Aksi Jual Saham Teknologi/AI di Wall Street Menular ke Bursa Asia

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Aksi Jual Saham Teknologi/AI di Wall Street Menular ke Bursa Asia

Ringkasan

  • Kospi Korea Selatan anjlok 7,7% pada Kamis (15/10), dengan SK Hynix turun 11,4% dan Samsung Electronics turun 9,5%, menurut AP.
  • Aksi jual menyusul data inflasi AS September yang naik ke 3,7%, yang menekan Nasdaq 1,9% dan saham AI seperti Nvidia (NVDA) pada Rabu.
  • Investor kini mencermati apakah laba sektor AI mampu mengimbangi tekanan inflasi dan kenaikan biaya energi.

Gotrade News - Aksi jual saham teknologi dan AI di Wall Street menular ke bursa Asia pada Kamis (15/10). Menurut Associated Press, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,7% dan SK Hynix ambles 11,4%, setelah inflasi AS September naik ke 3,7% dan memicu keraguan atas belanja AI.

Tekanan paling berat menimpa saham semikonduktor dan pemasok infrastruktur AI di Korea Selatan dan Jepang, sementara bursa Taiwan dan Hong Kong turun lebih terbatas.

Data Pasar NVDA, TSM dan AMD

KodeHarga penutupanPerubahan harian
NVDA$221,30-3,16%
TSM$430,00-3,40%
AMD$570,82-5,73%

Data penutupan sesi reguler 14 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Kospi Anjlok 7,7%, SK Hynix dan Samsung Ambruk

Kospi turun ke level 5.548,78, jauh di bawah level 9.000 yang ditembus pada Juni saat mencetak rekor tertinggi, menurut AP. Samsung Electronics merosot 9,5%, sedangkan SK Hynix jatuh 11,4%.

Dilansir Liputan6.com yang mengutip Financial Times, saham Samsung Electro-Mechanics, pemasok komponen server AI, ambruk 15%. Hyosung Heavy Industries, produsen peralatan listrik untuk pusat data, turun 13%.

Nikkei Turun 4,8%, TSMC Melemah 2,2% Jelang Laporan Laba

Di Tokyo, Nikkei 225 turun 4,8% ke 64.489,06 menurut AP. SoftBank Group, investor OpenAI, kehilangan 9,4%, Tokyo Electron turun 7,3%, dan Kioxia Holdings melemah 11,2%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Indeks Taiex Taiwan terkoreksi 3%, dengan saham Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM) turun 2,2% di bursa Taiwan menjelang rilis laporan labanya. Hang Seng Hong Kong turun 1% ke 24.071,25 dan Shanghai Composite melemah 1,4% ke 3.713,22.

Nasdaq Turun 1,9% Usai Inflasi AS Naik ke 3,7%

Pemicunya datang dari Wall Street pada Rabu (14/10). Melansir AP, S&P 500 turun 1,1%, Dow Jones melemah 0,1%, dan Nasdaq Composite merosot 1,9% karena saham terkait AI berguguran, termasuk Nvidia (NVDA), Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD).

Penurunan itu menyusul data inflasi AS yang menunjukkan indeks harga konsumen naik 3,7% secara tahunan pada September, dari 3,4% pada Agustus dan lebih tinggi dari perkiraan ekonom, menurut AP. Liputan6.com mencatat kenaikan itu didorong harga bahan bakar yang lebih tinggi terkait perang Iran.

Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 4,3% pada Rabu dan sudah melemah hampir 12% sejak Selasa pekan sebelumnya, menurut Liputan6.com.

Pendapatan Anthropic dan Inflasi Tekan Sentimen Saham AI

Hao Hong, kepala investasi hedge fund Lotus Asset Management, menilai inflasi yang tinggi dan pendapatan Anthropic yang di bawah ekspektasi membebani sentimen terhadap perusahaan terkait AI, seperti dikutip Liputan6.com dari Financial Times.

Tekanan belum mereda pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia. Kontrak berjangka Nasdaq turun 0,8% dan kontrak berjangka S&P 500 melemah 0,3%, menurut Liputan6.com. Investor kini mencermati apakah laba sektor AI mampu mengimbangi tekanan inflasi dan kenaikan biaya energi.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku