Bitcoin Merosot di Bawah $65.000, Tarif Baru Trump Guncang Pasar

Bitcoin Merosot di Bawah $65.000, Tarif Baru Trump Guncang Pasar

Share this article

Gotrade News - Bitcoin sempat merosot di bawah $65.000 pada Senin (23/02) untuk kedua kalinya bulan ini, tertekan ketidakpastian seputar kebijakan tarif AS. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan aset digital yang sudah berlangsung sejak awal 2026.

Menurut data Bloomberg, Bitcoin sempat turun hingga 4,8% ke level $64.300, titik terendah sejak 6 Februari lalu. Ethereum jatuh lebih dalam sebesar 5,2%, sementara XRP melemah 3,3% berdasarkan data CoinDesk.


Key Takeaways

  • Bitcoin turun 25% sejak awal 2026, dengan support kritis berikutnya di level $60.000
  • ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar selama lima minggu berturut-turut senilai $3,8 miliar
  • Kebijakan tarif baru Trump melalui Section 122 hanya berlaku 150 hari dan rawan tantangan hukum

Pemicu utama tekanan kali ini adalah pengumuman Presiden Donald Trump pada Sabtu (22/02) yang menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%. Langkah ini diambil sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan penggunaan wewenang darurat untuk menerapkan tarif.

Trump kini menggunakan Section 122 dari Trade Act 1974 sebagai dasar hukum tarif baru tersebut. Namun, aturan ini hanya mengizinkan pengenaan tarif selama 150 hari kecuali Kongres memperpanjangnya.

Ketidakpastian Hukum Tekan Sentimen Pasar

Menurut strategis Deutsche Bank Jim Reid, Section 122 dirancang sebagai instrumen sementara untuk masalah neraca pembayaran darurat. Reid menambahkan bahwa penggunaan berulang aturan ini kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum lebih lanjut.

Dampaknya tidak hanya terasa di pasar kripto, tetapi juga merambat ke aset berisiko lainnya. Futures S&P 500 turun 0,8% dan Nasdaq 100 melemah 1% di perdagangan awal Senin.

Caroline Mauron, co-founder Orbit Markets, menyebut pasar kripto saat ini dalam kondisi rapuh. Menurutnya, ketidakpastian makro mulai dari ketegangan geopolitik Iran hingga kebijakan tarif AS yang berubah-ubah terus membebani pasar.

Sejak awal 2026, Bitcoin sudah melemah 25% dan menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh sejak kemenangan Trump pada November 2024. Rekor harga di atas $126.000 pada Oktober tahun lalu kini terasa jauh, dengan total kapitalisasi pasar kripto menyusut lebih dari $2 triliun.

Arus Keluar ETF dan Hilangnya Narasi Pendorong

Dana ETF Bitcoin spot yang terdaftar di bursa AS mencatat arus keluar bersih selama lima minggu berturut-turut. Menurut data Bloomberg, total dana yang ditarik investor dalam periode tersebut mencapai $3,8 miliar.

Dalam 24 jam terakhir saja, pasar kripto kehilangan $100 miliar berdasarkan data CoinGecko. Data dari bursa derivatif Deribit menunjukkan proteksi terhadap penurunan harga terkonsentrasi di sekitar level $60.000.

Robin Singh, CEO platform pajak kripto Koinly, menilai Bitcoin saat ini sangat membutuhkan narasi baru sebagai pendorong. Menurutnya, optimisme seputar US Clarity Act ternyata tidak cukup menggerakkan harga secara signifikan.

Sementara itu, emas justru bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin pada hari yang sama. Menurut data Barron's, futures emas naik 1,6%, memperkuat kesan bahwa Bitcoin belum mampu menjadi aset lindung nilai yang sesungguhnya.

Rachael Lucas, analis di BTC Markets, menyebut $65.000 sebagai level support kunci bagi Bitcoin. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, maka $60.000 akan menjadi target berikutnya, dan kenaikan baru hanya mungkin jika Bitcoin berhasil merebut kembali $70.000.

Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi perusahaan yang eksposurnya tinggi terhadap Bitcoin seperti Strategy Inc maupun platform seperti Coinbase. Selama ketidakpastian tarif belum mereda, tekanan terhadap aset berisiko termasuk kripto kemungkinan akan terus berlanjut.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade