Wall Street baru saja mencatat hari terburuk dalam sebulan. Malam ini dua kekuatan bertabrakan: koreksi Big Tech dan lonjakan harga minyak.
Bursa AS ditutup melemah tajam pada sesi sebelumnya. Nasdaq turun 2,2%, penurunan harian terdalam dalam sebulan. Tekanan datang dari saham teknologi raksasa dan lonjakan harga minyak yang mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi sejak Januari 2025.
Dua cerita mendominasi malam ini. Pertama, kekhawatiran soal belanja modal AI setelah laporan Q2 Tesla dan Alphabet. Kedua, harga minyak yang menembus $100 per barel akibat eskalasi di Timur Tengah. Keduanya menarik pasar ke arah yang berbeda.
Terangkat lonjakan minyak dan upgrade dari Evercore; rilis laba Q2 pada 5 Agustus
Katalis Malam Ini 🧨
1. Ketakutan belanja AI: Tesla dan Alphabet
Tesla (TSLA) memicu koreksi setelah arus kas bebas Q2 berbalik negatif menjadi -$1,1 miliar, pertama kali negatif dalam lebih dari dua tahun. Margin operasi yang tipis membuat beberapa analis memangkas target harga. Alphabet (GOOGL) mencatat pendapatan yang kuat, tapi lonjakan belanja modal untuk AI membuat investor khawatir soal arus kas ke depan.
2. Minyak tembus $100 dan saham energi
Harga minyak melonjak setelah eskalasi di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah. Brent bertahan di atas $100 dan WTI di sekitar $92. Chevron (CVX) dan Occidental (OXY) naik lebih dari 2% pra-pasar sebagai penerima manfaat langsung.
3. Laba Schlumberger hari ini
Schlumberger (SLB) merilis laba Q2 sebelum pasar AS dibuka. Analis memperkirakan EPS $0,52, turun sekitar 30% dari tahun lalu, dengan pendapatan sekitar $8,67 miliar. Manajemen sempat mengingatkan gangguan di Timur Tengah menekan laba kuartal ini. Sebagai penyedia jasa ladang minyak, SLB menjadi barometer dampak lonjakan minyak.
Futures AS bergerak melemah pagi ini, melanjutkan tekanan sesi sebelumnya. Bursa Asia dibuka merah, dengan Jepang dan Korea Selatan memimpin penurunan. Saham energi menjadi titik terang di tengah aksi jual, sementara saham teknologi masih tertekan.
Catatan Makro 📝
Lonjakan minyak menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik ke 4,71%, tertinggi sejak Januari 2025, dan mendorong ekspektasi suku bunga bertahan tinggi. Ini menekan saham dengan valuasi mahal, terutama teknologi.
Kesimpulan
Malam ini adalah pertarungan dua tema. Koreksi Big Tech menekan indeks, sementara lonjakan minyak mengangkat energi tapi menaikkan imbal hasil obligasi. Bagi trader, ini momen untuk memisahkan sektor yang tertekan dari yang diuntungkan.
Watchlist malam ini memberi kamu peta arah: pantau reaksi Tesla dan Alphabet setelah laporan, dan lihat apakah saham energi bisa mempertahankan momentum jika minyak tetap di atas $100. Saham apa yang sedang kamu pantau malam ini?
Pantau pergerakan saham favoritmu secara langsung dan mulai berinvestasi dari $1 di Gotrade.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.