Gotrade News - Sejumlah analis Wall Street kompak menaikkan target harga saham mega-cap teknologi seperti Alphabet, Microsoft, dan Palo Alto Networks. Upgrade ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap monetisasi AI dan momentum keamanan siber jelang musim laporan keuangan.
Sentimen positif ini muncul saat investor mencari katalis baru di sektor teknologi yang sempat tertekan oleh kekhawatiran valuasi. Reli ini berpotensi menggerakkan indeks Nasdaq lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
Key Takeaways
- Morgan Stanley mempertahankan Overweight GOOGL dengan target harga 375 dolar AS.
- Target harga PANW dinaikkan Morgan Stanley ke 253 dolar AS dari 223 dolar AS.
- MSFT masuk daftar 12 saham strong-buy untuk holding lima tahun ke depan.
Momentum AI Mendorong Alphabet
Menurut Insider Monkey, Morgan Stanley memberi rating Overweight pada Alphabet (GOOGL) dengan target 375 dolar AS. Analis menyoroti peluncuran Gemini Spark ke lebih dari 900 juta pengguna aktif bulanan di seluruh produk Google.
Wells Fargo juga mempertahankan rating Overweight dan menaikkan target ke 435 dolar AS dari 427 dolar AS sebelumnya. Kepercayaan investor terhadap monetisasi infrastruktur cloud dan kapabilitas AI menjadi alasan utama revisi target tersebut.
Katalis tambahan datang dari rencana peluncuran Gemini 3.5 dan ekspansi pusat data baru di Missouri. Kedua inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Alphabet di tengah persaingan ketat dengan rival cloud lainnya.
Palo Alto dan Microsoft Ikut Naik
Dilansir Insider Monkey, Morgan Stanley menaikkan target Palo Alto Networks (PANW) menjadi 253 dolar AS dari 223 dolar AS. Revisi ini menjelang laporan kinerja kuartalan PANW yang dijadwalkan rilis pada 2 Juni mendatang.
Cantor Fitzgerald turut mengangkat target PANW ke 285 dolar AS dari 220 dolar AS dengan rating Overweight. Stifel bahkan lebih agresif dengan menaikkan target menjadi 275 dolar AS dari 185 dolar AS, mencerminkan optimisme luas di sisi sell-side.
Tesis bullish para analis berpusat pada peningkatan pangsa pasar PANW di berbagai kategori keamanan siber. Momentum platformisasi dan pertumbuhan transaksi berskala besar menjadi pilar utama proyeksi pertumbuhan tersebut.
Melansir Insider Monkey, Microsoft (MSFT) masuk dalam daftar 12 saham strong-buy untuk holding lima tahun. Pershing Square milik Bill Ackman juga membangun posisi sebesar 5,65 juta saham di kuartal pertama tahun ini.
Pengembangan lain yang disorot mencakup penyelesaian gugatan terkait Activision Blizzard senilai 250 juta dolar AS. Hengkangnya Chief Marketing Officer Yusuf Mehdi juga menjadi perhatian, meski tidak mengubah tesis fundamental jangka panjang Microsoft.












