Anthropic Tolak Ultimatum Pentagon soal AI Tanpa Batasan

Anthropic Tolak Ultimatum Pentagon soal AI Tanpa Batasan

Share this article

Gotrade News - CEO Anthropic, Dario Amodei, pada Kamis (27/02) secara tegas menolak ultimatum Pentagon yang menuntut perusahaannya membuka akses penuh teknologi AI Claude untuk keperluan militer tanpa batasan. Langkah ini mempertegas konflik terbuka antara perusahaan AI terdepan AS dengan Departemen Pertahanan yang mengancam akan mencabut kontrak dan mengambil langkah hukum lebih drastis.

Menurut pernyataan resmi Anthropic, dua batasan utama yang dipertahankan perusahaan adalah larangan penggunaan Claude untuk pengawasan massal terhadap warga AS dan larangan penggunaan untuk senjata otonom penuh. Amodei menegaskan bahwa teknologi AI saat ini belum cukup andal untuk menjalankan senjata otonom tanpa risiko terhadap tentara dan warga sipil Amerika.


Key Takeaways:

  • Anthropic memilih mempertahankan dua batasan penggunaan AI militer meski menghadapi ancaman pencabutan kontrak dari Pentagon
  • Pentagon mengancam menggunakan Defense Production Act dan label "supply chain risk" untuk menekan Anthropic
  • Konflik ini membuka perdebatan soal tata kelola AI dalam konteks keamanan nasional di AS

Ketegangan ini bermula dari pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dengan Amodei pada Selasa (25/02). Menurut laporan AP News, Hegseth memberikan tenggat waktu hingga Jumat agar Anthropic membuka teknologinya untuk "segala penggunaan yang sah" oleh militer.

Pentagon juga mengancam dua langkah tambahan jika Anthropic tidak patuh. Langkah pertama adalah menetapkan Anthropic sebagai "supply chain risk", label yang biasanya hanya digunakan untuk entitas musuh AS, dan langkah kedua adalah menggunakan Defense Production Act, undang-undang era Perang Dingin yang memaksa perusahaan memenuhi kebutuhan pertahanan.

Amodei menyoroti kontradiksi dari kedua ancaman tersebut dalam pernyataan resminya. Satu ancaman melabeli perusahaannya sebagai risiko keamanan, sementara ancaman lainnya justru menyebut Claude sebagai teknologi krusial bagi keamanan nasional.

Rekam Jejak Anthropic di Sektor Pertahanan

Dalam pernyataan resminya, Amodei menekankan bahwa Anthropic justru menjadi perusahaan AI terdepan pertama yang menerapkan modelnya di jaringan rahasia pemerintah AS. Claude juga sudah digunakan secara luas untuk analisis intelijen, simulasi, perencanaan operasional, dan operasi siber.

Anthropic bahkan mengklaim telah mengorbankan pendapatan ratusan juta dolar demi memutus akses Claude dari perusahaan yang terkait Partai Komunis Tiongkok. Perusahaan ini juga turut menggagalkan serangan siber yang disponsori Tiongkok yang berupaya menyalahgunakan Claude.

Menurut laporan BBC, seorang mantan pejabat Departemen Pertahanan yang enggan disebutkan namanya menilai dasar hukum Pentagon untuk kedua ancaman tersebut "sangat lemah". Anthropic sendiri menawarkan kerja sama riset untuk meningkatkan keandalan sistem AI dalam konteks senjata otonom, namun Pentagon menolak tawaran itu.

Reaksi Bipartisan di Kongres AS

Senator Thom Tillis dari Partai Republik menyebut penanganan Pentagon terhadap masalah ini tidak profesional. Menurut laporan AP News, Tillis mempertanyakan mengapa negosiasi dengan vendor strategis justru dilakukan secara terbuka di ruang publik.

Senator Mark Warner dari Partai Demokrat menyatakan keprihatinan mendalam atas upaya Pentagon yang dinilainya "mengintimidasi perusahaan AS terkemuka". Warner menegaskan perlunya Kongres membuat mekanisme tata kelola AI yang mengikat untuk konteks keamanan nasional.

Anthropic merupakan satu-satunya perusahaan AI yang belum menyuplai teknologinya ke jaringan internal militer AS yang baru. Pentagon juga memiliki kontrak dengan Google, OpenAI, dan xAI milik Elon Musk untuk kebutuhan serupa.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa militer AS tidak memiliki niat menggunakan AI untuk pengawasan massal maupun senjata otonom tanpa keterlibatan manusia. Namun Parnell tidak merinci secara spesifik apa saja cakupan "segala penggunaan yang sah" yang dituntut Pentagon.

Jika negosiasi gagal, Amodei menyatakan Anthropic siap memfasilitasi transisi ke penyedia AI lain tanpa mengganggu operasi militer yang sedang berjalan. Konflik ini menjadi ujian penting bagi batas-batas pengaruh perusahaan teknologi dalam menentukan batasan etis penggunaan AI di sektor pertahanan.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade