AMD, Nvidia, Samsung: Sinyal Bullish Siklus AI Chip 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AMD, Nvidia, Samsung: Sinyal Bullish Siklus AI Chip 2026

Share this article

Gotrade News - Tiga sinyal bullish baru memperkuat tesis siklus permintaan AI chip menjelang pertengahan tahun 2026. Analis menilai target harga Advanced Micro Devices terlalu rendah, Nvidia bersiap rilis laporan keuangan Mei, dan Samsung memperluas Bespoke AI Family Hub.

Ketiga katalis ini saling memperkuat tesis bahwa belanja modal hyperscaler dan adopsi AI konsumen masih tumbuh kuat secara struktural. Investor saham semikonduktor global kembali mendapat pengingat bahwa permintaan komputasi AI belum melambat seperti yang sempat dikhawatirkan pasar awal kuartal ini.


Key Takeaways:

  • AMD mencatat pertumbuhan pendapatan 38% dengan target server CPU global mencapai US$120 miliar pada 2030 menurut manajemen.
  • Nvidia akan merilis laporan kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada 20 Mei dengan panduan pendapatan US$78 miliar.
  • Samsung memperluas Bespoke AI Refrigerator Family Hub mulai 11 Mei sebagai sinyal adopsi AI di sisi konsumen melebar.

Target AMD Dianggap Terlalu Konservatif

Dilansir Seeking Alpha, target harga US$600 untuk Advanced Micro Devices (AMD) dianggap masih terlalu konservatif. Angka itu hanya mencerminkan multiple price-to-earnings sekitar 20x terhadap proyeksi laba per saham yang masih dalam tren akselerasi.

AMD membukukan pertumbuhan pendapatan 38% pada kuartal pertama dengan permintaan server CPU sangat kuat dari beban kerja AI hyperscaler. Manajemen memproyeksikan total addressable market server CPU tumbuh lebih dari 35% per tahun hingga US$120 miliar pada 2030.

Menurut Seeking Alpha, UBS memperkirakan pasar server CPU global bisa menembus US$170 miliar di akhir dekade. Pendapatan CPU AMD diproyeksikan tumbuh lebih dari 70% secara tahunan pada kuartal kedua, mempercepat lintasan laba per saham menuju level baru.

Estimasi laba per saham AMD disebut bergerak dari US$20 ke arah US$30 dalam beberapa kuartal mendatang seiring akselerasi pendapatan. Target US$600 dinilai meremehkan profil pertumbuhan ini karena multiple 20x P/E terlalu kecil untuk dua mesin laba paralel.

Nvidia Bersiap Rilis Laporan Mei

Melansir Motley Fool, Nvidia (NVDA) akan merilis laporan keuangan pada 20 Mei dan menjadi katalis terbesar sektor teknologi bulan ini. Panduan manajemen menargetkan pendapatan sekitar US$78 miliar untuk kuartal pertama tahun fiskal 2027, atau tumbuh 73% hingga 80%.

Pada kuartal sebelumnya, Nvidia mencatat pendapatan US$68,1 miliar dengan kontribusi data center mencapai US$62,3 miliar. Pertumbuhan segmen data center sebesar 75% secara tahunan menegaskan dominasi Nvidia di belanja modal hyperscaler global yang terus melebar.

Manajemen mengindikasikan ada sekitar US$500 miliar pesanan dengan keyakinan tinggi untuk sistem Blackwell hingga akhir 2026. CEO Jensen Huang juga memberi sinyal peluang setidaknya US$1 triliun terkait sistem AI Nvidia hingga 2027, di luar CPU mandiri.

Dilansir Motley Fool, lima hyperscaler teratas menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan Nvidia setiap kuartal. Pelaku ekosistem chip seperti Broadcom (AVGO) berpotensi terkena efek limpahan positif menjelang rilis laporan Nvidia.

Samsung Perluas Adopsi AI Konsumen

Menurut TechBuzz AI, Samsung memperluas kapabilitas Bespoke AI Refrigerator Family Hub dengan tiga fitur utama mulai 11 Mei. Pembaruan tersebut menyasar pemilik di Amerika Serikat dengan model layar 32 inci dan modul AI Vision terpasang.

Fitur AI Vision kini terintegrasi dengan Google Gemini sehingga sistem dapat mengenali produk bermerek dan bahan regional di luar daftar standar. Pengguna juga mendapat asisten suara Bixby yang lebih natural plus widget harian yang dipersonalisasi berdasarkan kebiasaan rumah tangga.

Ekspansi adopsi AI di sisi konsumen menjadi konfirmasi bahwa permintaan inferensi tidak hanya datang dari pusat data hyperscaler global. Sinyal ini memperkuat tesis bullish untuk pemasok chip dan komponen yang melayani perangkat AI on-device di kategori rumah pintar.

Bagi investor Indonesia, tiga sinyal ini memberi gambaran jelas bahwa siklus permintaan AI masih punya napas panjang hingga pertengahan 2026. Eksposur lewat saham AS tetap menjadi cara paling langsung untuk menangkap tema komputasi AI global secara terdiversifikasi di berbagai level rantai nilai.


Sumber:


Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade