Bhutan Jual 100 BTC Lagi, Bitcoin Tertinggal Emas 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Bhutan Jual 100 BTC Lagi, Bitcoin Tertinggal Emas 2026

Share this article

Gotrade News - Pemerintah Bhutan kembali memindahkan 102,446 BTC senilai sekitar 7,89 juta USD pada Kamis (30/04). Aksi ini menambah tekanan sentimen kripto saat Bitcoin tergelincir ke 75.000 USD dari level 79.000 USD awal pekan.


Key Takeaways:

  • Bhutan telah menjual sekitar 206,98 juta USD BTC sepanjang 2026 dan kini hanya menyisakan 265 juta USD.
  • Bitcoin turun 14% YTD 2026 sementara emas justru naik 7% YTD, memperkuat narasi safe haven tradisional.
  • Ethereum bertahan di 2.267 USD dengan dominasi DeFi di atas 50%, dipandang sebagai lapisan settlement utama kripto.

Data Arkham Intelligence menunjukkan Bhutan kini menyimpan sekitar 265 juta USD dalam Bitcoin. Negara Himalaya tersebut telah menjual sekitar 206,98 juta USD BTC sejak awal 2026.

Pada laju penjualan saat ini, sisa portofolio kripto Bhutan berpotensi habis pada Oktober 2026 menurut analisis Watcher Guru. Operasi penambangan BTC negara itu juga dihentikan setelah kesulitan jaringan meningkat.

Bitcoin Tertinggal dari Emas

Bitcoin diperdagangkan di 76.108 USD dengan kapitalisasi pasar 1,5 triliun USD per laporan The Motley Fool. Aset ini melemah 14% sepanjang 2026 setelah sebelumnya rugi 5% pada 2025.

Emas mencatat kenaikan 7% YTD 2026 dan melonjak 65% sepanjang 2025 menurut data yang sama. Penulis The Motley Fool menyimpulkan emas menjadi pemenang jelas di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Narasi Bitcoin sebagai digital gold mulai dipertanyakan karena gagal menguat meski kondisi makro mendukung. Pelebaran neraca The Fed dan pelemahan dolar justru mengangkat emas, bukan Bitcoin.

Ethereum Jadi Pilihan Defensif

Ethereum diperdagangkan di 2.267,05 USD dengan kapitalisasi 273 miliar USD pada Kamis (30/04). Aset ini melemah 2,77% di sesi terakhir namun masih berada jauh di atas titik terendah 52 minggu.

The Motley Fool menyebut Ethereum memiliki utilitas nyata sebagai settlement layer blockchain global. Lebih dari 50% dana on-chain DeFi tersimpan di ekosistem Ethereum menurut artikel tersebut.

Adopsi stablecoin oleh institusi keuangan besar memperkuat peran Ethereum dalam sistem pembayaran lintas batas. Yield staking juga memberikan arus kas pasif yang absen di Bitcoin.

Bagi investor Indonesia, eksposur kripto via saham AS yang tercatat tetap menjadi alternatif likuid. Saham seperti Coinbase dan Strategy bergerak mengikuti sentimen Bitcoin.

Kami menilai pelemahan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan rotasi modal ke aset defensif klasik. Investor sebaiknya membatasi alokasi kripto dan memperhatikan korelasi dengan saham mining.


Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade