BI Tahan Bunga 4,75% dan Sinyal Pemangkasan Lanjutan

BI Tahan Bunga 4,75% dan Sinyal Pemangkasan Lanjutan

Share this article

Gotrade News - Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Keputusan tersebut menandai pertemuan kelima berturut-turut tanpa perubahan kebijakan moneter yang signifikan dari bank sentral. Investor kini menanti sinyal lanjutan mengenai kapan pelonggaran moneter akan kembali dilakukan tahun ini.

Key Takeaways:

  • BI Rate bertahan di 4,75% untuk fokus menjaga stabilitas Rupiah

  • Peluang pemangkasan bunga tetap terbuka namun bergantung pada data ekonomi

  • Pasar merespons positif sinyal independensi bank sentral dalam rapat ini

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan fokus saat ini adalah memperkuat efektivitas kebijakan moneter demi stabilitas mata uang. Strategi ini dinilai penting untuk mendukung pencapaian target inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam jumpa pers Kamis (19/2), Perry menyebut keputusan ini konsisten dengan upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Perry tidak menutup kemungkinan adanya penurunan suku bunga lebih lanjut jika syarat makroekonomi terpenuhi. Bank sentral akan tetap mencermati data inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebelum mengambil langkah pelonggaran.

Menurut laporan Investing, sebagian besar analis pasar sudah memprediksi langkah penahanan suku bunga acuan ini.

Faktor Penentu Berikutnya

Kehadiran Deputi Gubernur Thomas Djiwandono dalam rapat ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar. Pengamat menilai hal tersebut sebagai indikasi terjaganya independensi bank sentral dalam mengambil keputusan strategis.

Bagi investor, suku bunga yang stabil memberikan kepastian jangka pendek terhadap biaya pinjaman di pasar. Namun, pasar saham mungkin akan bergerak datar hingga ada konfirmasi pemangkasan bunga yang konkret.

Jika Rupiah menunjukkan pergerakan stabil dalam beberapa bulan ke depan, siklus pelonggaran moneter bisa berlanjut. Kamu perlu memantau data inflasi mendatang sebagai indikator utama perubahan arah kebijakan Bank Indonesia.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade