Gotrade News - Bernstein menyoroti dua saham Taiwan dengan eksposur AI paling kuat di pasar Asia pada Senin (4/5). Broker tersebut mengangkat Taiwan Semiconductor (TSM) dan Unimicron (3037) sebagai pemenang utama dari siklus belanja AI yang sedang berlangsung.
TSMC menaikkan panduan capex 2026 ke ujung atas kisaran USD52 sampai USD56 miliar. Unimicron mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal-ke-kuartal sebesar 8% di Q1 2026 dengan margin kotor 18%.
Key Takeaways
- Bernstein proyeksikan pertumbuhan EPS TSMC (TSM) sebesar 40% di 2026, lalu CAGR sekitar 20% di 2027 sampai 2028.
- Unimicron diperkirakan kuasai 35% market share ABF substrate untuk GPU high-end NVIDIA (NVDA) dan lebih dari 50% untuk chip ASIC seperti Google TPU dan AWS Trainium.
- TSMC umumkan teknologi proses A13 untuk produksi 2029, sinyal kepemimpinan teknologi jangka panjang dari pesaing seperti Samsung dan Intel.
Mengutip Investing.com, Bernstein menyebut Unimicron sebagai key beneficiary dari tren upgrade AI server PCB dan ABF substrate. AI diproyeksikan menyumbang separuh dari pendapatan Unimicron di 2026.
Saham Unimicron melonjak 9,96% pada saat publikasi laporan. TSMC (TSM) bergerak lebih moderat di +0,41% di hari yang sama.
Tesis Bullish TSMC dan Risiko Capex
Dilansir The Motley Fool, TSMC mempertahankan posisi monopoli virtual di manufaktur chip logic advanced. Saham TSM diperdagangkan di forward price-to-earnings 25,5 kali dengan pertumbuhan pendapatan 30% sampai 40% per tahun.
Bernstein menyebut permintaan AI yang kuat lebih dari mengimbangi pelemahan elektronik konsumen akibat kenaikan harga memori. Capex tinggi USD52 sampai USD56 miliar mencerminkan keyakinan manajemen pada keberlanjutan growth jangka menengah.
Bear case-nya: capex besar menjadi beban jika permintaan chip AI mendingin. ASML (ASML) tetap jadi pemasok kunci untuk litografi EUV TSMC, dengan kompetitor Samsung dan Intel mulai mengadopsi teknologi High-NA EUV lebih agresif.
Implikasi untuk Portofolio Chip AI
Sentimen positif Bernstein juga mendukung saham chip AI lain di luar Taiwan. Advanced Micro Devices (AMD) dan Broadcom (AVGO) sama-sama mengandalkan TSMC untuk fabrikasi chip generasi terbaru.
Bagi investor yang ingin eksposur sektor luas, ETF seperti VanEck Semiconductor ETF (SMH) menawarkan paparan ke seluruh value chain semikonduktor, termasuk TSMC sebagai komponen besar.
Risiko geopolitik di Taiwan tetap menjadi faktor utama. Ekspansi TSMC ke Amerika Serikat memberi diversifikasi geografis, meski operasi AS punya margin lebih rendah dibanding produksi domestik di Taiwan.
Kamu yang fokus tema AI hardware perlu pantau realisasi guidance capex TSMC dan momentum pendapatan AI Unimicron di Q2 2026. Eksekusi yield Taiwan HDI Unimicron jadi katalis spesifik berikutnya.
Sources
Investing.com, Two Taiwanese Stocks With Strong AI Exposure, According To Bernstein, 2026.
The Motley Fool, Bull vs. Bear: Is Taiwan Semiconductor Manufacturing Stock a Buy or Sell?, 2026.













