Gotrade News - Bitcoin (BTC) telah berhasil mencapai kembali level harga $74,000 setelah beberapa kali gagal dalam upaya sebelumnya. Lonjakan harga ini membawa harapan baru bagi investor yang mengantisipasi fase bullish berikutnya.
Key Takeaways:
- Bitcoin menembus level resistensi $74,000, membuka peluang menuju $80,000.
- Potensi bullish didorong oleh de-eskalasi konflik AS-Iran dan pembelian ETF Bitcoin.
- Kenaikan harga terjadi meskipun ada persaingan dari AI untuk sumber daya listrik.
Kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini dapat mengarah pada level $80,000 jika mampu mempertahankan harga di atas $74,000. Meski demikian, muncul tanda-tanda bahwa Bitcoin mungkin kehilangan momentum setelah mencapai $75,000.
Pendorong kenaikan ini termasuk kemungkinan de-eskalasi konflik antara AS dan Iran. Perdagangan Bitcoin ETF oleh BlackRock juga turut berperan dengan aliran masuk yang berlanjut selama enam hari berturut-turut.
Meskipun demikian, pasar kripto masih rentan terhadap volatilitas tinggi. Ada kekhawatiran bahwa penurunan selera risiko investor dapat memicu koreksi harga lebih lanjut.
Sementara itu, muncul debat tentang dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap penambangan Bitcoin. AI dinilai mampu menawarkan pendapatan lebih tinggi per megawatt energi dibandingkan penambangan Bitcoin, memicu persaingan sumber daya energi antara keduanya.
Kecerdasan buatan dapat menjadi ancaman bagi miner yang harus beralih cara agar tetap kompetitif. Namun, pengamat mengatakan bahwa biaya operasi AI jauh lebih mahal dibandingkan penambangan Bitcoin, menjaga jaringan tetap aman dari ancaman ini.
Masih ada pandangan optimis bahwa diversifikasi dalam operasi penambangan tidak membahayakan keamanan jaringan Bitcoin secara keseluruhan. Tren arah ke depan akan menjadi penting bagi pelaku pasar untuk menyaksikan bagaimana Bitcoin akan menavigasi tantangan ini.
Referensi:
- Watcher Guru, Here’s Why Bitcoin Holding $74000 Is Vital For A Bull Run. Diakses 17 Maret 2026
- Bloomberg, Bitcoin Surprises as Oasis of Calm While Iran War Jolts Markets. Diakses 17 Maret 2026
- Benzinga, Has AI Killed Bitcoin? Debate Erupts As Crypto Influencer Says Data Centers Outbid Miners For Power. Diakses 17 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













