Yang menarik: dari data TradingView, UBER sudah masuk fase profitability yang lebih matang (EPS TTM besar, P/E turun), sementara konsensus analis masih melihat upside yang lumayan lebar (price target >100).
Tambahan konteks penting dari artikel MarketWatch (Bernstein): diskon ini banyak dipicu oleh ketakutan robotaxi/AV. Bernstein menilai investor terlalu overreact; UBER dinilai “overly discounted” meski fundamentalnya kuat.
Mereka menyoroti valuasi UBER di sekitar 15,5x EV/EBITDA (mendekati level historis murah), sementara EBITDA diproyeksikan tumbuh ~34% tahun ini.
Itulah mengapa komentar mereka: “$80 is the new $60.” Intinya, price naik dibanding tahun lalu, tapi multiple tetap “murah” karena earnings-nya juga naik.
Verdict pribadi:BUY (Accumulate di zona demand) selama struktur weekly tidak rusak.
Ini bukan tipe “all-in sekali tembak”; lebih cocok cicil sesuai level sambil memantau narasi AV.
Fundamental Snapshot
Ukuran & valuasi (headline)
Harga: ~US$79,69
Market cap: ~US$165,58B
P/E (TTM): ~10,15x
EPS (TTM): ~7,94
Employees: ~31,1K
CEO: Dara Khosrowshahi
Capital structure (ringkas)
Debt: ~US$13,34B
Cash & equivalents: ~US$9,54B
Enterprise value: ~US$170,38B
Ownership
Free float shares: ~2,00B (±96%)
Closely held: ~81,4M (±3,9%)
Total shares (approx): ~2,08B
Earnings dan Estimasi
Last quarter (reported)
EPS:3,11 vs est 0,69 (beat besar)
Revenue:13,47B vs est 13,28B (beat tipis tapi konsisten)
Ini memberi sinyal: market bukan lagi menilai Uber sebagai “growth tanpa profit”, tapi mulai treat sebagai compounder yang sudah monetize.
Next report
Report date:11 Feb 2026
Report period:Q4 2025
Next quarter estimate:EPS 0,79 dan revenue 14,32B
Revenue Mix: siapa penyumbang utama?
Revenue tahunan terakhir: ~US$43,98B
Breakdown:
Mobility: ~US$25,09B (inti dominan)
Delivery: ~US$13,75B (besar, jadi penopang scale)
Freight: ~US$5,14B (lebih siklikal; bukan core thesis jangka panjang)
Breakdown kasar ini penting karena: selama Mobility tetap kuat, cerita Uber tetap hidup walaupun segmen lain cyclical.
Street View: Target Analis dan Rating
1Y price target:~US$112,53 (upside dari 79,69 cukup besar)
Range estimate:Max ~150 | Min ~84
Analyst rating: dominan “Strong Buy”
Tambahan konteks dari artikel: Bernstein sendiri memberi price target US$115 dan rating Outperform (implikasi upside sekitar 44% dari area ~80).
Sementara itu, Morgan Stanley tetap Overweight dengan PT sekitar US$110, dan menekankan bahwa meski robotaxi tumbuh, human-driven rides masih diproyeksikan jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
Interpretasi: konsensus masih “risk-on” ke UBER, dan market drop sekarang lebih terlihat sebagai re-pricing/volatility, bukan “thesis broken”, kecuali terjadi skenario robotaxi yang sangat ekstrem.
Analisis Teknikal
Current: ~79,69
Level-Level Penting
Resistance / Target Atas
81,31 (Fib 0.5) → resistance dekat (sering jadi area “retest lalu go/no-go”)
101,99 (Fib 0 / prior high) → target besar kalau risk-on balik dan earnings support
Buy Accumulation Zone (sesuai chart)
76,43 (Fib 0.618) → demand atas
72,83 (Fib 0.705) → demand bawah (zona akumulasi inti)
Last Defense / Deep Support
60,63 (Fib 1.0) → ini area “panic / deep discount”. Kalau tembus weekly, market biasanya minta base baru.
Read Teknis Singkat
Struktur besarnya: drop dari high → masuk area demand → potensi base & reversal bertahap.
Selama harga bertahan dan membentuk higher-low di area 76–73, probabilitasnya condong ke rebound bertahap menuju 81 lalu 90+.
Invalidation disiplin (yang paling fair):
Weekly close < ~60,63 → struktur bullish jangka menengah rusak, mode tunggu.
Trading Setup
1. DCA Plan (Investor 6–18 bulan)
Tujuan: dapat average bagus tanpa keburu emosi.
40% size:79 – 76,5 (mulai cicil dekat demand atas)
Catatan: kalau kamu ingin lebih konservatif, mulai entry hanya ketika daily close kembali di atas 81,3 (konfirmasi).
2. Swing Setup (1–4 bulan)
Entry: 76,4 – 72,8
Stop konservatif: daily close < 72,5
Stop anti-noise: weekly close < 60,6
TP1: 81 – 85 (trim sebagian)
TP2: 90 – 95
Stretch target: 100 – 102 (retest prior high)
Why The Thesis Works (Pillars)
1️⃣ Valuasi sudah “turun kelas” (lebih waras)
P/E TTM ~10x di perusahaan consumer-tech skala besar itu bikin risk/reward lebih menarik. Market tidak lagi membayar “mimpi”, tapi profitability.
Dari sisi “fear discount”, Bernstein melihat valuasi UBER sudah masuk zona overly discounted akibat kekhawatiran robotaxi.
2️⃣ Mobility tetap jadi mesin utama
Dengan kontribusi revenue terbesar dari Mobility, selama demand transport & pricing power stabil, Uber punya fondasi yang lebih kuat dibanding “platform growth” generasi lama.
3️⃣ Earnings execution mulai konsisten “beat”
EPS last quarter 3,11 vs 0,69 itu bukan beat kecil. Ini mengubah persepsi investor dari “growth stock” menjadi “cash-generative platform”.
4️⃣ Robotaxi: ancaman nyata, tapi outcome-nya tergantung “fragmentation vs domination”
Ini inti artikel Bernstein: pertanyaan kunci bukan “robotaxi ada atau tidak”, melainkan market AV akan terfragmentasi atau didominasi segelintir pemain.
Jika AV terfragmentasi (banyak pemain dan tech dilisensikan), Uber justru bisa diuntungkan sebagai aggregator (demand + distribution), karena AV providers butuh akses orderflow agar kendaraan “tidak kosong”.
Jika AV terlalu terpusat (misalnya Waymo/Tesla jadi dominan end-to-end), itu bisa menekan multiple rideshare dan mempersempit TAM Uber.
Yang menarik: Uber sudah membangun jalur “optionality” lewat 21+ kemitraan AV (robotaxi, trucking, delivery robots).
Mereka bahkan punya kemitraan dengan Waymo yang menawarkan robotaxi di beberapa kota lewat aplikasi Uber.
CFO Uber menegaskan logikanya sederhana: memastikan AV “never empty” dan pengalaman user tetap seamless.
Risiko
Robotaxi jadi terlalu terpusat (domination scenario) Kalau hanya segelintir pemain (misal Tesla & Waymo) menguasai supply + demand + app, multiple rideshare bisa terus ditekan.
Regulasi & biaya tenaga kerja Setiap perubahan aturan driver/employee classification bisa tekan margin.
Persaingan DoorDash/Lyft/kompetitor lokal: perang insentif bisa menggerus take rate.