Batas Harga Saham Minimum Rp1 Berlaku & Era Saham Gocap Berakhir

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Batas Harga Saham Minimum Rp1 Berlaku & Era Saham Gocap Berakhir

Key Takeaways

  • Batas harga saham minimum Rp1 resmi berlaku di BEI mulai Senin (28/9/2026), mengakhiri era saham gocap yang tertahan di Rp50.

  • GOTO, DADA, dan BABP langsung turun 14% ke batas ARB di Rp43 pada sesi pagi, dengan antrean jual GOTO membengkak menjadi 1,11 miliar lot.

  • ARB asimetris 15% untuk saham di atas Rp10 berlaku hingga 31 Desember 2026, lalu mulai 1 Januari 2027 besaran ARB disamakan dengan ARA di setiap rentang harga.

Gotrade News - Batas harga saham minimum Rp1 resmi berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai perdagangan Senin (28/9/2026), mengakhiri era saham gocap yang selama ini tertahan di Rp50. Dilansir Katadata, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung anjlok ke batas auto rejection bawah (ARB) 14% menjadi Rp43 pada pembukaan perdagangan, setelah tertahan di level gocap sejak 5 Mei 2026.

Tekanan serupa menimpa saham gocap lain. Melansir detikFinance yang mengutip data RTI Business, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) juga melemah 14% ke Rp43 per saham pada sesi pagi. Menurut data yang sama, GOTO tercatat melemah 32,81% sepanjang 2026.

Antrean Jual GOTO Tembus 1,11 Miliar Lot

Menurut Katadata, nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp3,13 miliar dengan volume perdagangan 738,88 ribu lot, namun kolom bid masih belum terisi. Antrean jual GOTO membengkak menjadi 1,11 miliar lot, naik dari 406,20 juta lot pada pukul 07.10 WIB sebelum pasar dibuka.

Baca juga: Yield Jepang 2 Tahun Dekati 2%, BOJ Buka Peluang Naik Cepat

Dalam daftar yang dihimpun Katadata, terdapat 47 saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50. Selain GOTO, antrean jual terbesar pagi itu tercatat pada DADA sebesar 4,76 juta lot, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) 3,12 juta lot, dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) 2,80 juta lot. Sebanyak 33 saham lain dalam daftar tersebut masih berstatus suspensi atau dihentikan sementara perdagangannya oleh BEI.

ARA dan ARB Baru untuk Saham Rp1 sampai Rp10

Menurut keterangan resmi BEI, seperti dilaporkan ANTARA, aturan harga saham minimum Rp1 berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai serta diatur dalam SK Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Perubahan ini disertai penyesuaian batas auto rejection atas (ARA) dan ARB, dengan ARB asimetris 15% tetap dipertahankan hingga 31 Desember 2026 untuk saham berharga di atas Rp10.

Rentang harga sahamARAARB hingga 31 Des 2026ARB mulai 1 Jan 2027
Rp1 sampai Rp10Rp1Rp1Rp1
Di atas Rp10 sampai Rp20035%15%35%
Di atas Rp200 sampai Rp5.00025%15%25%
Di atas Rp5.00020%15%20%

Mulai 1 Januari 2027, BEI akan menerapkan ARB secara simetris sesuai rentang harga, sehingga besaran ARB sama dengan ARA di setiap rentang. Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menjelaskan tujuan kebijakan tersebut dalam keterangan resminya.

Baca juga: Outlook Pasar AS Pekan Ini: PCE, Micron, Data Kerja
“Saham yang sebelumnya berada pada harga Rp50, dapat diperdagangkan dengan rentang harga yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas price discovery, mendorong peningkatan likuiditas, serta memberikan fleksibilitas pelaku pasar dalam pengelolaan portofolio investasinya,” ujar Elsierra, dikutip dari ANTARA.

Manajemen GOTO Sebut Tekanan Harga Bersifat Teknis

Menurut manajemen GoTo, harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis perseroan. “Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” kata Head of Corporate Affairs GOTO Audrey Petriny dalam keterangan resmi yang dikutip Katadata.

Audrey menyebut perseroan mencetak laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II/2026, dengan pendapatan bersih Rp5,7 triliun dan adjusted EBITDA lebih dari Rp1 triliun. Menurut Audrey, GOTO juga tetap berada di jalur untuk mencapai panduan adjusted EBITDA setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.

Dilansir Katadata, aksi Morgan Stanley (MS) memborong saham GOTO di level Rp25 sebelumnya sempat memunculkan pertanyaan di kalangan investor. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai transaksi di kisaran Rp25-Rp27 itu dilaporkan sebagai repurchase agreement (repo), sehingga karakternya berbeda dengan aksi jual saham biasa di pasar reguler.

Elandry juga mencatat saham GOTO masih menghadapi tekanan sentimen setelah keluar dari indeks MSCI Global Standard milik MSCI Inc. (MSCI), ditambah ketidakpastian dari perubahan mekanisme batas harga minimum. Karena itu, ia menyarankan investor bersikap wait and see hingga terbentuk price discovery yang lebih jelas.

Tidak Semua Saham Gocap Otomatis Turun ke Rp1

Menurut Katadata, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra menilai perubahan aturan ini berpotensi meningkatkan tekanan jual, terutama pada emiten dengan fundamental lemah, likuiditas rendah, sentimen negatif, atau yang memiliki banyak investor yang lama menunggu kesempatan untuk menjual. Namun, ia menegaskan harga baru tetap ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran.

“Jadi, bukan berarti semua saham gocap otomatis akan turun ke Rp 1. Harga baru akan terbentuk sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar,” kata Hendra. Ia juga mengingatkan bahwa harga saham yang rendah secara nominal, seperti Rp1, Rp5, atau Rp10, tidak berarti saham tersebut murah secara valuasi.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku