Aturan Ekspor Chip AS Ketat, Saham Nvidia & AMD Anjlok

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Aturan Ekspor Chip AS Ketat, Saham Nvidia & AMD Anjlok

Share this article

Gotrade News - Pemerintah Amerika Serikat berencana memperketat aturan ekspor chip kecerdasan buatan. Kebijakan ini mewajibkan persetujuan pemerintah untuk setiap pengiriman komponen tersebut.

Kabar ini langsung menekan pergerakan harga saham pembuat semikonduktor utama. Saham Nvidia merosot hingga 1,9% pada perdagangan Kamis (05/03).

Key Takeaways:

  • Aturan baru mengharuskan izin ekspor ketat untuk chip AI.

  • Pembeli skala besar wajib berinvestasi di infrastruktur data AS.

  • Saham produsen semikonduktor merespons negatif rencana regulasi baru ini.

Tren penurunan serupa juga menimpa beberapa perusahaan kompetitor di bursa. Harga saham Advanced Micro Devices dilaporkan melemah sebesar 2,3%.

Syarat Ketat Investasi Infrastruktur

Aturan ini menyasar negara asing yang membangun fasilitas pelatihan kecerdasan buatan. Pembelian komponen dalam jumlah masif akan membutuhkan intervensi pemerintah setempat.

Proyek skala besar ini mencakup pemesanan lebih dari 200 ribu unit. Negara pembeli harus memberi jaminan keamanan dan investasi yang sepadan.

Regulasi ini dirancang agar memperkuat nilai investasi masuk ke Amerika Serikat. Fakta ini terungkap dari sebuah dokumen yang dikutip oleh Reuters.

Komponen perangkat keras ini sangat diburu oleh perusahaan teknologi raksasa. Entitas besar seperti Alphabet membelinya untuk menjalankan berbagai layanan digital.

Implikasi Global dan Risiko Birokrasi

Persyaratan lisensi yang ketat berpotensi memicu penundaan banyak proyek global. Proses birokrasi baru ini bisa menghambat ekspansi industri teknologi internasional.

Penjualan produk semikonduktor kemungkinan akan diikat dengan negosiasi kesepakatan perdagangan. Proyeksi ini disampaikan oleh analis semikonduktor Bernstein melalui sebuah catatan.

Pengawasan ketat juga bertujuan mencegah pengalihan teknologi canggih ke Tiongkok. Mantan pejabat keamanan nasional AS turut membenarkan tujuan strategis ini.

Beberapa perusahaan Asia terpaksa menyewa komponen karena tidak diizinkan membelinya. Grup Alibaba merupakan salah satu entitas yang memakai skema alternatif ini.

Dokumen rancangan aturan ekspor ini masih belum mencapai tahap final. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan tersebut dalam beberapa waktu mendatang.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:

 


 

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade