akal: ikut cerita jangka panjangnya, tetapi hormati volatilitasnya.

Verdict: ACCUMULATE (bertahap, disiplin level).

  • Zona akumulasi acuan: ~US$147 turun menuju US$120 sampai US$114.
  • Referensi target: US$200, lalu area US$246.
  • Stop (swing disiplin): penutupan weekly di bawah US$114,50.

Catatan: seluruh angka di atas bersifat analisis dan edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat investasi. Keputusan investasi tetap ada pada masing-masing investor.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Aries Yuangga
Ditulis oleh
Aries Yuangga
Aries Yuangga adalah seorang analis saham yang passionate terhadap data dan pasar keuangan. Ia berpengalaman mengedukasi dan melakukan analisis keuangan di pasar forex maupun cryptocurrency kepada lebih dari 8000 trader di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku